Oleh : Agus Pren
IDISIONLINE.COM,-
Sampai saat ini kalau kita perhatikan hanya program Pemerintah Pusat yang digunakan oleh Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten dalam hal menjalankan belajar dan mengajar oleh sekolah atau guru-guru sekolah terhadap siswa dan siswinya.
Walaupun mekanisme pembelajaranya masih jauh dari kata efektif. Jadi kesannya dinas Kota dan Kabupaten di beberapa daerah “apatis” hanya pingin di suapi oleh pemerintah pusat lewat kementriannya.
Apalagi ketika ada informasi yang diberikan sekolah bahwa akan diberlakukan belajar tatap muka, “dengan sarat” orang tua harus tanda tangan di atas matrei menyatakan setuju.
Haahaay… Apa maksudnya ?? Ini jelas artinya sekolah akan cuci tangan apabila siswa siswinya pada akhirnya ada yang terpapar covid-19. Kata anak-anak sekarang itu di bilang Gokil..
Di era pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia saat ini, banyak sektor yang terdampak. Khususnya dunia pendidikan.
Hal ini yang sangat terasa adalah keberlangsungan anak-anak sekolah dalam menjalankan pelajaran sehari-hari.
Adapun pemerintah pusat lewat kementrian pendidikan sudah menerapkan berbagai metode, salah satunya yang sedang berlangsung adalah belajar jarak jauh alias belajar di rumah.
Kendatipun cara ini banyak menimbulkan berbagai polemik, karena mayoritas para orang tua banyak menyuarakan berbagai permasalahan yang tidak jauh berbeda, dari mulai Hand Phone, pulsa, kuota, tidak adanya jaringan internet di beberapa daerah tertentu, dan masih banyak hal yang lainnya.
Di sisi lain juga tidak efektifnya cara para orang tua khususnya ibu-ibu membimbing anak-anaknya belajar di rumah karena suka atau tidak suka kebanyakan para orang tua memang tidak piawai dalam hal ini.
Akhirnya apa yang terjadi, tugas- tugas yang di berikan oleh guru sekolah di kerjakan oleh orang tua sementara anak-anaknya main dengan dunianya sendiri.
Jadi metodologi apa yang akan di gunakan oleh guru sekolah untuk memberikan penilaian atas anak-anak didiknya. Hal ini yang harus di pahami oleh para guru sekolah. Memang kita tidak bisa menyalahkan siapa- siapa.
Virus Coronalah yang menyebabkan semua ini dan yang lebih penting adalah kita tetap mengikuti aturan pemerintah tentang Prokes, dan saat ini kita boleh bersyukur karena Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin bahkan saat ini sudah di mulainya vaksinasi.
Masyarakat para orang tua wali murid pada umumnya sangat berharap dinas pendidikan baik Kota maupun Kabupaten punya inisiatif serta solusi dengan trobosan-trobosanya, apa mungkin di dinas kota dan kabupaten tidak ada yang mampu memberikan salah satu trobosan alias ide yang berguna dan bukankah pemerintah memberikan gajih tiap bulan.
Salah satunya adalah dengan tujuan agar supaya bisa membantu Pemerintah Pusat sekalipun hanya dalam ide, serta inisiasi, apalagi terkait apa yang terjadi saat ini.
Hal tersebut sangat berarti dan di harapkan oleh semua pihak. Untuk menjalankan mekanisme pembelajaran sehari-hari demi keberlangsungan pendidikan siswa dan siswi.
Diharapkan tidak hanya menunggu program-program dari pusat, karena Disdik Kota dan Kabupaten-lah yang sangat mengetahui kondisi dan situasi di daerahnya.***














