Garut, www.idisionline.com/ – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang wajib di bentuk pada tiap Desa, sebagai ujung tombak badan usaha guna mendongkrak perekonomian warga Desa.
Akan halnya Bumdes yang dibentuk di Desa Sukalilah Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut. Bumdes tersebut mendapat penyertaan modal mencapai ratusan juta. Namun hingga saat ini kegiatan usaha dan asset Bumdes tidak jelas juntrungannya.
Hal tersebut terungkap saat peralihan Kepala Desa Sukalilah dari Yudi, kepada Saripudin yang menjabat sejak tahun 2021 lalu.
Diketahui Saripudin sebagai Kades serta Direksi Bumdes membentuk kembali kepengurusan baru Bumdes, bernama Bumdes Mawar Rahayu.
Berhasil ditemui dikediamannya, Minggu (8/4/3023) Ketua Bumdes Mawar Rahayu, Asep Suryana memaparkan kepada awak media.
“Pembentukan Bumdes baru, menurut pak Kades selaku Direksi aspek legalnya yang harus dimiliki berupa akta pendirian dan AHU tengah di proses,” papar Asep.
Lebih lanjut Asep mengaku masih bingung dengan rencana program usaha Bumdes kedepannya.
“Surat Keputusan (SK) pengangkatan saya sebagai ketua, juga sekretaris dan bendahara sudah diterbitkan Pak Kades. Namun belum ada Sertijab dengan pengurus lama. Jadi saya masih bingung, asset apa saja yang ada pada kepengurusan Bumdes lama” tutur Asep.
Sementara itu menurut Asep, Bumdes Mawar Rahayu, dikabarkan mendapat penyertaan modal dari DD pada tahun ini senilai 30juta.
“Kabarnya ada penyertaan modal untuk Bumdes dari DD senilai 30juta. Itu pun belum kami realisasikan karena masih bingung penggunaannya. Sementara kebutuhan kesekretariatan Bumdes pun masih butuh biaya,” tuturnya.
Asep menambahkan butuhnya dukungan rekan-rekan untuk mengimplementasikan penyertaan modal Bumdes.
“Kami akan coba terapkan modal seadanya dengan usaha kuliner, mudah mudahan dengan dukungan berbagai pihak dapat berkembang dan menarik minat investor mendukung modal” harap Asep.
Dilain pihak Sekertaris Desa (Sekdes) Sukalilah, Evi memberi penjelasan melalui sambungan selulernya. Evi menyebut Bumdes dibentuk pertama pada tahun 2015.
“Bumdes Desa Sukalilah dibentuk pertama tahun 2015 dengan penyertaan modal yang disalurkan tahun 2016 senilai 100juta. Dialokasikan untuk pembelian ATK, mesin fotocopy, jasa pembayaran listrik, serta penyewaan alat pesta” ungkap Evi.
Lebih lanjut Evi menjelaskan kelanjutan usaha Bumdes, juga pernah kembali mendapat penyertaan modal.
“Perkembangan usaha yang dikelola Bumdes, dirasa kurang lancar. Mesin fotocopy rusak, peralatan pesta banyak yang hilang. Kemudian jika tidak salah tahun 2019 Bumdes kembali dapat penyertaan modal. Jelasnya nanti saya koordinasikan dengan pak Kades dulu pak” jelas Evi.
Ketidakjelasan dalam tata kelola Bumdes Sukalilah terdahulu disinyalir tanpa manfaat dan keuntungan. Sementara ratusan juta modal yang jadi inventaris Bumdes belum jelas juntrungannya.
** Jaelani/Heryawan








