Kabupaten Bandung, Idisi Online – Minggu, 25 Oktober 2026. Pemilihan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bandung yang akan digelar pada 7 November 2026 menjadi perhatian publik.
Ajang ini bukan sekadar pergantian pimpinan, tetapi menjadi momen bersejarah yang menguji kematangan demokrasi di tingkat pemerintahan desa.
Pemilihan kali ini dinilai sebagai bukti bahwa organisasi yang menaungi 270 lebih kepala desa di Kabupaten Bandung mampu tumbuh dewasa dengan mengedepankan asas kebebasan, keadilan, dan kedaulatan suara anggota.
Pertarungan tahun ini menghadirkan dua kandidat dengan dua latar belakang yang berbeda, yang mencerminkan dinamika dan harapan baru bagi APDESI.
Sorotan Pada Calon Pertama: Ismawanto Somantri
Sosok yang mencuri perhatian adalah Ismawanto Somantri, S.H., S.IP., Kepala Desa Tenjolaya dua periode.
Ia datang bukan dari lingkaran kekuasaan yang sudah mapan, melainkan dari kalangan kepala desa biasa yang tumbuh dan berjuang bersama masyarakat di lapangan. Perjalanannya lahir dari proses yang sederhana dan tulus hingga akhirnya dipercaya masyarakat selama dua periode memimpin Desa Tenjolaya.
Saat ini, Ismawanto tengah menempuh pendidikan S2 Magister Ilmu Hukum di Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, menunjukkan semangatnya untuk terus belajar demi melayani masyarakat dengan lebih baik.
Yang membuat sosoknya menjadi pembicaraan adalah keberaniannya.
Di tengah pola lama yang sering mengandalkan kesepakatan sepihak, Ismawanto berani berdiri di depan untuk memperjuangkan agar pemilihan Ketua APDESI dilaksanakan secara murni dan demokratis.
“Keberanian menyuarakan kebenaran dan menuntut proses yang jujur adalah langkah mulia. Hak memilih adalah hak setiap anggota, dan pemimpin yang lahir dari suara bebas akan lebih kuat dan dipercaya,” demikian semangat yang ia bawa.
Ia maju dengan slogan tegas dan membakar semangat:
“APDESI Kudu Nangtung Ker Ngawangun Kabupaten Bandung”
APDESI harus berdiri tegak untuk membangun Kabupaten Bandung.
Dua kandidat, dua latar belakang, satu tujuan: membawa APDESI Kabupaten Bandung menjadi organisasi yang lebih solid, berani memperjuangkan kesejahteraan desa, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Kabupaten Bandung dari desa.
Pemilihan pada 7 November 2026 nanti akan menjadi penentu, apakah APDESI Kabupaten Bandung akan melangkah menuju demokrasi yang lebih dewasa, ataukah tetap dalam pola lama.
Redaksi IO, Edwin S













