
KARAWANG,Idisionline.com – Satgas Citarum Harum (CH) Sektor 10 terus mengintensifkan upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan penghijauan dan pelaksanaan program LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) di sejumlah wilayah binaan di Kabupaten Karawang.
Salah satu kegiatan penghijauan dilaksanakan oleh Subsektor 2 Ciampel yang dipimpin Serma Toyib dengan menanam sebanyak 25 pohon di Dusun Sukasari, RT 02/RW 04, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel.
Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan tutupan hijau, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung pemulihan ekosistem di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Selain kegiatan penghijauan, Satgas Citarum Harum Sektor 10 juga menjalankan program LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) di beberapa subsektor, yakni Subsektor 1 Klari yang dipimpin Serka Robert Manalu, Subsektor 3 Telukjambe Timur yang dipimpin Serka Murnawan, serta Subsektor 5 Karawang Barat di bawah pimpinan Sertu Sugiyanto.
Dansektor Citarum Harum Sektor 10, Kolonel Inf Setyo Aryanto, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Satgas Citarum Harum dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, pengelolaan sampah, dan penghijauan.
“Melalui penanaman pohon dan pelaksanaan program LOSEDA, kami berharap masyarakat semakin aktif menjaga lingkungan. Kolaborasi antara Satgas dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kawasan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujar Kolonel Inf Setyo Aryanto.
Program penghijauan dan LOSEDA akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan ekosistem DAS Citarum sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
Sebagai informasi, LOSEDA (Lodong Sisa Dapur) merupakan metode pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan wadah seperti pipa paralon, ember bekas, atau bambu yang telah dilubangi kemudian ditanam di dalam tanah. Sisa sampah organik dapur dimasukkan ke dalam wadah tersebut untuk diuraikan secara alami menjadi kompos, sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.













