Artikel

Menggugat Hari Jadi Garut Melalui Jejak Sejarah

×

Menggugat Hari Jadi Garut Melalui Jejak Sejarah

Sebarkan artikel ini

MENGGUGAT HARI JADI GARUT MELALUI JEJAK SEJARAH
oleh: Kang Oos Supyadin, Garsel

Pendahuluan

Berdasarkan sejarah Limbangan Garut, bahwa Keberadaan berdirinya Kerajaan Limbangan ( Garut ) dimulai sejak keberadaan Kerajaan Rumenggong atau Keprabuan Kerta Rahayu alias Keprabuan Galeuh Pakuan, yang rajanya bernama Prabu Rakean Layaran Wangi atau Prabu Jayakusumah I.

Namun sejak Keprabuan Galeuh Pakuan pecahan dari Kerajaan/ Keprabuan Rumenggong maka dirubah namanya menjadi Kabupaten Limbangan oleh Adipati Limansenjaya atau Prabu Wjayakusumah II yang tiada lain beliau masih cucunya Sunan Rumenggong atas perintah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon pada tahun 1525 M.

Sunan Rumenggong adalah masih keturunan Prabu Jaya Dewata ( Prabumulih Siliwangi ) dari Nyi Putri Inten Dewata ( putra Dalem Pasehan Timbanganten ) dan masih saudara dari Sunan Ranggalawe ( Ratu Timbanganten ).

Sunan Rumenggong mempunyai 3 putra, yaitu : Prabu Mundingwangi atau Sunan Cisorok, Nyi Putri Buniwangi/ Nyi Rambut Kasih Lh. + 1470, dan Dalem emas ( dari isteri keduanya ).

Nyi Putri Buniwangi atau Nyi Putri Rambut Kasih menikah dengan Prabu Layakusumah putra Sri Baduga Maharaja dari Ratu Anten. Prabu Layakusumah adalah raja di Keprabuan Pakuan Raharja ( Cicurug Sukabumi ) sebagai vazal Kerajaan Pakuan Pajajaran ( Bogor ). Dari pernikahannya dikaruniai putra kembar yakni : Prabu Wastu Dewa dan Prabu Hande Liman Sanjaya.

Menurut riwayat lain, disebutkan bahwa bahwa Sunan Rumenggong dari isteri pertama tidak mempunyai putra, tetapi memelihara Putri Ambetkasih/Nyi Putri Buniwangi putra Sunan Patinggi Buniwangi.

Dari isteri keduanya Sunan Rumenggong dikaruniai 7 orang putra, yaitu:
1. Dalem Mangunharja ( Sunan Galunggung )
2. Dalem Singaharja
Nagaparana
3. Dalem Manggunrembung/Prabu Mundingwangi ( Sunan Cisorok )
4. Dalem Mangunreksa ( Sunan Manglayang Bandung)
5. Dalem Manguntaruna (Purbalingga Jawa Tengah atau dikenal dengan Prabu Lingga Jambu Karang yang merupakan buyutnya Dipati Ukur)
6. Dalem Emas ( Sunan Bunikasih )
7. Dalem Mangunkusumah ( Lemah putih Depok )

Menurut riwayat, bahwa pada + tahun 1600 M Nagaparana pernah mengadakan pemberontakan, yang menyebabkan tewasnya Tumenggung Wangsanagara (Sunan Kareseda ) putra Prabu Wijayakusumah II ( Sunan Cipancar ) di suatu tempat yang sekarang disebut Ragahiyang di Gunung Sadakeling. Pemberontakan ini dapat dipadamkan oleh Dalem Santowaan cucu Prabu Mundingwangi ( Dalem Cibolerang Wanaraja ).

Setelah wafat Sunan Rumenggong dimakamkan di Kampung Poronggol ( sekarang termasuk Desa Ciwangi Kecamatan Limbangan ). Sedangkan saudaranya, Sunan Patinggi makamnya ada di Kampung Nangkujajar Limbangan.

Sepeninggalnya Sunan Rumenggong maka Prabu Mundingwangi putra Sunan Rumenggong menggantikan ayahnya menjadi Prabu di Keprabuan Rumenggong atau Kerta Rahayu. Menurut Rd. Soemarna, ada kemungkinan beliau memindahkan pusat pemerintahannya dari Kertarahayu ke Dayeuhmanggung dan menikahi putri Sunan Dayeuhmanggung saudaranya Sunan Gordah dan mempunyai putra bernama Prabu Salalangu Layakusumah.

Sepeninggal Prabu Mundingwangi ( Sunan Cisorok ), Keprabuan Kerta Rahayu dilanjutkan oleh putranya , yaitu Prabu Salalangu Layakusumah. Menurut Silsilah menak-menak Limbangan, beliau adalah kakek dari garis ibu Prabu Wijayakusumah atau Sunan Cipancar. Setelah Prabu Salalangu Layakusumah wafat diganti oleh putranya Dalem Santowaan atau disebut juga Santowaan Nusakerta.

Dalem Santowaan menggantikan Prabu Salalangu Layakusumah, tetapi tidak di Keprabuan Kerta Rahayu, karena wilayah Keprabuan Kerta Rahayu telah dibagi tiga wilayah, yaitu Kaprabuan Galeuh Pakuan, Kaprabuan Sudalarang dan Kadaleman Cibolerang Wanaraja.

Kaprabuan Galeuh Pakuan, dipimpin oleh Dalem Adipati Limansenjaya atau Prabu Wijayakusumah II ( Sunan Cipancar ), yang menggantikan ayahnya Prabu Hande Limansenjaya. Wilayahnya meliputi yang sekarang termasuk Kecamatan Limbangan, Cibiuk, Leuwigoong, Selaawi, Malangbong, Karangtengah, Cibatu , Wanaraja dan Karangpawitan.

Kaprabuan Sudalarang, dipimpin oleh Dalem Singadipati I, yang menggantikan ayahnya Prabu Wastu Dewa. Wilayahnya meliputi yang sekarang termasuk Kecamatan Sukawening dan Karangtengah Kab. Garut.

Dan Dalem Santowaan memimpin Kadaleman Cibolerang Wanaraja. Pusat Kadalemannya, adalah di suatu tempat antara Cibolerang dan Bojongsari ( arah sebelah Barat Daya Kp.Cinunuk Hilir Wanaraja ). Wilayah Kadaleman Cibolerang meliputi yang sekarang termasuk wilayah Cipicung (Banyuresmi), Cinunuk ( Wanaraja ), Cimurah, Calingcing dan Suci Karangpawitan.

Ada kemungkinan makam yang berada disana, adalah makam Dalem Santowaan dan isterinya. Makam tersebut sampai sekarang tidak ada yang memelihara atau mengurusnya.

Dalem Nayawangsa adalah Dalem di daerah Cipacing Wanakerta, yang sekarang termasuk wilayah Kec. Cibatu Kab. Garut.

Bupati Pertama Limbangan Garut

Dalem Nayawangsa putra Dalem Santowan Nusakerta putra Prabu Salalangu Layakusumah putra Sunan Cisorok putra Sunan Rumenggong diangkat sebagai Bupati Limbangan yang pertama ( 1660 – 1678 M ) oleh Pangeran Rangga Gempol III Bupati Sumedang ( 1656 – 1705 ). Setelah wafat pada pada tahun 1678 M, beliau digantikan oleh Dalem Mertasinga (1678 – 1726 ) putra Dalem Adipati Rangga Megatsari.

Oleh karena Kabupaten Limbangan Garut saat itu penduduknya hanya 200 keluarga, maka berdasarkan Keputusan VOC tanggal 15 Nopember 1684 statusnya menjadi Distrik ( Kawadanaan ) Kabupaten Sumedang. Namun pada tahun 1705 statusnya dikembalikan menjadi Kabupaten di bawah Kesultanan Cirebon.

Dalem Nayawangsa menikah dengan Ny Rd. Ayu Kuningan putra Dalem Sanggadipati II ( Ragadiyem ) cucu Prabu Wastu Dewa ( Keprabuan Sudalarang ) maka berputra 2 yaitu Dalem Kudawireksa atau Kudawarsa dan Dalem Wangsareja.

Bupati Kedua Limbangan Garut

Setelah wafat Dalem Nayawangsa sebagai Bupati pertama pada tahun 1678 M, beliau digantikan oleh Dalem Mertasinga (1678 – 1726 ) putra Dalem Adipati Rangga Megatsari Suriakusumah putra Dalem Tumenggung Jiwamerta putra Dalem Tumenggung Wangsanagara /Sunan Kareseda / Sunan Cipacing / Prabu Cakrawati putra Sunan Cipancar.

Dalem Mertasinga wafat pada tahun 1727 sebagaimana diberitakan didalam D.14 Januari 1726. Menurut Jongsbloet tahun 1714 Dalem Mertasinga memiliki 160 umpi.

Bupati Ketiga Limbangan Garut

Ketika Dalem Nayawangsa wafat, cucunya bernama Wangsadita I masih belum dewasa, oleh karena itu Dalem Nayawangsa diganti oleh Dalem Mertasinga. Meskipun demikian, Wangsadita I tetap memegang hak sebagai bupati Limbangan. Menurut Silsilah Limbangan Dalem Wangsadita I adalah putera Dalem Kudawireksa, yang tidak sempat menjadi bupati mungkin karena wafat mendahului Dalem Nayawangsa. Didalam “Resulutie” VOC disingkat “R”tertanggal 23 Oktober 1710 ditetapkan bahwa Wangsadita I akan menjadi bupati Limbangan mengganti Dalem Mertasinga bila Dalem Mertasinga wafat, padahal Dalem Mertasinga mempunyai pula putera Dalem Sutamerta, dan ketika itu Dalem Mertasinga belum wafat.

Dalem Mertasinga wafat pada tahun 1727 sebagaimana diberitakan didalam D.14 Januari 1726. Menurut Jongsbloet tahun 1714 Dalem Mertasinga memiliki 160 umpi dan Raden Wangsadita (1) hanya 40 umpi, hal mana menunjukan bahwa Dalem Wangsadita I ketika itu menjadi kepala Distrik di Limbangan. Setelah Dalem Mertasinga wafat,1726 Dalem Wangsadita I mengajukan permohonan untuk menjadi bupati menggantikan Dalem Mertasinga pada bulan Desember 1726 juga. Nampaknya permohonan Dalem Wangsadita I dikabulkan oleh VOC dan menurut D.28 November 1730 Dalem Wangsadita I menyebut dirinya sebagai Raden Rangga Limbangan. Dalem Wangsadita I alias Raden Rangga Limbangan mempunyai putera 10 orang :
1. Dalem Surianagara
2. Dalem Wangsadita ( II )
3. Dalem Suriapraja atau Suriadipraja
4. Nyi Raden Natakaraton
5. Nyi Raden Rajakaraton
6. Raden Panghulu Limbangan
7. Nyi Raden Purba
8. Raden Wangsapraja
9. Raden Wangsadinata
10. Nyi Raden Pandon

Raden Surianagara sebagai putera sulung Dalem Wangsadita I menikah dengan Ratupanganten, yang terkenal dengan nama Nyi Raden Rajaningrat puteri dari pangeran Adipati Kusumadinata alias Pangeran Kornel.

Berikut daftar bupati Limbangan Garut :
1. Dalem Nayawangsa, Bupati Limbangan 1 ( 1660 – 1678 M )
2. Dalem Mertasinga, Bupati Limbangan 2 (1678 – 1726 )
3. Dalem Wangsadita I, Bupati Limbangan 3 (1726 – 1740 M).
4. ?— Bupati Limbangan 4 (1740 – 1744 M).
5. Rangga Bungsu Bupati Limbangan 5 (1744 – 1755 M).
6. Dalem Suriapraja I, Bupati Limbangan 6 (1755 – 1799 M).
7. Tumenggung Wangsakusumah II, Bupati Limbangan 7 (1799 – 1811 M)

8. RAA Adiwijaya (1813 – 1831)

Beliau memimpin Kabupaten Limbangan dari tahun 1813 sampai tahun 1831. Nama Garut ditetapkan pada masa kepemimpinannya.

9. Adipati Kusumadinata

Adipati Kusumadinata menjadi Bupati ke dua dari Kabupaten Limbangan. Beliau menjabat sebagai Bupati Limbangan dari tahun 1831 sampai dengan tahun 1833.

10. Tumenggung Djajadiningrat

Bupati Kabupaten Limbangan selanjutnya bernama Tumenggung Djajadiningrat. Beliau memimpin dari tahun 1833 sampai dengan tahun 1871.

11. Adipati Aria Wiranudatar VII

Adipati Aria Wiranudatar VII atau disebut juga dengan nama Dalem Bintang, menjadi Bupati Kabupaten Limbangan yang terakhir. Beliau memimpin dari tahun 1871 – 1915.

12. Adipati Suria Karta Legawa

Bupati Garut pertama bernama Adipati Suria Karta Legawa. Beliau memimpin Kabupaten Garut dari tahun 1915, hingga tahun 1920.

13. Adipati Moh. Musa Suria Karta Legawa

Bupati Garut selanjutnya bernama Adipati Moh. Musa Suria Karta Legawa. Beliau memimpin dari tahun 1929, sampai dengan tahun 1944.

14. Endung Surjaputra

Endung Surjaputra adalah Bupati Kabupaten Garut selanjutnya dari tahun 1944 sampai dengan tahun 1945.

15. Kali Wiraamihardja

Kali Wiraamihardja memimpin Kabupaten Garut dari tahun 1945 – 1948.

16. Tumenggung Agus Padmanegara

Tumenggung Agus Padmanegara memimpin Kabupaten Garut dari tahun 1948 – 1949.

17. T. Kartahudaja

T. Kartahudaja menjabat sebagai Bupati Kabupaten Garut dari tahun 1949 -1950.

18. Sabri Kartasomantri

Sabri Kartasomantri menjabat sebagai Bupati Kabupaten Garut dari tahun 1950 – 1956.

19. Moch. Enoh Kartanegara

Moch. Enoh Kartanegara menjabat sebagai Bupati Kabupaten Garut dari tahun 1956 – 1960.

20. Gahara Widjaja Surja

Gahara Widjaja Surja menjabat sebagai Bupati Kabupaten Garut dari tahun 1960 – 1966.

21. Letkol. Akil Ahjat Mansjur

Letkol. Akil Ahjat Mansjur menjabat sebagai Bupati Kabupaten Garut dari tahun 1966 – 1967.

22. M. B. Jakob Iskak

M. B. Jakob Iskak menjabat sebagai Bupati Kabupaten Garut dari tahun 1967 – 1973.

23. Drs. Moh. Sjamsudin

Drs. Moh. Sjamsudin menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 1973 – 1973.

24. Ir. Hasan Wirahadikusumah

Ir. Hasan Wirahadikusumah menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 1973 – 1978.

25. Letkol. Iman Sulaeman

Letkol. Iman Sulaeman menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 1978 – 1983.

26. Letkol. Taufik Hidajat

Letkol. Taufik Hidajat menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 1983 – 1988.

27. Momon Gandasasmita SH

Momon Gandasasmita SH menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 1988 – 1993.

28. Drs. H. Toharuddin Gani

Drs. H. Toharuddin Gani menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 1993 – 1998.

29. Drs. A. Dede Satibi

Drs. A. Dede Satibi menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 1999 – 2004.

30. Letkol H. Agus Supriadi

Agus Supriadi menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 2004 – 2009.

31. Aceng H. M. Fikri

Aceng H. M. Fikri menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013. Inilah pertamakalinya Kabupaten Garut mempunyai Wakil Bupati seorang artis, yaitu Dicky Candra, dengan nama lengkap Rd. Dicky Candranegara.

32. Agus Hamdani G.S. S. Pd. I

Agus Hamdani G.S. S. Pd. I menjabat sebagai Bupati Kabupaten Garut dari tahun 2013 – 2014. Jabatannya cukup singkat dikarenakan Dicky Candra mundur sebagai Wakil Bupati.

Kemudian H. Agus Hamdani G.S. S. Pd. I menggantikan posisi sebagai Wakil Bupati. Kemudian, di tengah perjalanan, Aceng H. M. Fikri harus berhenti di tengah jalan, dan digantikan oleh H. Agus Hamdani G.S. S. Pd. I.

33. H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., M.P.

H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., M.P. menjabat sebagai Bupati Garut dari tahun 2014 sampai saat ini. Beliau terpilih dua periode menjabat sebagai Bupati Garut. Adapun nama Wakil Bupatinya adalah dr. H. Helmi Budiman.

Kesimpulan

1. Pada tahun 1525, Sunan Gunung Djati alias Waliyullah Syekh Syarif Hidayatullah mengangkat Liman Senjaya sebagai Bupati Limbangan dibawah kerajaan Cirebon

2. Pada tahun 1660, Raja Gempol III Kerajaan Sumedang Larang menetapkan Dalem Nayawangsa sebagai Bupati Pertama Limbangan

3. Pada tanggal 16 Pebruari tahun 1813, RAA Adiwijaya diangkat sebagai Bupati Pertama, bersamaan dengan pengembalian status Kabupaten Limbangan oleh Thomas Stamford Raffles. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal No: 60 tertanggal 7 Mei 1913, nama Kabupaten Limbangan diganti menjadi Kabupaten Garut dan beribu kota Garut pada tanggal 1 Juli 1913.

Sebagai penelusur sejarah maka hari lahir Garut pun harus kental dan kaya akan sejarah agar mendatangkan berkah serta nilai-nilai kesejarahan itu sendiri.

Misalnya, apa salahnya pemda Garut menetapkan hari jadi Garut itu mengambil dari saat pengangkatan Sunan Cipancar menjadi Bupati Limbangan. Sebab peristiwa ini diyakini syarat makna dan khazanah sejarah Islam yang kuat, dimana Sunan Cipancar diberikan tugas oleh Sunan Gunung Djati untuk mengislamkan tatar Sunda Garut.

Tulisan ini upaya menggugat hari jadi Garut melalui pendekatan aspek sejarah perjalanan Garut itu sendiri yang tidak mungkin dilepaskan dari perjalanan sejarah Limbangan.

Semoga tulisan ini bermanfaat

Info Lainnya  Menggugat Label AIR PEGUNUNGAN, Dalam Upaya Menyelaraskan Narasi Pemasaran Dengan Realitas Sains Hutan dan Siklus Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel

Oleh: (Edi Sutiyo, SH Ketum Simpe Nasional/ Pembina Jaringan  Advokasi Rakyat  Indonesia dan Pembina Law Office Juctice Jurnal) Bandung, Minggu (18/10/2026). Jika ingin…

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701