Sumedang, Idisi Online – Program ketahanan pangan (Ketapang) yang diluncurkan pemerintah kepada seluruh Desa melalui sumber anggaran Dana Desa (DD) yang diterima di Tahun 2025 sepertinya tak berjalan mulus.
Seperti yang dikelola oleh Pemerintah Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari Sumedang, anggaran Ketapang yang disalurkan melalui BUMDES lebih dari 300 juta diduga tak jelas juntrungannya.
Informasi yang berhasil dihimpun dilingkup Desa Raharja terkesan simpang siur. Direktur BUMDES, Asep melalui sambungan selulernya menyebut bahwa anggaran Ketapang dibagi tiga sektor usaha.
“Usaha yang dikelola bumdes ada tiga, yakni ayam petelur, ikan nila dan sayuran. Sudah menyumbang PAdes 16,5juta” ucap Asep.
Pernyataan yang dilontarkan Asep ternyata bertolak belakang dengan fakta lapangan. Hasil penelusuran awak media ke lokasi Kandang ayam yang disebut warga setempat milik Bu Kades, kondisinya sudah kosong melompong.
“Peternakan ayam ini milik Bu Kuwu (Kades-Red), biasanya dijaga dan diurus anaknya. Tapi sekarang sudah gak ada lagi ayamnya” ungkap warga setempat.
Sementara itu disambangi ke kediamannya, Kades Raharja Kusnadi tidak juga bisa ditemui. Istri Kades yang berhasil terkonfirmasi mengaku bahwa ternak ayam itu milik pribadinya dan sedang dipindahkan.
“Benar itu kandang dan ayam milik saya, cuma sekarang sedang dipindahkan ke kandang milik pak Sukra perangkat Desa” tutur Istri Kades.
Dilain pihak, Pemilik kandang yang disebut milik pak Sukra menampik pernyataan istri Kades.
“Saya anak pak Sukra, ini kandang dan ayam milik pribadi saya bukan milik BUMDES atau Bu Kades. Meski berada dilingkungan padat penduduk, saya siap untuk bongkar jika mengganggu” tuturnya.
Simpang siurnya tata kelola anggaran Ketapang yang di kelola BUM Desa Raharja menguatkan dugaan ada ketidakberesan yang mengarah pada dugaan konspirasi penyalahgunaan anggaran.
Sejauh ini hingga berita dilansir, Kades Raharja, Kusnadi belum dapat diminta penjelasan. Dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Kusnadi malah bungkam.
***Her/Red







