PANGALENGAN, Kab Bandung , Idisi Online – Pemerintah Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengalami penurunan anggaran pada tahun 2026. Jika pada tahun 2025 desa tersebut menerima anggaran sebesar Rp3,3 miliar, pada tahun 2026 jumlahnya berkurang menjadi Rp2,1 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Desa, Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD), Bantuan Keuangan Khusus (BKK), dan Bantuan Gubernur (Banprov). Sementara itu, PAD Desa Warnasari selama ini hanya berasal dari tanah carik desa.
Sekretaris Desa Warnasari, Aep Komara, mengatakan penurunan anggaran berdampak terhadap sejumlah program pembangunan yang sebelumnya telah direncanakan dan disosialisasikan kepada masyarakat melalui musyawarah desa serta dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Menurutnya, beberapa program yang telah direncanakan terpaksa ditunda karena keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait realisasi pembangunan yang sebelumnya telah direncanakan.
“Beberapa program pembangunan yang sudah direncanakan harus ditunda karena adanya pengurangan anggaran. Warga juga banyak yang menanyakan terkait pembangunan yang belum dapat direalisasikan,” ujar Aep. Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah pembangunan infrastruktur yang masih tertunda di antaranya pembangunan jalan lingkungan (gang) dan tembok penahan tanah (TPT). Pemerintah desa berencana merealisasikan pembangunan tersebut pada tahun anggaran berikutnya.
Meski demikian, pada tahun 2026 Pemerintah Desa Warnasari tetap melaksanakan pembangunan jalan hotmix untuk mendukung akses jalan usaha tani di Kampung Pasir Ucing RT 03 RW 10. Proyek tersebut dibiayai melalui Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026.
Pembangunan jalan hotmix tersebut memiliki panjang 150 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 0,8 sentimeter. Pekerjaan dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD) dengan waktu pengerjaan selama empat hari.
Pemerintah Desa Warnasari berharap pembangunan jalan usaha tani tersebut dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendukung aktivitas pertanian di wilayah setempat.
Rep. Asted







