PONTIANAK, Idisi Online – Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., menghadiri kegiatan Safari Ramadan sekaligus menyampaikan tausiyah di hadapan jamaah Masjid Al-Ilham (28/02/2026) Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Pontianak ini memaparkan berbagai progres pembangunan serta menjawab isu-isu krusial yang tengah berkembang di masyarakat.
Mengawali sambutannya, Edi Kamtono mengingatkan jamaah mengenai keutamaan fase sepuluh hari kedua Ramadan sebagai fase maghfirah atau ampunan. Beliau juga memberikan apresiasi atas kemegahan arsitektur Masjid Al-Ilham yang kini menjadi pusat aktivitas umat yang nyaman.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman Kota Pontianak. Ia mensyukuri situasi kota yang tetap kondusif meskipun bulan suci Ramadan tahun ini bertepatan dengan ritual keagamaan lain seperti Cheng Beng dan Cap Go Meh. “Sikap toleransi ini harus terus kita jaga agar kehidupan masyarakat tetap rukun dan harmonis,” ujarnya.
Menanggapi masalah kemacetan, Edi Kamtono menjelaskan bahwa pertumbuhan kendaraan di Pontianak mencapai lebih dari 10.000 unit per bulan. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah kota tengah merencanakan pembangunan Outer Ring Road (jalan lingkar luar) yang menghubungkan Kubu Raya langsung ke Pontianak Timur untuk mengurangi beban jalan kota.
Selain itu, terdapat rencana pemindahan aktivitas bongkar muat pelabuhan ke wilayah Kijing serta upaya pelebaran jalan di titik-titik padat seperti Jalan Sungai Jawi dan Ampera. Terkait penanganan genangan, Wali Kota menjelaskan optimalisasi sistem “pompanisasi” di muara-muara sungai utama untuk mempercepat pembuangan air saat pasang laut bersamaan dengan hujan deras.
Wali Kota juga menanggapi keluhan warga di media sosial terkait kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis yang dinilai kurang sehat atau tidak layak. Beliau menjelaskan bahwa meski program ini di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah kota sudah mencoba terus menghubungi perwakilan BGN Regional Kalbar agar terus mengupayakan dapur-dapur di pontianak yang melayani lebih dari 100.000 porsi per hari agar terus dilakukan pengawasan ketat.
“Saya sudah minta perwakilan BGN di sini untuk terus mengecek dan mengawasi kualitas gizi serta kelayakan makanan tersebut secara berkala,” tegas Wali Kota di hadapan jamaah.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar masyarakat terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga kondusivitas dan mendukung percepatan pembangunan di Kota Pontianak.
Rep. Iwan






