PONTIANAK, Idisi Online – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Pontianak kembali membuktikan eksistensinya dalam gerakan sosial-kemanusiaan. Memasuki tahun ke-10, organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah ini menyelenggarakan program unggulan bertajuk “Sedekah Berantai” yang dipusatkan di SD Muhammadiyah 3, Jalan Pak Kasih, Kota Pontianak, Sabtu (28/2).
Kegiatan yang bertepatan dengan 11 Ramadan 1447 Hijriah ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi tonggak sejarah satu dekade konsistensi Nasyiah dalam melayani umat. Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten 1 Walikota Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pontianak, Ismail S.H., M.H., perwakilan Bank Kalbar, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pontianak, serta berbagai organisasi otonom dan amal usaha Muhammadiyah setempat.
Mekanisme Inovatif: Dari Kita untuk Semua
Ketua Umum PDNA Kota Pontianak, Yossy Syafariah, S.P., Gr., memaparkan bahwa kekuatan program ini terletak pada mekanisme “berantai” yang unik. Alih-alih hanya memberikan bantuan cuma-cuma, PDNA menjual paket sembako senilai Rp150.000 dengan harga subsidi sebesar Rp75.000 melalui skema Bazar Ramadan.
“Seluruh hasil penjualan dari paket tersebut kami putar kembali untuk membeli paket sembako baru. Jadi, tidak ada dana donasi yang mengendap di panitia. Semuanya kembali menjadi paket bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan,” jelas Yossy dalam keterangan resminya.
Konsep ini sengaja diadopsi untuk memberikan martabat dan kesempatan bagi kaum dhuafa agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor dalam ibadah sedekah. Dengan membeli paket setengah harga, mereka secara tidak langsung berkontribusi menyediakan bantuan serupa bagi warga lainnya.
Hingga hari pelaksanaan, panitia mencatat sebanyak 146 paket sembako telah terkumpul dan siap didistribusikan. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat pintu donasi masih terbuka lebar bagi para dermawan.
Penyaluran bantuan tahun ini dilakukan secara terukur di beberapa titik strategis, antara lain yakni keluarga siswa kurang mampu di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Kota Baru, lingkungan SD dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak dan warga Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota.
Pemerintah Kota Pontianak memberikan penghargaan tinggi atas dedikasi PDNA. Asisten I Sekretaris Daerah Kota Pontianak H.Ismail Abdurahman, SH.,MH, mewakili Walikota Pontianak, menyatakan bahwa konsistensi selama 10 tahun bukanlah hal yang mudah untuk dipertahankan oleh organisasi kepemudaan.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nasyiatul Aisyiyah. Program Sedekah Berantai ini adalah kontribusi nyata dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum dhuafa. Sepuluh tahun berjalan secara berkesinambungan adalah bukti dedikasi yang luar biasa,” ujar Ismail saat diwawancarai awak media.
Kesuksesan satu dekade Sedekah Berantai ini merupakan hasil kolaborasi solid dengan berbagai mitra strategis, seperti Bank Kalbar, BAZNAS Kota Pontianak, Lazismu Kalimantan Barat, serta dukungan penuh dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pontianak.
Melalui gerakan ini, PDNA Kota Pontianak berharap dapat menyulut semangat generasi muda lainnya untuk terus peduli dan berbagi, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menebar keberkahan di bulan suci Ramadan.
Rep. Iwan






