Karawang, Idisionline.com – Momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk memperkuat pondasi kesejahteraan masyarakat.
Usai memimpin upacara di Plaza Pemda Karawang, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan komitmennya bahwa esensi kesejahteraan bukan sekadar berbicara tentang pendapatan daerah, melainkan pemenuhan hak dasar hidup masyarakat, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan.
“Hari Lahir Pancasila ini harus kita jadikan sebagai pemersatu bangsa. Selaras dengan amanat BPIP yang saya bacakan tadi mengenai pondasi dunia, kami di Pemkab Karawang berharap kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Kesejahteraan itu bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga menyangkut jaminan kesehatan dan kualitas pendidikan,” ujar Aep Syaepuloh kepada awak media, Senin (1/6/2026).
Di sektor pendidikan, Pemkab Karawang saat ini tengah berfokus pada pembenahan infrastruktur, termasuk rehabilitasi ruang kelas dari tingkat SD hingga SMP.
Namun, jauh melampaui perbaikan fisik, Bupati Aep mengungkapkan sebuah visi besar, yakni melahirkan sekolah ikonik atau sekolah unggulan yang merata di seluruh wilayah Karawang.
Langkah ini diambil agar kualitas pendidikan berkualitas tinggi tidak lagi terpusat di kawasan perkotaan saja, melainkan menyebar ke wilayah-wilayah penyangga.
“Saya ingin ada pemerataan agar pendidikan menjadi kebanggaan di setiap kecamatan. Kami merencanakan ke depan ada sekolah-sekolah unggulan setingkat SD dan SMP. Contohnya di perkotaan kita punya SD Nagasari yang representatif, dan di wilayah pesisir kita juga ingin ada SD unggulan di Tempuran. Begitu juga untuk tingkat SMP, kita ingin replikasi keberhasilan seperti SMPN 6 Karawang Barat,” jelas Bupati.
Meski gagasan ini baru diwacanakan secara internal, Bupati memastikan bahwa rencana strategis tersebut sudah mulai digodok bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Ini baru saya sampaikan dan bahas bersama tim TAPD. Kami optimis, dengan fokus penuh pada sektor pendidikan, target pemerataan ini bisa kita kejar dan rampungkan hingga tahun 2030,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sekda beserta jajaran TAPD yang terus berupaya menyusun program realistis demi menjawab harapan langsung dari masyarakat.
Selain pendidikan, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikesampingkan.
Bupati Aep menegaskan bahwa anggaran jaminan kesehatan masyarakat tidak boleh dikurangi demi memastikan pelayanan tetap optimal.
“Masalah kesehatan tetap, jangan pernah diganggu. Walaupun anggarannya besar, mencapai Rp320 miliar dalam setahun, itu tidak ada masalah demi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat Karawang,” tegasnya secara lugas.
Keseriusan pembangunan fasilitas kesehatan juga ditunjukkan dengan rampungnya sejumlah proyek infrastruktur kesehatan strategis.
Bupati menargetkan pembenahan dan pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh wilayah Karawang akan tuntas secara menyeluruh pada tahun depan.
“Tahun ini pembangunan Puskesmas di Kotabaru dan Jatisari selesai. Insya Allah, tahun depan seluruh Puskesmas di Karawang selesai semua. Setelah infrastruktur kesehatan ini rampung, kita akan bisa jauh lebih fokus memacu sektor pendidikan,” pungkasnya.












