
KARAWANG – DPD PSI Kabupaten Karawang membawa gebrakan baru di wilayah lumbung padi Jawa Barat.
Di tengah sikap cuek masyarakat terhadap janji politik, PSI Karawang justru memilih jalur pemberdayaan ekonomi sebagai mesin utama partai.
Wakil Ketua DPD PSI Karawang, H. Rijan Hidayat SH, menegaskan ingin menghapus stigma politik uang yang selama ini membelenggu rakyat kecil.
Menurutnya, uang tunai saat kampanye hanya menolong sehari, tapi bisa menyengsarakan rakyat selama lima tahun ke depan.
“Kami ingin besarkan PSI dengan cara beda. Kami tidak mau kasih ‘ikan’ yang langsung habis, tapi kami kasih ‘kail’. Masyarakat, terutama petani, harus bisa berdaya secara mandiri,” ujar Rijan pada Selasa (24/2/2026).
Sebagai daerah agraris, Karawang menjadi fokus utama PSI untuk membuktikan keberpihakan pada rakyat.
Program unggulan yang digarap bukan lagi bagi-bagi sembako, melainkan pengembangan modal dan akses sarana produksi untuk petani lokal.
Rijan memahami masyarakat sudah lelah karena merasa siapa pun pemimpinnya, hidup tetap susah.
PSI hadir untuk memutus rantai itu dengan menyiapkan konsep pengembangan modal daerah.
Petani butuh akses mudah ke pupuk, bibit, dan teknologi, bukan sekadar uang receh yang habis sekejap.
Meski harus melawan partai-partai senior, Rijan tetap optimis. Dengan latar belakang hukum dan semangat anak muda, ia yakin PSI bisa menjadi wadah yang lebih sehat dan transparan.
Ia ingin membuktikan bahwa tidak semua pemimpin itu buruk.
“Kami tidak mengejar suara dengan cara membeli harga diri rakyat. Kami mengejar kepercayaan dengan memberikan solusi nyata di lapangan,” tegas praktisi hukum tersebut.
Langkah strategis ini diharapkan bisa membangkitkan semangat warga Karawang yang selama ini memilih golput.
PSI Karawang berkomitmen untuk terus turun ke desa-desa, bukan untuk menebar janji, tapi untuk melatih dan membuka peluang usaha bagi masyarakat daerah.










