KARAWANG, Idsisionline.com – Pihak TNI Angkatan Darat melalui Babinsa bergerak cepat meluruskan kesalahpahaman terkait pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos) di Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang, Karawang.
Langkah ini diambil setelah sempat beredar potongan narasi di media sosial yang menyudutkan aparatur desa mengenai dugaan penggelapan komoditas bantuan tersebut.
Babinsa Desa Kedawung, Serda Ahmad Waris menjelaskan bahwa sejak kemarin hingga saat ini, pihak pemerintah desa dibantu unsur pembina desa tengah sibuk menyalurkan bansos rapel untuk alokasi bulan Februari dan Maret.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak menerima dua karung beras masing-masing berbobot 10 kg, serta dua kantong minyak goreng kemasan masing-masing ukuran 2 liter.
Namun, dalam proses pendistribusiannya di lapangan, sempat terjadi kendala teknis yang memicu riak kesalahpahaman di tengah warga.
“Kemarin itu sempat ada salah paham dari warga mengenai mekanisme pembagian. Jadi, sisa beras bantuan yang belum sempat dibagikan rencananya dikirim ke pihak perwakilan dusun. Namun, karena saat itu Kepala Dusun (Wakil) sedang tidak ada di tempat, maka beras-beras tersebut berinisiatif dititipkan dan disimpan sementara di lokasi penggalingan padi demi faktor keamanan,” urai Serda Ahmad Waris saat memberikan konfirmasi, Jumat (12/6).
Sayangnya, situasi tumpukan beras di lokasi penitipan tersebut justru difoto serta dividiokan dan diunggah ke media sosial dengan narasi negatif, seolah-olah terjadi kongkalikong atau upaya penggelapan oleh aparatur desa.
Merespons kegaduhan tersebut, jajaran aparatur desa bersama Babinsa langsung turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran.
Guna menghindari asumsi yang semakin liar serta menjamin keamanan barang, seluruh sisa komoditas bansos tersebut langsung dialihkan dan diamankan ke Balai Desa Kedawung.
Menyikapi fenomena jempol netizen yang mudah terprovokasi, Serda Ahmad Waris mengimbau masyarakat luas untuk lebih bijak dan dewasa dalam menyaring informasi di media sosial.
“Harapan saya ke depan, apabila masyarakat melihat ada penumpukan barang dan belum tahu pasti kronologi serta kebenarannya, mohon jangan langsung diviralkan dengan narasi yang negatif. Tolong dikonfirmasi dulu ke pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan kegaduhan publik atas informasi yang tidak benar,” imbaunya secara tegas.
Pihak TNI dan aparatur desa memastikan bahwa hak-hak masyarakat tidak akan berkurang sedikit pun. Guna menertibkan administrasi, mekanisme penyaluran susulan kini dipusatkan satu pintu di kantor desa.
“Arahan kami ke depannya, bagi warga penerima manfaat yang datanya sudah sesuai dengan alamat (by name by address), silakan langsung mengambil haknya. Bagi yang belum sempat mengambil, seluruh bantuan dipastikan aman tersimpan di Kantor Desa Kedawung,” pungkas Serda Ahmad Waris.













