Karawang, Idisionline.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mbah Cipto yang berlokasi di Perumahan Bumi Telukjambe, Blok K RT 03/RW 15, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, menjadi salah satu kelompok tani perempuan yang aktif dan produktif dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis lingkungan perumahan.
Sejak berdiri pada tahun 2022, KWT Mbah Cipto terus mengembangkan budidaya sayuran hidroponik seperti pakcoy, bayam, dan kangkung. Saat ini kelompok tersebut memiliki sekitar 10 rak tanam dengan total kurang lebih 2.000 lubang tanaman.
Ketua KWT Mbah Cipto, Chandra Jadianti, mengatakan hasil panen sayuran hingga kini masih dipasarkan di lingkungan sekitar dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Untuk harga jual saat ini, pakcoy Rp22 ribu, bayam Rp26 ribu, dan kangkung Rp18 ribu. Alhamdulillah hasilnya bisa membantu perekonomian anggota, khususnya ibu rumah tangga,” ujarnya saat ditemui di lokasi kebun KWT Mbah Cipto. Senin (11/5/2026).

Selain budidaya sayuran, KWT Mbah Cipto juga mengembangkan program edukasi pertanian atau study farming bagi anak-anak TK dan PAUD.
Program tersebut dikemas dalam beberapa paket pembelajaran, mulai dari pengenalan pertanian, praktik menanam, hingga membawa hasil panen.
“Biayanya bervariasi sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu, tergantung konsep dan kesepakatan bersama pihak sekolah,” tambah Chandra.
Saat kunjungan media berlangsung, turut hadir jajaran pengurus KWT Mbah Cipto, di antaranya Ibu Nung selaku humas dan Ibu Harianti sebagai bendahara kelompok.
Tidak hanya fokus pada tanaman hortikultura, KWT Mbah Cipto juga mengembangkan sektor perikanan dengan empat kolam terpal berdiameter tiga meter yang berisi ikan nila dan ikan gurame.
Salah satu anggota yang aktif membantu pengelolaan kolam adalah Deni, yang saat itu terlihat sedang membersihkan kolam ikan.
KWT Mbah Cipto juga diketahui menjadi salah satu kelompok binaan Yamaha. Melalui pembinaan tersebut, diharapkan keterlibatan masyarakat tidak hanya didominasi kaum ibu, tetapi juga melibatkan para bapak dalam pengembangan ketahanan pangan keluarga.
Meski telah aktif dan beberapa kali meraih penghargaan di tingkat daerah maupun kabupaten, hingga saat ini KWT Mbah Cipto belum terdaftar dalam sistem SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian), yaitu aplikasi pendataan kelembagaan petani di bawah Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan.
Namun demikian, harapan untuk memperoleh legalitas mulai terbuka. Berdasarkan hasil komunikasi melalui sambungan WhatsApp dengan Ibu Diah, pihaknya akan berkoordinasi dengan UPTD PPL Kecamatan Telukjambe Timur terkait proses pendataan dan registrasi kelompok.
Selain itu, pada Selasa, 12 Mei 2026, pihak Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang bersama kepala bidang terkait dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke lokasi KWT Mbah Cipto.
Keberadaan KWT Mbah Cipto dinilai menjadi contoh nyata bahwa pertanian perkotaan (urban farming) mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus edukasi bagi masyarakat.
Di tengah keterbatasan lahan, kelompok tersebut berhasil membangun semangat gotong royong, produktivitas warga, serta membuka peluang usaha bagi ibu rumah tangga dan masyarakat sekitar.
Dengan berbagai capaian yang telah diraih, masyarakat berharap KWT Mbah Cipto segera memperoleh legalitas resmi melalui SIMLUHTAN agar lebih mudah mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta akses program pemerintah dalam pengembangan ketahanan pangan berkelanjutan.












