KAB. BANDUNG, Idisi Online – Ratusan peternak dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung memadati Balai Penelitian Pertanian Universitas Padjadjaran, Kecamatan Arjasari, Minggu (5/7/2026) untuk mengikuti Kontes Terbuka Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) yang digelar Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Bandung.
Acara ini dihadiri Ketua HPDKI Kabupaten Bandung Baran Siswandi, S.E., beserta jajaran pengurus, Ketua PAC HPDKI se-Kabupaten Bandung, para peternak, dan warga sekitar.

Tiga kategori dan animo tinggi
Ketua Panitia, Iyang, mengatakan kontes tahun ini dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu A, B, dan C. Seluruh domba adu yang ditampilkan merupakan milik peternak lokal Kabupaten Bandung.
“Event Seni Ketangkasan Domba Garut ini peminatnya sangat banyak. Mudah-mudahan ke depan Pemkab Bandung memiliki tempat atau pamidangan yang representatif. Tempat itu bisa menampilkan domba-domba terbaik yang sudah juara di tingkat kabupaten maupun nasional,” ujar Iyang.
Iyang juga mengapresiasi kekompakan para peternak yang rutin menyelenggarakan even serupa. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa menyelenggarakan yang lebih baik lagi, lebih meriah lagi, dalam upaya menyelaraskan program Pemkab Bandung untuk lebih BEDAS,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Atang selaku pengelola lapang ketangkasan. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi penggerak UMKM di Desa Arjasari. “Dengan adanya kontes, pedagang makanan, minuman, dan jasa parkir di sekitar lokasi jadi ramai,” katanya.
Tujuan: lestarikan budaya dan dongkrak ekonomi
Ketua HPDKI Kabupaten Bandung Baran Siswandi menjelaskan SKDG merupakan program kerja rutin HPDKI Kabupaten Bandung dengan tiga tujuan utama.
“Pertama, upaya melestarikan seni budaya Sunda. Kedua, ajang silaturahmi antara pengurus HPDKI dengan anggota, serta antar peternak domba. Ketiga, sebagai hiburan bagi masyarakat,” kata Baran.
Menurutnya, pelaksanaan SKDG secara rutin juga berdampak langsung pada ekonomi peternak. “Secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf ekonomi para peternak domba dan kambing. Karena dengan rutin digelarnya SKDG, nilai jual domba atau kambing akan naik,” jelasnya.
Dampak ekonomi juga dirasakan warga sekitar pamidangan. Selama kontes berlangsung, banyak warga yang berjualan makanan, minuman, merchandise, hingga membuka jasa parkir.
Untuk mendukung kesehatan ternak, panitia bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung melalui Puskeswan membuka stand konsultasi kesehatan ternak. Selain itu, panitia juga menyediakan hadiah favorit dan hadiah utama bagi para pemenang kontes.
Kontes SKDG di Arjasari ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjaga tradisi adu ketangkasan domba Garut, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa.
Rep. Bah Eep, Edwin
![]()







