ArtikelOpini Publik

Kekerasan Aparat : Bukti Sistem Sekuler Tak Bisa Melahirkan Aparat Bermartabat

×

Kekerasan Aparat : Bukti Sistem Sekuler Tak Bisa Melahirkan Aparat Bermartabat

Sebarkan artikel ini
Photo Ilustrasi

Oleh: Reni Sumarni

Pemberitaan tentang kebrutalan aparat baru-baru ini telah marak terjadi di negeri kita tercinta, salah satunya yang menimpa mahasiswa UGM Tiyo Ardianto (ketua BEM L), yang mengaku mendapat teror bahkan sampai dikuntit setelah dia melayangkan surat kepada Nations Children’s Fund (UNICEF) pada Jumat 16/2/2026,  dikutip di Jakarta tvOnenews.com. Suratnya berisi tentang kasus anak yang gantung diri di Nusa Tenggara Timur dan ingin menuntut keadilan untuk anak-anak di negeri ini.

Selain itu, dalam unjuk rasa di Yogyakarta, yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat umum pada Selasa (24/2/2026), didepan Markas Kepolisian Daerah (Polda) DIY, diwarnai ledakan dan robohnya gerbang Polda DIY. Mahasiswa dan elemen masyarakat menuntut keadilan untuk anak remaja 14 tahun yang berinisial AT di Maluku yang tewas karena mendapat kekerasan dari aparat, akibat dipukul kepalanya menggunakan helm yang terbuat dari baja, oleh anggota brimob. Alasan aparat memukul anak remaja tersebut karena aksi kebut-kebutan dijalan.

Sebelumnya pernah terjadi juga kasus yang menimpa ojek online di tabrak mobil Kopasus hingga tewas saat aksi di Jakarta bulan Agustus 2025 lalu, ketika melintas ditengah-tengah aksi demonstrasi. Fakta ini semakin menambah panjang kasus yang melibatkan kekerasan aparat penegak hukum kepada masyarakat, akan tetapi pada akhirnya kasus ini ditutup tanpa ada kelanjutannya.

Deretan peristiwa tersebut memicu kemarahan masyarakat dan para mahasiswa atas ketidakdilan yang menimpa rakyat saat ini. Hingga memicu protes dengan melakukan aksi demontrasi, akan tetapi lagi-lagi aparat membungkam mahasiswa dengan melakukan teror bahkan sampai berujung pada kekerasan.

Sungguh ironi di negeri yang mengusung kebebasan, yaitu kebebasan berpendapat sebagai salah satunya. Akan tetapi pada faktanya tidak demikian, karena setiap suara rakyat yang ingin menuntut keadilan dan berkata kebenaran akan selalu dibungkam dan berujung ancaman oleh aparat negara. Inilah fakta negara demokrasi yang tidak pernah berpihak kepada rakyat dan menjadikan masyarakat sebagai korban dari rusaknya sistem ini.

Dalam sistem kapitalis mustahil bisa melahirkan aparat yang berdedikasi, mengayomi dan melayani rakyat dengan setulus hati, tanpa ada embel-embel. Karena sejatinya sistem ini sudah rusak mulai dari aparat, sampai pemerintahan pun selalu bertindak semena-mena terhadap rakyat tanpa berpikir akan pertanggungjawaban mereka dihadapan Allah SWT, saat tugas dan amanah yang diemban tidak dilakukan sesuai janji dan sumpah jabatan mereka.

Berbagai kasus kekerasan aparat membuat masyarakat semakin tidak percaya lagi terhadap mereka dan akhirnya rakyat sudah tidak memiliki lagi tempat untuk mengadu dan meminta perlindungan, karena aparat yang diharapkan melindungi rakyat malah sebaliknya menjadi pelaku kejahatan itu sendiri.

Info Lainnya  Luka Yang Terabaikan,  Pasar Pelita Dulu Icon Kota Sukabumi, Pusat Ekonomi, Sumber PAD, Kini Mati Suri Nasib ??!

Sistem kapitalislah penyebab setiap akar masalah yang menimpa rakyat saat ini. Sungguh hukum di negeri tidak adil, hanya karena bisa dibeli dengan uang, maka yang salah bisa menjadi benar dan yang benar bisa menjadi salah. Ditambah para penguasa yang tidak memiliki hati nurani membuat rakyat semakin menderita dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menuntut keadilan.

Dalam daulah Islam aparat negara atau penegak hukum berada di bawah departemen keamanan dalam negeri, yang bertugas melindungi dan menjaga keamanan negara. Para penegak hukum atau surtoh dalam Islam, senantiasa melakukan patroli atau keliling wilayah daulah untuk menjaga keamanan, melindungi dan melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Ketika terjadi kejahatan dijalan, surthoh (polisi) tidak akan bertindak dengan kekerasan apabila para penjahat tidak melawan, karena tugas mereka bukan menganiyaya rakyat melainkan melindungi. Sementara surthoh atau aparat itu sendiri, sudah dibina dan dibekali pemahaman agama dan akidah yang kuat agar mereka tidak bertindak seenaknya yang bisa mengakibatkan terjadinya pelanggaran syariat Islam.

Setiap aparat negara dalam daulah Islam akan dibina agar memiliki sifat ikhlas dalam mengemban tugasnya, jujur, lembut, tidak sombong, tidak arogan, pastinya harus memiliki akhlak yang baik, pemberani, taat pada aturan Allah, tawadhu dan murah senyum. Maka masyarakat pun akan merasa terlindungi apabila sifat tersebut ada dalam diri penegak hukum polisi (surthoh).

Dan setiap kejahatan dalam daulah Islam yang menyangkut tentang pembunuhun, maka sangsi untuk yang membunuh yaitu dibunuh kembali, atau apabila keluarga korban memaafkan, maka pelaku pembunuhan harus membayar diyat yaitu 100 ekor unta.  Akan tetapi hal itu hanya bisa terwujud apabila syariat Islam diterapkan.

Untuk mewujudkan itu semua tetaplah terus berdakwah agar syariat Islam diterapkan, karena jelas sumber hukum penerapan syariat Islam berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Seperti Firman Allah Ta’ala, “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan Ulil Amri diantara kalian, kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Al Qur’an dan As Sunnah” ( Q,S.An Nisa : 59).

Info Lainnya  Pemajuan Kebudayaan Melalui Revitalisasi Substansi Berbasis Partisipasi

Ayat tersebut jelas bahwa kita harus kembali ke hukum Allah, kalau kita sudah menjalankan semua hukum Allah, maka tidak akan ada aparat yang berbuat brutal, hingga terjadi pembunuhan, dan rakyat pun akan mendapat keadilan tanpa takut berkata benar. Wallahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

content-ciaa-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

slot mahjong

118000586

118000587

118000588

118000589

118000590

118000591

118000592

118000593

118000594

118000595

118000596

118000597

118000598

118000599

118000600

118000601

118000602

118000603

118000604

118000605

118000606

118000607

118000608

118000609

118000610

118000611

118000612

118000613

118000614

118000615

118000616

118000617

118000618

118000619

118000620

118000621

118000622

118000623

118000624

118000625

118000626

118000627

118000628

118000629

118000630

118000631

118000632

118000633

118000634

118000635

118000636

118000637

118000638

118000639

118000640

118000641

118000642

118000643

118000644

118000645

118000646

118000647

118000648

118000649

118000650

118000651

118000652

118000653

118000654

118000655

118000656

118000657

118000658

118000659

118000660

128000651

128000652

128000653

128000654

128000655

128000656

128000657

128000658

128000659

128000660

128000661

128000662

128000663

128000664

128000665

128000666

128000667

128000668

128000669

128000670

128000671

128000672

128000673

128000674

128000675

128000676

128000677

128000678

128000679

128000680

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000696

128000697

128000698

128000699

128000700

128000701

128000702

128000703

128000704

128000705

128000706

128000707

128000708

128000709

128000710

128000711

128000712

128000713

128000714

128000715

128000716

128000717

128000718

128000719

128000720

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

138000426

138000427

138000428

138000429

138000430

208000326

208000327

208000328

208000329

208000330

208000331

208000332

208000333

208000334

208000335

208000336

208000337

208000338

208000339

208000340

208000341

208000342

208000343

208000344

208000345

208000346

208000347

208000348

208000349

208000350

208000351

208000352

208000353

208000354

208000355

208000356

208000357

208000358

208000359

208000360

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000371

208000372

208000373

208000374

208000375

208000376

208000377

208000378

208000379

208000380

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

content-ciaa-1701