Medan ,idisionline.com-– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar kegiatan buka puasa bersama warga binaan dan keluarga sekaligus penandatanganan kerja sama pembinaan tahfiz dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumatera Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah yang berada di dalam lingkungan Lapas Kelas I Medan, pada Rabu (4/3/2026) petang, dalam suasana penuh kehangatan Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berharga bagi para warga binaan. Mereka terlihat begitu bahagia dapat berkumpul bersama anak, istri, serta orang tua mereka untuk berbuka puasa bersama. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan bukan semata-mata tentang memberikan hukuman kepada seseorang yang bersalah. Menurutnya, lembaga pemasyarakatan memiliki peran penting dalam membentuk kembali karakter dan mental para warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kita terus memperkuat pembinaan kepada warga binaan khususnya dalam hal keagamaan dan pembinaan sosial. Sebab, pembinaan di lembaga pemasyarakatan bukan sekadar menghukum yang bersalah,” ujar Fonika Affandi di hadapan para warga binaan dan keluarga yang hadir.
Dalam rangka memperkuat program pembinaan tersebut, Lapas Kelas I Medan juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan LPTQ Sumatera Utara. Kerja sama ini bertujuan untuk membina dan mencetak warga binaan yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, bahkan diharapkan dapat melahirkan qori-qori terbaik dari dalam lingkungan lapas.
Melalui program pembinaan tahfiz ini, para warga binaan akan mendapatkan bimbingan intensif dalam membaca, menghafal, serta memahami Al-Qur’an. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembinaan spiritual agar para warga binaan memiliki bekal keimanan yang kuat ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Yudi Suseno, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang digagas oleh Kalapas Kelas I Medan. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.
Selain itu, Yudi Suseno juga mengingatkan bahwa keberhasilan program pembinaan keagamaan tidak terlepas dari peran dan kesungguhan para warga binaan itu sendiri. Ia berharap para warga binaan dapat tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah selama menjalani masa pidana serta menjadikan masa tersebut sebagai momentum memperbaiki diri.
“Sekali lagi kami sampaikan, kami yang ada di depan ini belum tentu lebih mulia di mata Allah daripada kalian semua. Semoga pertobatan di tempat ini membuat kalian bisa lebih khusyuk dalam menjalani ibadah selama berada di sini,” ungkap Yudi Suseno.
Usai rangkaian kegiatan seremonial, suasana hangat langsung terasa saat waktu berbuka puasa tiba. Para warga binaan yang berkumpul bersama keluarga tampak menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disediakan oleh pihak lapas dengan penuh kebersamaan.
Tidak hanya itu, momen Ramadan tersebut juga diisi dengan obrolan hangat antara warga binaan dan keluarga mereka. Sesekali terdengar candaan dan tawa, terutama ketika para warga binaan bercengkerama dengan anak-anak mereka yang turut hadir dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut. Suasana haru, bahagia, dan penuh kekeluargaan pun terasa kuat di dalam lingkungan Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Medan






