Oleh : Elut Haikal.
Pokok persoalan dibagian Part I secara umum dugaan adanya Demo berjilid Walikota Sukabumi pemicunya pada kebijakan dan janji kampanye Dana Abadi yang belum terealisasi Program Wakaf, Dominasi Orang terdekat Walikota diluar Timses, Potongan Tukin, serta kebijakan belanja Infrastruktur Barang dan jasa yang masih menuai isyu
Persaingan Dominasi kroni dan pengusaha juga Asosiasi, yang biasa menjadi mitra kerja pemkot terabaikan
masih jadi bagian sorotan dan Topik, juga persaingan Jabatan & Kedudukan PNS/ASN semua Wait and See akan bagaimana kedepan langkah kebijakan walikota ?
Tentu ini menjadi bagian PR pemikiran Walikota, selain realisasi janji kampanye juga para Pengusaha, Asosiasi & Elemen Organisasi Masyarakat lainya yang harus terjawab ditengah keterbatasan Anggaran yang ada, yang tidak saling berebut dengan Kroni & Timses agar semua bisa partisipasi dalam pembangunan tata Kota
Tidak ada monopoli yang menonjol.
Hal ini yang akan menjadi dilema bagi arah kebijakan nya, antara Merubah kebiasaan lama atau kebijakan baru merubah pola lama ? Pada rutinitas pembagunan tata kota tiap usulan SKPD ( Satuan Kerja Pemerintah Daerah ) ?
Lantas langkah dan kinerja apa yang telah dilalukan pencapaian nya selama ini dari yang sudah dan sedang dikerja kan selama 2 thn ini? sehingga masyarakat tidak terfokus pada sisi negatifnya saja pada sorotan demo dan demo yang terjadi.
Yang saat ini ada perubahan langkah kebijakan yang dilakukan diantaranya merubah rencana kerja awal pembangunan Jembatan oleh Walikota seperti pada mengalihkan Anggaran yang lebih prioritas banyak dirasakan masyarakat.
Tentu kinerja lainya pembangunan yang sedang berjalan pada Infrastruktur, peningkatan sarana dan prasarana serta pelayanan pada masyarakat terus di genjot seperti Sarana kesehatan RSUD untuk penyediaan Ruang baru disertai alat canggih kesehatan jantung yang belum ada di kota sukabumi, mendukung dan merealisasikan rencana tambahan sarana perluasan RSUD, yang akan menjadi skala prioritas nya, serta perbaikan kinerja pegawai
Meningkatkan Sarana BLK di Disnaker untuk melatih calon tenaga kerja terampil bagi warganya yang ingin kerja baik keluar dan dalam negri, meningkatkan pelayanan Aplikasi informasi lowongan kerja dan kerja cepat.
Meningkatkan pembinaan pada UMKM dan bantuan Modal serta pelatihan penggunaan Aplikasi jaringan perdagangan dan pemasaran yang lebih luas mendapat konsumen baru,
Memfasilitasi Program lowongan kerja ke luar negri sebagai solusi bagi pencari kerja atas keterbatasan lapangan kerja yang ada didaerah
Membenahi titik titik Reklame liar dalam penggunaan nya untuk meningkat kan PAD, membenahi jaringan Nirkabel Provider Internet yang tidak teratur dan semrawut menjadi satu tiang terpusat dan teratur dimana pajaknya dapat dikelola pemkot untuk menambah PAD, adalah salah satu upaya pemerintah Ayep Zaki meningkat
Walikota membuka peluang lebar karpet merah bagi para Investor masuknya investasi dikota sukabumi hingga beberapa investor baru masuk dari dalam dan luar negri namun sayang pelaksanaan terkendala oleh Perda RTRW ( Rencana Tata Ruang Wilayah ) dan RTH ( Ruang Terbuka Hijau ) yang saling berkaitan sudah mengalami perubahan tahun 2022 dari Zona Kuning menjadi Zona Hijau areanya yang oleh investor baru lahan terpilih dan oleh investor lama sejak thn 2019 telah dimiliki akan dibangun serentak tahun 2025 terkunci oleh perubahan Perda RTRW sehingga sektor swasta tidak dapat dipercepat untuk menambah PAD dan menyerap lapangan kerja harus menunggu perubahan Perda RTRW dan RTH baru hingga 2027.
menggenjot pembangunan pada Perbaikan serta penambahan Gedung baru seperti Kantor kecamatan baru, Trotoar baru di jalan komplek perumahan Secapa dan perbaikan Trotoar depan Markas Pendidikan Secapa yang hampir rampung saat ini terus dikerjakan, serta perbaikan jalan utama dalam kota di Jln Gudang yang bergelombang akibat sering banjir dan kemacetan kini sudah rampung dikerjakan mengganti Jalan Hot mix jln Coran
selain itu jalan jalan kecil di tiap pelosok yang rusak parah terus dilakukan oleh pemerintah di bawah Ayep Zaki yang s turun langsung ke lapangan memonitor bersama Kepala Dinas PUTR terus berbenah kota namun tak lepas dari kritikan dan nyinyiran.
Kemudian kedalam menata & meningkat kan Jajaran Pegawai pemkot pada etos kerja disiplin, tertib dan kerja teratur dalam pengelolaan pendapatan dan belanja secara berkala diperbaiki tata kelola Administrasi Pemkot sehingga mendapat Capaian pretasi penghargaan dari pemerintah pusat Selain yang sudah dan yang sedang dilakukan dalam kinerja nya
Walikota Ayep Zaki terus melakukan Wacana terobosan untuk meningkat kan pembangunan diluar APBD dengan melobi pemerintah Pusat pada Kementrian kementrian yang memiliki Anggaran yang bisa membantu Pembangun lain nya seperti terus intens dengan Rencana Merevitalisasi Lapang Sepak Bola Surken yang lebih bagus, melobi Kementrian PUTR Pusat Untuk Bantuan Penambahan dan Perbaikan Jalan, Trotoar dan Jembatan serta Bantuan Pembangun gedung lain nya yang cukup besar Anggaran nya.
Melakukan Upaya mengundang para Duta besar dari luar negri memperkenal kan Potensi Daerah tentu dengan tujuan agar dapat menarik Investasi dan kerja sama untuk meningkat kan PAD, serta upaya perluasan wilayah kota sukabumi penggabungan dengan wilayah kecamatan² di kabupaten menjadi bagian Kota Sukabumi pada perluasan wilayah mengingat Kota yang sangat kecil yang terus menyempit, PAD sulit di tingkatkan.
Terutama dari sektor Pertanian, Perikanan Peternakan dan Industri yang sulit berkembang, Dinas pertanian pun jika lahan terus habis dan menyempit, serapan Anggaran makin kecil tak mampu menopang PAD, kemungkinan Dinas tutup.
Kota Sukabumi Tidak memiliki Dinas Pertambangan, Kelaiutan, Perkebunan dan Kehutanan, karna tidak memiliki lahan tersebut
semua wacana & upaya walikota cukup baik untuk meningkat kan sektor lain yang lebih luas pada peningkatan PAD
Namun terkadang wacana itu tidak sepenuh nya mendapat dukungan positip yang ada nyinyiran yang Negatip.
Namun semua itu kadang dilihat dari sudut pandang politik atau kepentingan lain.?
Pertanyaan nya apa benar saat ini warga kota tidak butuh perluasan wilayah ?? atau nanti saja oleh walikota lain. asal jangan oleh walikota Ayep Zaki ?
Hal inipun tentu harus ada dukungan Penuh secara murni baik dari pemerintah Provinsi & Pusat serta DPR yang benar netral atas kebutuhan daerah dilihat secara Geografis, Ekonomi dan potensi alam yang belum maximal terkelola dan tertata oleh Pemkab Sukabumi yang luas, yang tidak ada sudut pandang kepentingan Sekat Politis dan kepentingan Cuan, karna diera Reformasi dengan Sistem yang ada saat ini akan Sulit dan banyak kendala atau sandungan dari Rencana baik apapun tidak akan bisa berjalan mulus cepat hatta untuk kepentingan daerah yang menopang pusat akibat persaingan politik dan Wani piro, diera reformasi apapun diolah jadi cuan. Yang sudah berakar dan jadi budaya.
Diera Reformasi bagi pemimpin pusat maupun Daerah suka tidak suka, benci tidak benci Hatta murka sekalipun mau ga mau nyiyiran, Narasi, kritikan brita hoax harus diterima dan legowo, sebaik apapun yang dikerjakan tidak akan bisa memuaskan dan di pandang tidak ada keberhasilan apapun, karna kebiasaan yang sudah menjadi budaya kita saat ini, dilatih jadi Buzer, Influencer semua timses dan massa pendukung dari yang kalah pasti dikelola digoreng dari segala arah sekecil apapun sudut negatip nya di viralkan tentu ada tujuan politik agar jelang Pilkada dan Pemilu nanti rakyat tak satupun melihat keberhasilan, ini yang terjadi diera reformasi, Adu Narasi, dll,
Inilah potret kehidupan Bangsa dan Negara kita pada pemerintah saat ini secara umum terjadi di tengah kita di pertontonkan.***











