Artikel

Banjir dan Longsor Aceh: Warga Sulit Bekerja, Pertanian dan Perkebunan Lesu

×

Banjir dan Longsor Aceh: Warga Sulit Bekerja, Pertanian dan Perkebunan Lesu

Sebarkan artikel ini


Oleh: Reni Sumarni

Bencana yang terjadi di wilayah Sumatera dan Aceh menyisakan duka yang mendalam bagi warga disana, sampai berdampak pada semua aspek, termasuk ekonomi atau mata pencaharian masyarakatnya, terutama wilayah Aceh yang sampai saat ini belum berhenti ditimpa musibah banjir dan longsor. Dilihat dari data posko bencana Aceh, 56.652 hektare lahan persawahan di 18 Kabupaten dan kota rusak karena banjir bandang dan longsor, yang terjadi diakhir November 2025. Hingga sampai pertengahan Januari lalu, warga Aceh masih terpuruk. Sementara itu di kawasan persawahan Desa Beuringen, Meurah Dua Pidie Jaya Aceh, warga melihat irigasi persawahannya tertimbun lumpur pada hari Sabtu ( 24/1/2026).

Akibatnya hasil panen para petani yang ada di wilayah Aceh pegunungan, antara lain Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues terancam sulit dijual sebab, akses transportasi darat lumpuh total. Warga pun tidak bisa menggunakan transportasi udara, dikarenakan mahal ongkos angkutnya, sementara warga tidak mendapat subsidi, padahal warga menggantungkan sumber kehidupannya dari hasil panen pertanian dan perkebunan.

Kerugian bukan hanya dirasakan oleh para petani, tapi juga berimbas kepada para pengepul yang berasal dari Gempong/Kampung Rajewali Kecamatan Ketol Aceh Tengah, mereka mengatakan pada saat peristiwa longsor dan banjir terjadi di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya, warga sedang panen raya durian. Akan tetapi warga belum sempat menjualnya karena terhalang banjir dan longsor.

Dan sampai saat ini Aceh belum pulih sepenuhnya, bukan hanya dari segi ekonomi, bahkan dari trauma bencana pun mereka masih sangat ketakutan untuk kembali ke rumah masing-masing,karena khawatir ada bencana susulan, dan pemerintah sangat terlambat menetapkan tanggap darurat atas peristiwa yang terjadi di wilayah Aceh.

Info Lainnya  Realisasi Usulan 9 Pemekaran Daerah Di Jabar Tergantung Kemampuan Keuangan Negara

Karena lambatnya pemerintah dalam menangani pasca bencana Aceh, hal ini berimbas kepada ekonomi warga, mulai dari sulitnya menjual hasil pertanian dan perkebunan, hingga kesulitan mendapatkan pekerjaan, bahkan bantuan pun tidak teralokasi secara merata.

Inilah bukti negara abai terhadap rakyatnya, karena sistem yang ada saat ini hanya mementingkan keuntungan diatas segalanya. Inilah paradigma yang muncul ketika negara hanya mementingkan untung-rugi dalam membuat alokasi dana pemulihan dengan serba terbatas, seolah-olah negara tidak memiliki dana untuk membantu korban bencana. Padahal jelas dalam undang-undang, bahwasanya negara bertanggung jawab atas rakyatnya, apalagi saat ada musibah dan negara harus cepat tanggap dalam penanggulangan bencana. Disini lah kita bisa menilai bahwa negara telah gagal menjalankan perannya sebagai raa’in (pengurus rakyat).

Dalam sistem kapitalis hari ini, rakyat dibiarkan berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan mendasar, sementara anggaran negara dipakai untuk investasi, akibatnya sistem pengelolaan bencana menjadi lemah. Pemerintah hanya fokus pada para pengusaha dan pemilik modal, yang bisa memberi mereka kekuasan hingga akhirnya mereka lupa akan kewajibannya. Mereka lupa jika kelak di akhirat seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah terhadap apa yang menjadi amanah mereka.

Dalam sistem Islam pada dasarnya peran negara adalah raa’in (pengurus rakyat). Pemerintah akan langsung tanggap dalam penanggulan bencana, memberikan bantuan juga mengalokasikannya secara merata untuk segera memulihkan kembali ekonomi. Bantuan disalurkan langsung sesuai kebutuhan, misalnya untuk korban sakit, tua, difabel, atau kehilangan mata pencaharian, bukan untuk pencitraan.

Untuk pendanaan bencana diambil dari Baitul Maal yang jumlahnya besar, dialokasikan berdasarkan kemaslahatan masyarakat, baik untuk pemulihan ekonomi, pendidikan, maupun layanan dasar. Penyaluran bantuan akan langsung disalurkan secara cepat, tepat, merata dan adil, seperti untuk para lansia, tenaga medis untuk yang sakit juga bantuan untuk para laki-laki pencari nafkah karena kehilangan mata pencaharian mereka. Pasca bencana pemerintah juga mendirikan kembali sarana pendidikan, kesehatan dan tempat umum yang hancur oleh bencana, juga memberikan pelayanan untuk menghilangkan trauma pada masyarakat.

Info Lainnya  Letjen Achmad Tirtosudiro dari HMI ke TNI: Benang Merah Persatuan Sipil-Militer dalam Membangun Bangsa

Begitulah negara Islam meriayah umat hingga rakyat tidak akan merasa kesulitan, meskipun ditimpa bencana yang tiada henti, karena negara senantiasa menolong dan melayani rakyatnya, seperti seorang ayah yang melindungi anaknya kapan pun mereka butuh. Sungguh umat saat ini merindukan sosok pemimpin seperti Baginda Rasulullah SAW saat memimpin umatnya di Madinah, dan tentunya umat pun sejahtera dibawah kepimimpinan Islam.

Yang dibutuhkan umat saat ini adalah solusi untuk permasalahan yang ada, dan ini bisa terwujud apabila syariat Islam diterapkan secara kaffah di seluruh dunia, dan hanya Islamlah yang bisa memberi kemaslahatan untuk umat, juga kesejahteraan akan dirasakan oleh seluruh rakyat. Dan ini hanya akan terwujud apabila manusia kembali kepada aturan Islam yaitu hukum Allah yang ada dalam Al qur’an dan As-sunnah serta tetap istiqamah dalam mendakwahkan Islam kaffah ke tengah-tengah umat. Seperti firman Allah ta’ala : “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka keberkahan dari langit dan bumi.” ( Q.S. Al- A’raf ayat 96). Wallahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000586

article 138000587

article 138000588

article 138000589

article 138000590

article 138000591

article 138000592

article 138000593

article 138000594

article 138000595

article 138000596

article 138000597

article 138000598

article 138000599

article 138000600

article 138000601

article 138000602

article 138000603

article 138000604

article 138000605

article 138000606

article 138000607

article 138000608

article 138000609

article 138000610

article 138000611

article 138000612

article 138000613

article 138000614

article 138000615

article 138000616

article 138000617

article 138000618

article 138000619

article 138000620

article 138000621

article 138000622

article 138000623

article 138000624

article 138000625

article 138000626

article 138000627

article 138000628

article 138000629

article 138000630

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 138000646

article 138000647

article 138000648

article 138000649

article 138000650

article 138000651

article 138000652

article 138000653

article 138000654

article 138000655

article 138000656

article 138000657

article 138000658

article 138000659

article 138000660

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 158000426

article 158000427

article 158000428

article 158000429

article 158000430

article 158000436

article 158000437

article 158000438

article 158000439

article 158000440

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 238000301

article 238000302

article 238000303

article 238000304

article 238000305

article 238000306

article 238000307

article 238000308

article 238000309

article 238000310

article 238000311

article 238000312

article 238000313

article 238000314

article 238000315

article 238000316

article 238000317

article 238000318

article 238000319

article 238000320

article 238000321

article 238000322

article 238000323

article 238000324

article 238000325

article 238000326

article 238000327

article 238000328

article 238000329

article 238000330

article 238000331

article 238000332

article 238000333

article 238000334

article 238000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

article 238000351

article 238000352

article 238000353

article 238000354

article 238000355

article 238000356

article 238000357

article 238000358

article 238000359

article 238000360

article 238000361

article 238000362

article 238000363

article 238000364

article 238000365

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

sumbar-238000291

sumbar-238000292

sumbar-238000293

sumbar-238000294

sumbar-238000295

sumbar-238000296

sumbar-238000297

sumbar-238000298

sumbar-238000299

sumbar-238000300

sumbar-238000301

sumbar-238000302

sumbar-238000303

sumbar-238000304

sumbar-238000305

sumbar-238000306

sumbar-238000307

sumbar-238000308

sumbar-238000309

sumbar-238000310

sumbar-238000311

sumbar-238000312

sumbar-238000313

sumbar-238000314

sumbar-238000315

sumbar-238000316

sumbar-238000317

sumbar-238000318

sumbar-238000319

sumbar-238000320

sumbar-238000321

sumbar-238000322

sumbar-238000323

sumbar-238000324

sumbar-238000325

sumbar-238000326

sumbar-238000327

sumbar-238000328

sumbar-238000329

sumbar-238000330

sumbar-238000331

sumbar-238000332

sumbar-238000333

sumbar-238000334

sumbar-238000335

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

sumbar-238000351

sumbar-238000352

sumbar-238000353

sumbar-238000354

sumbar-238000355

sumbar-238000356

sumbar-238000357

sumbar-238000358

sumbar-238000359

sumbar-238000360

sumbar-238000361

sumbar-238000362

sumbar-238000363

sumbar-238000364

sumbar-238000365

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

news-1701