Artikel

Sekenario Global Manusia Atau Kehendak Tuhan Pandemi Covid 19 ??

×

Sekenario Global Manusia Atau Kehendak Tuhan Pandemi Covid 19 ??

Sebarkan artikel ini

Oleh : Elut Haikal, S.Pd

IDISIONLINE.COM |Perkembangan Wabah Covid 19 dan lambatnya Dunia Usaha jelas bagi Negara-Negara di Dunia dalam keadaan setengah jalan mengatur roda ekonomi, khususnya di dalam negeri, kehidupan sosial masyarakat yang serba terbatas, komunikasi antar manusia, tentu sektor usaha pun menjadi serba salah, akibatnya kurang bergairah laju ekonomi.

Tetapi, jelas ini merubah prilaku Sosial dan Ekonomi secara Global, sudah hampir setahun lebih lamanya,
namun Wabah Pandemi Covid 19, bukan menurun atau hilang bahkan berubah ke jenis Varian baru B.16 & B17. diperkirakan cepat penularan nya.

Efek nya banyak kerugian keuangan dan ekonomi seperti tahun lalu ditaksir oleh Menkeu Sri Mulyani baru² ini sebesar 1.356 Trillyun ini angka yang pantastis.

Kehadiran Virus Covid ini sejak muncul diakhir tahun 2019, di negeri China tepat nya di Propinsi Wuhan ini mengagetkan Dunia. Bila kita cermati sebelum adanya wabah Covid 19 ini, pertumbuhan Ekonomi Dunia saat itu sedang krisis melambat baik di Eropa Barat, Timur, Afrika, Amerika Latin dan USA, apalagi Timur Tengah yang dilanda perang saudara dan antar negara tetangga semakin carut marut baik Sosial dan Ekonomi, yang berimbas ke Negri Raja Minyak Arab Saudi dan Uni Emirat mengakibatkan terus anjlok nya harga Minyak, sehingga mendorong Negara Arab Saudi membuka peluang baru disektor ekonomi lain selain Minyak.

Akan tetapi Asia saat itu masih terbilang zona aman akibat pesat nya perekonomian China, Jepang, Korea, Taiwan dan India serta beberapa Negara Asean yang terpacu ekonominya.

Dengan melambat nya perekonomian Dunia ditambah semakin tidak menentu nya politik di Timur Tengah yang semakin berkecamuk, menambah kekacauan yang tak kunjung usai, faktor ini pun ikut andil menghambat ekonomi. Begitu pula dengan perang dagang China vs Amerika, memperparah pertumbuhan ekonomi negara lainnya.

Info Lainnya  Penyiapan dan Pengolahan Data Sebagai Bahan Informasi Publik

Situasi Ekonomi yang terus melambat menimbulkan gejolak Demo besar-besaran di belahan Dunia yang menuntut perbaikan Kebijakan Ekonomi, mosi tidak percaya pada Pemerintah disemua Negara, perbaikan lapangan kerja dll. Terus bergejolak seperti di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah dan Negara Eropa, dimana Yunani, Cyprus dan beberapa negara Afrika sudah terlebih dahulu kolep, akibat ini semua menimbulkan Exsodus Imigran besar besaran keberbagai Negara Eropa, Amerika Australia dan Asean.

Namun Negeri Tirai Bambu China malah terus meningkat Ekonomi nya, tentu pembenahan dalam Negeri China diberbagai wilayah kekuasaan nya terus dilakukan, termasuk Hongkong diperkuat dengan kebijakan Administrasi Tata Negara dan Hukum yang langsung dibawah Bejing, tetapi tidak semua masyarakat Hongkong menerima nya, dibawah kendali Beijing yang mengakibatkan penolakan dan Demo besar besaran yang berimbas pada Ekonomi China secara perlahan, secara politis ikut campur nya Inggris, bekas pemegang otoritas jajahannya dianggap terlalu berlebihan ikut campur oleh China,
Tampak nya China yang mau menunjukan taring di dalam Negeri nya untuk membenahi kekuasaan
secara total agak terkedala, dengan cara memperlakukan kebijakan pada warga Islam China di Ughur yang semena-mena dan diskriminasi mengundang reaksi keras Dunia dari negara-negara yang mayoritas Islam mengecam Untuk memboikot semua prodak nya, tentu hal ini menghambat tujuan nya.

Dengan gejolak Demo besar besaran di Hongkong, China pun perlahan mulai goyah kestabilan ekonominya,
ditengah gejolak yang semakin parah entah keberuntungan yang datang dengan sendiri atau memang dicipta? untuk pengalihan semua situasi di Hongkong dan dunia yang mulai tidak menentu.

Secara tiba tiba, China di landa Wabah Covid 19 yang secara cepat menular ke belahan Dunia lain nya.
Bagai roda yang sedang berjalan kencang terhenti mendadak merontokan jaringan mesin lan nya yang sedang bergerak..

Info Lainnya  Legalisasi Aborsi  Mengakibatkan Beban Ganda Perkosaan

Tentu kedaan situasi politik, gejolak Demo, Ekononi, peperangan yang terjadi belahan dunia dan Exsodus Imigran, serentak berhenti, termasuk Pokitik, Ekonomi, Sosial, bahkan Dunia Pendidikan secara perlahan terhinti, sektor Usaha pun banyak yang mengalami Failit.

Wabah Covid belum Usai ekonomi terus merosot persoalan baru pun muncul seperti meruncingnya situasi di Eropa Timur Ukraina vs Soviet, yang diperkirakan oleh para ahli militer, dapat memicu perang Dunia ke III, konplik Iran vs Amerika belum reda, kapan saja bisa memicu perang terbuka. Begitu China vs Amerika saat perang dagang memperparah Krisi ekonomi Dunia, China yang berambisi dengan kekuatan militer nya terus mencari basis strategis untuk kekuatan di luar negaranya yang pilihannya jatuh pada klaim Laut China Selatan bagian dari wilayahnya yang ditentang keras Amerika cs dan negara Asean lainnya, ini pun akan jadi Bom waktu.

Komplik di jalur Gaza yang tak pernah usai ini pun entah sampai kapan berakhir? Semua terjadi ditengah ketidakpastian pencegahan Wabah Covid 19 dan merosot nya Ekonomi. Menambah pesimis bagi masyarakat Dunia, belum adanya kepastian wabah ini berakhir dan ekonomi kapan pulih ?

Bila Wabah ini terus berlanjut, Ekonomi tak terkendali akan kah bangsa ini bertahan dari krisis ?

Semua nya menyisakan tanda tanya besar bagi umat manusia keadaan ini dicipta atas sekenario manusia? Atau tercipta oleh kehendak Tuhan?
Lantas mampukah IPTEK Canggih Didunia ini menjawab nya?
Dan bila ini kehendak Tuhan, Apa manusia hanya tinggal menunggu waktu berserah diri? ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

cuaca 898100146

cuaca 898100147

cuaca 898100148

cuaca 898100149

cuaca 898100150

cuaca 898100151

cuaca 898100152

cuaca 898100153

cuaca 898100154

cuaca 898100155

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

article 999990069

article 999990070

article 999990071

article 999990072

article 999990073

article 999990074

article 999990075

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 710000141

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 710000161

article 710000162

article 710000163

article 710000164

article 710000165

article 710000166

article 710000167

article 710000168

article 710000169

article 710000170

article 710000171

article 710000172

article 710000173

article 710000174

article 710000175

article 710000176

article 710000177

article 710000178

article 710000179

article 710000180

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

cuaca 638000101

cuaca 638000102

cuaca 638000103

cuaca 638000104

cuaca 638000105

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

budaya 538000046

budaya 538000047

budaya 538000048

budaya 538000049

budaya 538000050

budaya 538000051

budaya 538000052

budaya 538000053

budaya 538000054

budaya 538000055

budaya 538000056

budaya 538000057

budaya 538000058

budaya 538000059

budaya 538000060

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

psda 438000081

psda 438000082

psda 438000083

psda 438000084

psda 438000085

psda 438000086

psda 438000087

psda 438000088

psda 438000089

psda 438000090

psda 438000091

psda 438000092

psda 438000093

psda 438000094

psda 438000095

psda 438000096

psda 438000097

psda 438000098

psda 438000099

psda 438000100

psda 438000101

psda 438000102

psda 438000103

psda 438000104

psda 438000105

psda 438000106

psda 438000107

psda 438000108

psda 438000109

psda 438000110

news-1701