Arjasari, Bandung, Idisi Online – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Arjasari resmi menutup rangkaian acara Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Rabu 21 Oktober hingga Minggu 25 Oktober 2026 tersebut dipusatkan di tingkat Kecamatan Arjasari.
Ketua MWCNU Kecamatan Arjasari, Ustadz Agus Suhana, S.Ag., mengatakan peringatan Hari Santri tahun ini dikemas dalam Gebyar Hari Santri tingkat Kecamatan Arjasari dengan berbagai kegiatan keagamaan.

“Dalam rangka memperingati Hari Santri kami melakukan Gebyar Hari Santri tingkat Kecamatan Arjasari. Ada pembacaan Sholawat Nariyah 4.444 kali, ziarah ke para Muharrik NU Kecamatan Arjasari, sampai puncak acara Istighosah, Tabligh Akbar dan santunan anak yatim. Ini adalah momentum untuk mempersatukan umat,” ujar Ustadz Agus Suhana.

Rangkaian acara yang dimulai dengan pembacaan Sholawat Nariyah 4.444 kali tersebut kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam para muharrik atau perintis NU di wilayah Kecamatan Arjasari sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para ulama.
Puncak acara digelar dengan Istighosah bersama, santunan anak yatim, dan Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme warga Nahdliyin.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Arjasari Dian Wardana, S.IP., M.AP., Kepala Desa Patrolsari Agus Supriyadi, para tokoh dan alim ulama Nahdliyin, serta keluarga besar GP Ansor dan Banser.
Peringatan Hari Santri ditutup dengan Tabligh Akbar yang disampaikan oleh KH. Asep Samsudin, S.Ag.
Dengan berakhirnya rangkaian ini, MWCNU Arjasari berharap semangat Hari Santri dapat terus mempersatukan umat dan menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Rep. Edwin













