AdvertorialArtikel

Banjir Berulang Dampak Kegagalan Tata Ruang

×

Banjir Berulang Dampak Kegagalan Tata Ruang

Sebarkan artikel ini

Penulis : Yuli Yana Nurhasanah, 

Bandung, Sabtu (7/2/2026). Bencana banjir di Jakarta dan beberapa wilayah di Indonesia merupakan masalah klasik yang berulang, siklus tahunan yang terus terjadi. Bencana banjir di Tanah Air adalah masalah klasik dan berulang yang gagal ditangani oleh negara, meski tiap daerah berganti kepemimpinan tanpa ada solusi tuntas dan upaya yang keras, sehingga bencana ini terus berulang.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa wilayah di Jakarta terendam banjir. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menyampaikan bahwa pada hari Minggu, 1 Februari 2026, titik banjir di beberapa wilayah Jakarta sudah surut. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan. (1/2/2026. news.okezone.com)

BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) menyebutkan tiga faktor yang menjadi pemicu utama permasalahan banjir di beberapa wilayah Jakarta. Tiga faktor tersebut sangat kompleks dan saling berkaitan, yaitu curah hujan yang ekstrem, sungai yang tidak berfungsi maksimal, infrastruktur drainase, dan penurunan permukaan tanah. Kondisi ini sangat rentan memicu banjir dan memerlukan strategi terpadu untuk penanganan banjir Jakarta. (5/2/2026, tempo.co)

Telah terjadi bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, akibat curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa minggu terakhir. Material longsor berupa lumpur dan tanah menimbun puluhan rumah, mengakibatkan puluhan korban tewas dan belasan hilang. Bencana longsor ini menjadi tragedi alam yang menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan kerusakan pada pemukiman warga yang terdampak longsor. Kondisi geologi dan faktor cuaca ekstrem menjadi dua penyebab utama terjadinya bencana. Upaya pencarian dan bantuan untuk korban yang terdampak masih terus diupayakan. (29/1/2026. pkmesntra.org)

Pada Senin, 2 Februari 2026, telah terjadi banjir bandang di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Arus deras bercampur lumpur dan gelondongan kayu besar menerjang pemukiman warga. Puluhan rumah yang berada di bantaran sungai terdampak banjir. Aliran sungai tersendat karena rumpun bambu yang tersangkut, memperparah kondisi banjir. (3/2/2026, jatim.inews.id)

Penyebab utama terjadinya bencana banjir dan longsor, bukan karena tingginya intensitas curah hujan, melainkan kekeliruan dalam tata ruang, di mana lahan yang banyak beralih fungsi sehingga lahan tidak mampu lagi menyerap air. Paradigma kapitalistik yang membuat tidak diperhatikannya dampak lingkungan dalam kebijakan tata kelola lahan.

Solusi dari pemerintah masih bersifat pragmatis dan tidak menyentuh akar masalah. Keterbatasan keuangan membuat anggaran penanganan banjir tersebar di berbagai lembaga tanpa integrasi yang jelas, mempersulit terwujudnya solusi jangka panjang yang komprehensif.

Negara setiap tahunnya memang menyiapkan anggaran untuk penanggulangan bencana; akan tetapi, tidak memperhatikan dampak dari pentingnya tata kelola ruang dan ekosistem yang sesuai dengan daya dukung lingkungan. Faktor sosial ekonomi memperparah semuanya, di mana fenomena masyarakat miskin yang mendirikan bangunan di bantaran sungai. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga menjadi faktor terjadinya bencana banjir karena kurangnya edukasi; masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.


Lemahnya ketegasan pemerintah dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran tata ruang dan pengelolaan lahan, serta terhadap praktik korupsi anggaran, memperburuk efektivitas kebijakan. Untuk solusi banjir, tidak cukup mengandalkan proyek teknis saja; akan tetapi, perlu peran masyarakat, faktor kemiskinan, kualitas pendidikan, dan pengawasan hukum yang ketat. Semuanya menjadi kombinasi dari solusi pragmatis, paradigma kapitalistik, rendahnya pendidikan, kemiskinan, dan lemahnya pendanaan, yang menjadikan banjir sebagai masalah klasik yang terus berulang setiap tahun.

Dalam Islam, tata kelola ruang akan lebih memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Pembangunan tidak berlandaskan asas manfaat kapitalistik yang berfokus hanya pada keuntungan tanpa memperhatikan dampak lingkungan, tetapi mempertimbangkan kemaslahatan umat dalam jangka panjang. Gambaran tata ruang dalam sistem Islam memperhatikan aspek kemaslahatan tidak hanya untuk manusia, melainkan untuk seluruh makhluk hidup.

Sistem Islam dalam menangani permasalahan banjir memberikan solusi fundamental dari sisi teknis dan paradigma. Kepala negara dalam sistem Islam memiliki otoritas tunggal, sehingga tidak ada tarik ulur kepentingan dan dapat melakukan tugasnya secara optimal. Dalam sistem Islam, selalu berikhtiar untuk menciptakan rahmat bagi seluruh alam. Setiap kebijakan diarahkan untuk menghadirkan keberkahan, memastikan bumi tetap menjadi tempat yang layak dihuni oleh manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya dengan menjaga kelestarian lingkungan, memanfaatkan sebaik-baiknya tanpa merusak.
Wallahualam bi shawab

Info Lainnya  Senada Digital Records bersama TemanHebat Management Gebrak IKN Lewat Superkids Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

118000676

118000677

118000678

118000679

118000680

118000681

118000682

118000683

118000684

118000685

118000686

118000687

118000688

118000689

118000690

118000691

118000692

118000693

118000694

118000695

118000696

118000697

118000698

118000699

118000700

118000701

118000702

118000703

118000704

118000705

118000706

118000707

118000708

118000709

118000710

118000711

118000712

118000713

118000714

118000715

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000726

128000727

128000728

128000729

128000730

128000731

128000732

128000733

128000734

128000735

128000736

128000737

128000738

128000739

128000740

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000436

138000437

138000438

138000439

138000440

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

158000346

158000347

158000348

158000349

158000350

158000351

158000352

158000353

158000354

158000355

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000408

208000409

208000410

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

208000431

208000432

208000433

208000434

208000435

228000061

228000062

228000063

228000064

228000065

228000066

228000067

228000068

228000069

228000070

228000071

228000072

228000073

228000074

228000075

228000076

228000077

228000078

228000079

228000080

228000081

228000082

228000083

228000084

228000085

228000086

228000087

228000088

228000089

228000090

228000091

228000092

228000093

228000094

228000095

228000096

228000097

228000098

228000099

228000100

228000101

228000102

228000103

228000104

228000105

228000106

228000107

228000108

228000109

228000110

228000111

228000112

228000113

228000114

228000115

228000116

228000117

228000118

228000119

228000120

news-1701