Bandung, Idisionline.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Ciherang, Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung terkesan tertutup dalam memberikan informasi publik.
Saat awak media hendak lakukan wawancara dan konfirmasi terkait pendapatan asli Desa dan pengelolaan program ketahanan pangan oleh Bumdes, Kamis (13/08/2026).
Perangkat Desa yang ada terkesan tertutup dan saling lempar menjawab pertanyaan Wartawan.

“Jika wawancara perihal tersebut baiknya langsung dengan pak Kades atsu Direktur Bumdes. Kebetulan sedang pada tidak ada, atau ke sekretariat Bumdes saja” ujar kasi pelayanan.
Parahnya ditempat dimana disebut sekretariat Bumdes, hanya ada seorang yang mengaku staf koperasi dan enggan diwawancarai perihal Bumdes.
“Saya tidak punya kapasitas untuk menjawab terkait Bumdes, bukan ranah saya sebagai pengurus koperasi. Langsung saja dengan pengurus Bumdes, biasanya sekretarisnya ada”Ucapnya.
Bahkan ketika Awak media meminta ijin nomor direktur Bumdes atau pengurus lainnya, tak ada satupun yang memberikannya.
Begitu pula dengan Kades Ciherang. Tsofik Mukti, yang berhasil ditemui di halaman kantor Desa. Ia tidak dapat memberi infomasi berdalih sibuk.
“Mohon maaf saya buru buru ada agenda sidang, lain waktu saja jika mau wawancara. Perihal Bumdes harus dengan Direkturnya. Saya harus ijin dulu untuk memberi no kontaknya. Begitu juga maaf saya tak bisa memberi nomor kontak saya ke Akang” ujarnya seraya pergi.
Sungguh miris tingkah dan ucapan seorang pejabat publik yang harusnya melayani, untuk memberi informasi dan nomor kontak saja begitu sulit. Pl
Informasi yang berhasil dihimpun di lingkup Desa Ciherang, menyebutkab bahwa Direktur Bumdes Ciherang merupakan Adik pak Kades, (alamak-Red)
Sejauh ini pihak Desa Ciherang berikut pengurus Bumdes tidak bisa terkonfirmasi dalam pengelolaan Modal Bumdes yang bersumber dari Dana Desa.
Sementara berdasarkan data, tercatat dari tahum 2019 hingga 2025, modal yang digelontorkan mencapai nyaris setengah miliar. Begitu pun regulasi tentang Bumdes yang termuat dalan Persturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2021 seolah tak lagi diindahkan.
***Her








