IDISI ONLINE,-
Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Desa Nanjung, ada sebuah tempat bernama Curug Jompong,yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Saat melewati Kampung Koreh Kotok di Desa Nanjung, aliran Sungai Citarum terhambat karena terhalang bukit, sehingga arus air berbalik dan menggenang. Dampak tersumbatnya aliran Citarum dikawasan tersebut mengakibatkan banjir yang setiap tahun melanda wilayah Kecamatan Katapang, Dayeuhkolot, dan Baleendah.
Sehingga pemerintah berinisiatif membuat terowongan agar air bisa melaju dengan lancar. Maka dibuatlah Terowongan Nanjung, menembus bukit batu, yang mencapai panjang 230 meter, dengan lebar 8 meter.
Terowongan Nanjung dibangun pada November 2017, selesai Desember 2019 dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 317 miliar, bersumber dari APBN.
Tujuan dibangunnya terowongan tersebut, sebagai solusi mengatasi permasalahan banjir yang setiap tahun melanda kawasan Balendah dan Dayeuhkolot. ***

Jika menoreh ke belakang, konon di tahun 1980 – an kawasan sekitar Curug Jompong masih berupa hutan yang dihuni sejumlah binatang seperti Kera, Kalong (Lalay Badot kata orang Sunda), dan jenis binatang lainnya.
Namun sejak dilaksanakan pembangunan terowongan, yang areanya menembus bukit batu dikawasan tersebut, konon kawanan Kera dan satwa lainnya tidak nampak lagi. Dan kini kawasan tersebut jadi destinasi wisata. Setiap hari selalu ada pengunjung, terutama wisatawan lokal. Kawasan Terowongan Nanjung cukup menyuguhkan panorama alam yang indah, sebagai pilihan tempat rekreasi bersama keluarga atau sekedar jalan – jalan saja.

Di sekitar tempat tersebut tersedia warung-warung kecil yang menyediakan aneka makanan dan minuman.
Ketika kita jalan – jalan berkunjung ke Terowongan Nanjung, tidak khawatir perut lapar, asal ada uang, aneka jajanan makanan tersedia disana. Tentu saja dengan harga yang terjangkau! ***














