Garut, Idisi Online – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Jayamukti yang berada di Desa Mekarmuki Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut, dalam tata kelola usaha yang telah menelan modal sekurangnya 350 Juta, kini tengah jadi sorotan tajam.
Pasalnya modal usaha Bumdes yang bersumber dari Dana Desa (DD) Mekarmukti itu, diketahui minim hasil. Apalagi untuk berkontribusi melalui Pendapatan Asli Desa (PADes).

Hal tersebut tidak dipungkiri oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Asep saat diwawancarai Awak media diruang kerjanya, Jumat (23/10/2026).
“PADes yang didapat dari Bumdes tahun ini sekitar 10 juta. Memang masih minim karena usaha bumdes masih belum lama di program ketahanan pangan yang bermodal cukup besar, mencapai lebih dari 300 juta” ungkap Asep.
Ditambahkan Asep, penyertaan modal sebelumnya dan usaha yang dijalankan masih ada.
“Sebelumnya memang ada juga penyertaan modal sekitar 50 juta untuk usaha jualan ATK dan BRI link, itu masih berjalan. Lebih rincinya mungkin bisa dengan Direktur Bumdes, Bu Mimin”ucap Asep.

Berhasil terkonfirmasi melalui sambungan Selulernya, Mimin selaku Direktur Bumdes tidak menampik dan memaparkan tumbuh kembang usaha yang dikelola Bumdes.
“Kami terima penyertaan modal untuk program ketahanan pangan senilai Rp. 301.000.000, dialokasikan untuk usaha budi daya ayam, yang merugi tidak berjalan lagi. Budidaya ikan dan sektor pertanian yang bermitra dengan kelompok tani” papar Mimin.
Dilain pihak, salah seorang ketua Kelompok tani, Budi mangakui adanya kucuran dana untuk usaha anggota kelompoknya.
“Memang ada penyertaan modal ke kelompok kami dari Bumdes senilai 59 juta yang terbagi kepada 8 orang petani. Kami memberi kontribusi rata rata 1,5 juta tiap 3 Bulan. Hanya usaha ayam yang berhenti dialihkan untuk tani bawang” ujar Budi.
Disinggung jumlah kelompok tani yang ada, Mimin berkilah modal usaha tidak hanya disalurkan melalui kelompok.
“Modal usaha juga ada yang disalurkan kepada perorangan, tidak semua kepada kelompok”, kilah Mimin.
Transparansi penyertaan modal Bumdesa Mekarmukti serta hasil usaha yang tergolong minim. Mematik pertanyaan besar dan kekhawatiran publik adanya tata kelola yang tidak baik.
Sejauh ini hingga berita terpublikasi, Kepala Desa Mekarmukti dan BPD belum dapat ditemui untuk diminta penjelasannya.
*** Her













