AdvertorialBerita

Refleksi Semangat Kartini, IWAPI Karawang Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Digitalisasi

×

Refleksi Semangat Kartini, IWAPI Karawang Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
Istimewa

KARAWANG, IO – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi perempuan di era modern.

Mengambil inspirasi dari sosok Raden Ajeng Kartini, perempuan masa kini dituntut tidak hanya berdaya secara intelektual, tetapi juga tangguh secara finansial.

@IdisiaOnline
Gulir untuk membaca

Ketua DPC IWAPI Kabupaten Karawang, Yusni Rinzani, S.E., M.M., menyatakan bahwa semangat perjuangan Kartini saat ini diterjemahkan melalui keberanian perempuan untuk terjun ke dunia usaha.

Menurutnya, Kartini masa kini adalah mereka yang mampu menciptakan lapangan kerja dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kami memandang Kartini sebagai simbol keberanian untuk berpikir maju. Semangat itu kami wujudkan dalam kemandirian ekonomi, di mana perempuan berkontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat melalui sektor usaha,” ujar Yusni dalam keterangannya, Selasa (21/4).

Meski potensi pengusaha perempuan di Karawang terus tumbuh, Yusni tidak menampik adanya hambatan yang cukup signifikan, terutama terkait literasi digital yang belum merata dan tantangan manajemen waktu.

Menyikapi hal tersebut, IWAPI Karawang hadir memberikan solusi konkret melalui berbagai program strategis.

“Kami menyediakan pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga membuka akses permodalan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Fokus utama kami adalah memperkuat mindset agar perempuan menjadi pelaku usaha yang profesional,” tambahnya.

Di era disrupsi, digitalisasi menjadi kunci utama. IWAPI secara rutin menggelar workshop pemasaran daring, optimalisasi media sosial, hingga pemanfaatan platform e-commerce.

Hal ini dilakukan agar anggota IWAPI tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain yang mampu meningkatkan omzet dan bersaing di pasar global.

Lebih lanjut, Yusni menekankan bahwa kesuksesan seorang pengusaha perempuan tidak boleh mengabaikan keharmonisan rumah tangga.

Manajemen waktu dan komunikasi yang baik dengan keluarga menjadi pondasi utama.

Info Lainnya  CV Bangun Persada Wahana Mandiri Disorot, Proyek MTSN 2 Bangka Tak Rampung Sesuai Kontrak

“Perempuan perlu memiliki perencanaan yang jelas. Kesuksesan tidak hanya diukur dari angka bisnis, tetapi juga dari bagaimana mereka menjaga peran penting dalam keluarga,” jelasnya.

Menutup narasinya, IWAPI Karawang juga tengah gencar merangkul generasi milenial untuk berani berwirausaha. Melalui pendekatan komunitas dan program mentoring, para pemuda diajak untuk memulai usaha tanpa harus menunggu modal besar.

“Kuncinya adalah keberanian untuk memulai, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Kami menyediakan wadah bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para senior yang sudah berpengalaman,” pungkas Yusni.

Dengan langkah-langkah strategis ini, IWAPI Karawang berharap dapat melahirkan generasi pengusaha perempuan yang tangguh, inovatif, dan menjadi pilar penggerak ekonomi di Kabupaten Karawang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *