BANDUNG, Idisi Online – Pasokan air untuk lahan pertanian di Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung kini dipastikan lebih lancar. Hal itu menyusul selesainya pembangunan saluran irigasi perdesaan sepanjang 421 meter dengan tinggi 60 cm yang dikerjakan secara swakelola oleh P3A Mitra Cai Margamukti.
Pembangunan sarana fisik ini merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2026 dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS Citarum).

Kepala Desa Sugihmukti, Kang Riswan, mengatakan program ini bertujuan meningkatkan sarana dan prasarana pertanian di desanya. Pelaksanaan dilakukan dengan sistem padat karya yang melibatkan tenaga kerja lokal dari kalangan petani.
“Sesuai amanat pemerintah, program Mitra Cai untuk pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan dengan padat karya dan melibatkan tenaga kerja lokal oleh Petani Pemakai Air secara swakelola. Pihak desa hanya sebatas mengawasi proses pembangunan saja,” terang Kang Riswan, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Kang Riswan, kelompok tani memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan kualitas bangunan. Dengan aliran air yang lancar, petani diharapkan tidak lagi kesulitan saat musim tanam.
“Harapannya pasokan air petani lancar dan lebih maksimal. Kalau airnya lancar, imbasnya pasti ke hasil pertanian yang lebih bagus,” ujarnya.
Ketua P3A Mitra Cai Margamukti, Krisna, menjelaskan P3-TGAI adalah kegiatan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna menunjang kesejahteraan petani dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Mitra Cai Margamukti diberi wewenang untuk mengelola pembangunan irigasi desa secara swakelola. Ini wujud peran pemerintah dalam mensukseskan swasembada pangan di Kabupaten Bandung,” katanya.
Krisna menambahkan, kegiatan ini juga menumbuhkan partisipasi petani dalam perbaikan jaringan irigasi sesuai kebutuhan di lapangan. Pembangunan mengacu pada desain dan Rencana Anggaran Biaya yang telah ditetapkan.
“Saluran dibangun sepanjang 421 meter, kanan dan kiri, dengan tinggi 60 cm. Kami berharap setelah ini produktivitas pertanian di Sugihmukti bisa meningkat,” tutupnya.
Kehadiran saluran irigasi baru ini disambut gembira para petani Sugihmukti karena diharapkan dapat menjadi solusi atas kendala air yang selama ini kerap menghambat masa tanam.
Reporter: Edwin Sunarya







