Bandung, Idisionline.com – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang sejatinya dibentuk dan dikelola tiap Desa dengan tujuan turut serta membangun ekonomi warga, dengan regulasi dan penyertaan modal merogoh dari kantong Dana Desa (DD).
Sejauh ini tumbuh kembangnya dinilai belum optimal capai tujuan. Kendati di tahun 2025, salah satu program andalan pemerintah ketahanan pangan dengan modal 20% dari DD yang dikelola oleh Bumdes. Namun program itupun sepertinya mandul tak buahkan hasil.
Seperti halnya dalam tata kelola Bumdesa Sekarwangi Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, yang dinilai jalan ditempat belum pernah buahkan hasil melalui Pendapatan Asli Desa (PADes).
Kondisi tersebut tak dipungkiri Sekretaris Desa Sekarwangi, Yedi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (11/08/2026).
“Untuk Pendapatan Desa kami masih minim, paling ada tanah carik yang disewakan. Usaha Bumdes sendiri disini belum optimal sumbang PADes” tuturnya.
Disinggung perihal kegiatan usaha dan penyertaan modal yang telah dikucurkan ke Bumdes. Yedi menyebut hanya tahun 2025 saja.
“Untuk kegiatan usaha bumdes setahu saya sejak menjabat Sekdes baru ada penyertaan modal untuk ketahanan pangan tahun 2025 senilai…. untuk usaha ternak ayam dan kambing. Direktur Bumdesnya pak Soni, kebetulan sedang di Cileunyi”ungkap Yedi.

Sementara itu tercatat dalam data penyertaan modal untuk bumdesa Sekarwangi terdapat kucuran modal pada tahun sebelumnya.
Yedi mengaku lupa akan adanya penyertaan modal sebelumnya dan menunjukan lokasi kandang ayam bumdes.
“Saya lupa kang, tapi data di perencanaan memang ada permodalan yang dibelikan mobil pik up. Untuk lokasi kandang ayam tidak jauh dari sini, kalau kambing di kandangnya pada tiap kelompok”ujarnya.
Dilokasi terpisah, kandang ayam bumdes yang dikelola kelompok, tampak terlihat hanya kandang kecil dengan puluhan ekor ayam. Menurut pengurusnya memang begitu adanya.
“Ya benar ini memang kandang dibuat oleh bumdes dihalaman rumah saya, pertama kucuran modal 30 juta yang dibelikan 80 ekor ayam dan pembuatan kandanh. Untuk hasilnya hanya cukup untuk beli pakan saja” ungkapnya.
Sejauh ini kelompok ternak yang dipercaya mengurus kambing belum dapat ditemui. Begitupun Soni selaku Direktur Bumdes serta kepala Desa Sekarwangi belum bisa terkonfirmasi.
Melalui sambungan selulernya Soni menjanjikan untuk bertemu dilain waktu.
“Maaf saya sedang diluar, mungkin lain waktu baiknya kita ketemu, hari sabtu dan minggu jika sempat kita bertemu dikantor Desa”Pungkas Soni.
***Her








