Artikel

Mampukah Paradigma “TABU” Mengedukasi Anak Di Era “GADGET”  Seperti Saat Ini  ?

×

Mampukah Paradigma “TABU” Mengedukasi Anak Di Era “GADGET”  Seperti Saat Ini  ?

Sebarkan artikel ini

Oleh : Agus Pren

IDISIONLINE |        Bukan rahasia umum lagi, gaya hidup anak-anak kekinian, dari usia anak yang belum bisa baca dan tulis, anak tingkat sekolah dasar, apalagi yang sudah remaja dan juga para orang tua. Hampir sebagian banyak waktunya tersita dipermainkan oleh yang namanya “Gadget“, bagi warga “+62 ” saat ini menyebutnya dengan “Gawai“. Sebuah produk yang berukuran cukup dalam genggaman tangan orang dewasa ini mampu membuat apapun pada penggunanya, kalau si pengguna tidak mampu membatasi cara penggunaanya dengan cerdas, karena di dalam gadget/gawai ini cukup komplek muatan yang ada di dalamnya, baik yang bermanfaat maupun yang tidak.

@IdisiaOnline
Gulir untuk membaca

Siapapun dengan benda ini bisa membuka serta menikmati konten apapun, karena semua informasi ada di dalam benda tersebut, baik yang bersifat pendidikan maupun yang bertolak belakang dengan kontek pendidikan, seperti video-video yang sifatnya 17 tahun ke atas, kriminalitas, pelecehan seksual, dan tidak sedikit juga konten-konten keagamaan. Ini semua bisa di baca, di tonton (video) juga bisa dijadikan alat komonikasi. Yang jelas benda ini memudahkan kita untuk melakukan apapun. Bahkan bisa dilakukan oleh anak yang belum cukup umur.

Di era “Gadget/Gawai”  seperti saat ini adalah merupakan tugas kita semua khususnya para orang tua, sekolah-sekolah juga dianggap berkompeten untuk memberikan edukasi terhadap anak didik. Sekolah di harapkan harus lebih mampu memberikan pemahaman terhadap anak didik secara tegas, supaya bisa di pahami dengan seutuhnya, baik lewat materi pelajaran sekolah karena hal ini memang sudah ada dalam kurikulum maupun lewat kegiatan non formal sedini mungkin agar anak-anak khususnya dari yang masih usia sekolah dasar terhindar dari  korban penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual maupun kejahatan yang lain, seperti yang sering terjadi saat ini. Sinergitas antara orang tua dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk membimbing anak sedini mungkin dengan tujuan agar anak mampu menginterprestasikan dan memahami secara utuh dan benar, dengan penyapaian yang harus bisa dimengerti oleh anak secara komperhensip dan prefentif, edukasi yang konteknya pencegahan itu sangatlah penting. Karena gaya hidup anak pada saat ini sudah bisa di anggap mulai hilang kendali.

Info Lainnya  Garut, Pesona Nagari Abadi

TABU“..??? Tabu memang sudah menjadi paradigma atau pola pikir khususnya di negeri kita tercinta ini dan mungkin juga di pakai oleh beberapa negara lain. Tabu itu boleh-boleh saja sepanjang tidak menyandera atau membatasi ruang serta langkah khususnya anak-anak dan pihak-pihak lain yang tujuanya memberikan edukasi serta pengetahuan untuk supaya anak terhindar dari korban penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual dan kriminalitas yang lain.

Memang geli terdengarnya kalau di jaman  “Gadget/Gawai” yang siapapun termasuk anak-anak di bawah umurpun bisa melihat apa saja, masih ada orang tua yang bilang tabu ketika anaknya melihat gambar jenis narkoba atau nama-nama alat kelamin, sekalipun itu dalam materi pelajaran sekolah misalnya.  Tapi sampai saat ini belum terdengar ada orang tua yang mendatangi Google untuk komplain, padahal semua itu sudah pada di tonton oleh anak-anaknya. Dan yang lebih dari sekedar nama-nama alat reproduksi/kelamin juga gambar daun ganja-pun ada di situ. Apa mungkin ini golongan orang tua yang belum tau Gadget/Gawai alias Handphone atau Telpon Genggam ?? Kalau iya sangat bisa di maklum kalau mereka menggenggam “Paradigma Tabu” bukan Telpon Genggam. Dalam kontek edukasi sebaiknya dikesampingkan dulu kata “Tabu”. Karena akan lebih baik kalau orang tua tidak membelenggu anaknya dengan paradigma tersebut. Semua orang tua di dunia ini pasti menginginkan anak-anaknya berfikir maju, cerdas dan tidak “Kuper” atau “Kudet”.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!