Oleh : Elut Haikal
Sukabumi- IDISIONLINE | Perhelatan Pilres masih terasa hangat baru setahun lebih berjalan, roda Pemerintahan pun sedang berproses menuju target Janji Pilres, sehingga sulit dievaluasi secara dini sutuhnya tepat atau tidak pencapaian visi misinya.
Akan tetapi Elit Politik sudah mulai terasa gaduh mengatur strateginya untuk kepentingan politik kekuasaan, ditengah wacana keseriusan DPR RI pada PROLEGNAS akan mengesahkan Draf RUU Pemilu tentang pengaturan pelaksanaan Pilpres, Pileg dan Pilkada secara serentak di kurun waktu yang sama yaitu 2024 dan bulan yang berbeda.
Tentu hal ini menambah keprihatinan masyarakat ditengah situasi Pandemi dan krisis ekonomi, yang tidak menentu.
Seharusnya semua fokus dan terkonsentrasi pada penanggulangan wabah pendemi dan krisis ekonomi yang terus merosot, bukan sibuk urus Koalisi, sehingga program kerja Pemerintahan bisa sesuai visi misi pada janjinya, mencapai target yang maksimal.
Tetapi sudah tampak lobi-lobi antar partai, mulai berjalan untuk mencari koalisi baru, semua ikut ambil bagian.
Figur-figur calon mulai di gadang gadang tampil. Dapat dibayangkan bila tahun ini elit politik terus mendorong terjadinya koalisi, dari tahun ke tahun, persoalan itu politik melulu. Apa tidak ada persoalan yang lain?
Akan tercapaikah program kerja sesuai rencana untuk Kesejahtraan dan kemajuan rakya nya ?
Padahal yang ditunggu masyarakat saat ini yang paling utama bukan hiruk pikuknya elit politik pada politik kekuasaan semata tapi hasil pemilu yang berwujud nyata pada kemajuan pembangunan Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Kesejahtraan dll yang berkeadilan. Sesuai amanat UUD 45.
Bila kita lihat kebelakang secara singkat tentang perjalanan politik bangsa pada system tatanan pengelolaan Pemerintahan, jelas saat itu dikelola dan dipimpin dibawah tekanan kolonial Kerajaan Belanda.
Dimana pribumi tidak memiliki kesempatan menjadi pemimpin pemerintahan untuk menata dan mengatur negerinya.
Baru pada masa kemerdekaan itulah bangsa dan rakyat ini memiliki kesempatan menentukan sikap di negerinya sendiri. Setelah penyerahan kekuasan dan system Pemerintahan dari Belanda pada rakyat, kita tentu masa transisi pemerintahan pun meneruskan yang sudah ada terlebih dahulu.
Tetapi sungguh luar biasa pelaku sejarah bangsa ini, semua unsur rakyat, para tokoh dan para pahlawan sebelum peralihan kekuasaan sudah mempersiapkan rancang bangun Idiologi dan perubahan tata kelola Pemerintahan negara yang disesuaikan keinginan cita cita kondisi bangsanya, yang di tuang dalam UUD 45 serta garis garis besar haluan negara demi kemajuan, “kesejahtraan adil dan makmur” sebagai landasan nya.
Dimana cara berpolitik nya pun menganut Politik bebas Aktif baik kedalam maupun keluar artinya tidak berpedoman pada gaya Politik Komunis dan Libralis dengan sistem demokrasinya tetapi berpedoman pada Pancasilais.
Karna bangsa kita yang baru mau berdaulat kekuasaan Pemerintahan nya ibarat perawan yang sedang bersolek, menjadi incaran negara Adi kuasa Blok Timur Soviet yang bergaya pemerintahan centralisme dengan idiologi Komunis dan Blok barat yang bergaya Demokrasi libral nya.
Berharap Negara kita menjadi bagian penganut nya dengan segala cara.
Tentu aturan dunia harus diikuti oleh bangsa ini karna sah nya suatu negara harus memiliki seorang pemimpin pemerintahan dan kabinetnya, dimana partai politik sebagai wadah kekuatan alat pencapaian kekuasaan, yang sesuai dengan Idiologi yang dianutnya.
Sehingga jelas dalam ART dan ARD sebagai harapan cita cita bangsa murni tidak terkontaminasi pengaruh gaya faham dari luar politik manapun.
Sejarah perpolitikan pun terbentuk dengan banyak pertai saat itu, yang ikut partisipasi sebagai syarat lahirnya pemempin untuk kedaulatan bangsanya.
Namun sejak pertama pemerintahan berjalan bukan berarti tanpa sandungan, akan tetapi harapan cita cita bangsa yang utama inilah yang saat ini berada dan ditentukan oleh Partai partai sebagai kepanjangan amanat dari UUD 45.
Mampu kah partai yang ada bersatu padu sekuat tenaga berjuang memenuhi harapan rakyat nya untuk kemakmuran dan keadilan??
Kapan sejarah bangsa ini akan menjadi jaya dan kaya raya dengan potensi alam nya?








