
KARAWANG, Idisionline.com – Detik-detik menjelang tengah malam ini menjadi momen krusial bagi warga di Lingkungan RW 02, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur.
Tensi demokrasi di tingkat akar rumput ini mulai menghangat seiring mendekatnya batas akhir penutupan pendaftaran bakal calon Ketua RW setempat.
Hingga beberapa jam sebelum berkas resmi ditutup, dinamika politik warga menunjukkan pergerakan yang menarik.
Ketua Tim 11 Panitia Pemilihan, Dadang Wahyudin, membeberkan peta persaingan yang semula diprediksi bakal ramai, kini mulai mengerucut.
“Alhamdulillah, semua tahapan panitia berjalan lancar. Kami bergerak cepat menyebarluaskan informasi penjaringan ini ke seluruh sudut lingkungan, baik lewat selebaran fisik (hardcopy) hingga pemanfaatan media digital,” ungkap Dadang, mengawali perbincangan saat ditemui pada Minggu (17/5/2026).
Dinamika di RW 02 Plawad terbukti tidak monoton. Dadang menceritakan, awalnya ada tiga nama kuat yang digadang-gadang bakal bertarung memperebutkan kursi nomor satu di RW tersebut. Namun, peta politik berubah di tengah jalan.
“Sebelum melangkah lebih jauh, konstelasi sempat mengerucut ke tiga nama. Tapi, satu kandidat, yaitu Mas Untung, menyatakan mundur dari bursa pencalonan,” jelas Dadang.
Mundurnya satu kandidat menyisakan dua figur potensial yang telah mengambil formulir pendaftaran, Pak Udin dan Pak Maman.
Meski demikian, hingga menjelang penutupan, baru satu nama yang sudah mengembalikan berkas secara resmi.
“Potensinya ada dua calon. Yang sudah fix mengembalikan formulir baru Pak Udin, sedangkan Pak Maman masih kita tunggu perkembangannya sampai batas waktu tengah malam nanti,” tambahnya.
Kondisi ini memicu dua spekulasi. Jika Pak Maman menyusul mengembalikan berkas, maka libatan pemungutan suara dipastikan digelar. Namun jika tidak, skenario berubah total.
“Kalau sampai tengah malam nanti hanya satu calon yang resmi mendaftar dan mengembalikan berkas, maka skenario pemungutan suara kita abaikan karena otomatis akan terjadi aklamasi,” tegas Dadang.
Demi menjaga pesta demokrasi ini tetap berjalan profesional, Tim 11 tidak bekerja sendirian.
Mereka mendapat suntikan personel dari perwakilan tiap Rukun Tetangga (RT) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Total ada 2 orang perwakilan dari 5 RT serta 1 orang dari LPM yang bahu-bakhir mengawal proses ini.
Dari sisi logistik, panitia juga sudah mematok kesiapan anggaran yang matang. Dana sebesar Rp 12,5 juta telah disiapkan untuk mendanai seluruh operasional pemilihan apabila terjadi pemilihan.
Anggaran ini disiapkan untuk melayani hak suara dari potensi pemilih yang diperkirakan mencapai 800 Kepala Keluarga (KK).
“Untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), kita akan tetap mengacu dan mengikuti data resmi yang ada,” kata Dadang.
Terlepas dari apakah pemilihan nanti berakhir lewat pemungutan suara langsung atau aklamasi, Tim 11 menaruh harapan besar pada momentum ini.
Pergantian tongkat estafet kepemimpinan di tingkat RW diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan lingkungan yang lebih segar.
Dadang mengimbau seluruh warga RW 02 Plawad untuk menyambut momentum ini dengan kedewasaan berpolitik.
“Harapan kami, jika nanti harus melalui pemungutan suara, partisipasi warga bisa tumpah ruah. Mari wujudkan pemilihan yang demokratis, langsung, umum, bebas, dan rahasia (Luber),” serunya.
“Ini adalah momentum regenerasi. Kami ingin RW 02 dipimpin oleh sosok yang tidak hanya bekerja, tapi juga memiliki visi-misi yang jelas dan jauh lebih visioner ke depan,” pungkas Dadang penuh harap.
Keberlangsungan pemilihan ini dikawal ketat oleh jajaran Tim 11 Panitia Pemilihan, yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda setempat:
Dadang Wahyudin (Ketua), Hj. Eti Susilawati
Eko Sudaryanto, Algola Nurtian
Wawan, Darmawan, Dorip, Suherman, Enu
Sueb Subakti, Ipat, dan Wahyu Putri Primasti.



