Bandung, idisionline.com- Pemerintahan Desa (Pemdes) Neglasari, Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung yang saat ini tengah dipimpin oleh Kepala Desa (Kades) Atep Rodiana, S.Ag.
Dalam masa kepemimpinannya, Atep yang diketahui sebelumnya berprofesi sebagai kontraktor, dinilai belum menorehkan prestasi baik dalam tata kelola anggaran ataupun pembangunan, bahkan pelayanan publik kerap dikeluhkan warganya.
Pantauan awak media ke kantor Desa Neglasari, Rabu (21/07/2026) infrastruktur akses menuju ke kantor Des tampak rusak cukup parah. Bahkan jalan rabat beton yang terlihat masih belum lama direhab , terlihat telah rusak , diduga akibat pengerjaan yang asal jadi.
Hal tersebut jadi pemicu cibiran warga saat sempat di wawancari awak media.
“Jalan ini mah selamanya rusak, lurahnya lebih mementingkan sendiri dan kelompoknya. Coba saja periksa pak, jalan didepannya belum ada 5 bulan dibangun sudah rusak, kualitas tidak diperhitungkan yang penting untung”cibirnya.
Dilain tempat, seorang wanita lanjut usia yang tinggal digubug reyot bahkan menggumam dirinya merasa ditipu salah seorang staf Desa yang memungut uang 70 ribu.
“Saya tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah, sempat saya di Data oleh staf Desa janda ditinggal mati katanya mau ada bantuan. Tapi meminta uang 70 ribu, sampai saat ini bantuan tidak ada, uang 70 ribu yang bagi saya cukup berharga tidak tahu kemana” keluh wanita renta berusia 72 tahun itu.
Hingga tiba dikantor Desa, didapati hanya terlihat dua orang staf yang mengaku bagian pelayanan dan bagian kesra.
“Kebetulan pak Kades dan sekdes sedang tidak ada, kami coba telepon juga tidak respon. Kapasitas kami terbatas untuk menjawab pertanyaan wartawan, takut salah. Lagi pula saya baru satu tahun jadi perangkat Desa” tuturnya.
Lebih lanjut staf tersebut menyarankan awak media datang kembali lain waktu atau coba hubungi pak Kades lewat telepon.
“Mungkin lain waktu bisa datang lagi, biasanya pagi pak kades ada. Atau coba janjian dulu lewat telepon” imbuhnya seraya memberikan nomor seluler Kades.
Coba dihubungi melalui pesan whatApp, Kades merespon sedang ada kegiatan diluar.
“Saya sedang ada giat diluar, lain waktu saja kita ketemu kalau sudah sama sama santai” tukasnya.
Tanpa memberi kepastian waktu kapan bisa ketemu untuk wawancara, Kades terkesan buang badan dan menghindari pertanyaan wartawan.
Upaya konfirmasi terkait sejumlah persoalan yang ada di Desa Neglasari terus dilakukan dengan melayangkan konfirmasi tertulis. Menanyakan pengelolaan anggaran tahun 2025-2025 dan penerapannya, kegiatan usaha Bumdes serta perkembangannya, juga pelayanan warga yang dinilai tidak berpihak.
Namun hingga berita dilansir, Kades Neglasari, Aep malah terkesan bungkam, enggan menjawab konfirmasi. Begitupun pihak berkompeten lainnya belum dapat memberi keterangan lebih lanjut.
Sikap apriori yang ditunjukan Aep terhadap wartawan menggambarkan sikap acuh yang menyisakan kesan negatif dikalangan warga setempat hingga mendesak pihak terkait turun tangan.
***Her







