
KARAWANG, Idisionline.com – Suasana menjelang pergantian malam di Lingkungan Karang Tengah, RW 04, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, diselimuti ket ketatnya waktu.
Hingga beberapa jam sebelum posko pendaftaran resmi ditutup pada pukul 24.00 WIB nanti malam, Panitia Tim 9 mencatat belum ada satu pun figur warga yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua RW 04.
Meskipun secara administratif masih kosong, pihak panitia tetap mengapresiasi kesadaran berdemokrasi warga yang dinilai semakin matang.
Ketua Tim 9 Pemilihan Ketua RW 04, Asep Fadilah, menyatakan bahwa seluruh rangkaian tahapan sejauh ini telah berjalan dengan sangat baik dan kondusif.
“Alhamdulillah, prosesnya sudah berjalan dengan baik. Cuma memang sampai detik-detik terakhir menjelang penutupan malam ini, belum ada yang mendaftarkan diri secara resmi,” ujar Asep saat memberikan keterangan, Minggu (17/5).
Berdasarkan hasil pemutakhiran data yang dilakukan oleh panitia, wilayah RW 04 Karang Tengah memiliki basis massa yang cukup signifikan, yakni berada di kisaran 300 Kepala Keluarga (KK) yang mengantongi hak suara.
Panitia juga telah mengalkulasi kebutuhan logistik secara matang. Jika nantinya terjadi kontestasi atau terdapat lebih dari satu calon yang mendaftar di menit-menit terakhir (injury time), biaya operasional pemilihan diestimasikan berada di angka Rp 3 jutaan per calon.
“Kalau nanti sampai terjadi pemilihan, anggaran operasional diperkirakan berada di kisaran Rp 3 juta,” jelas Asep.
Bagi Asep dan jajaran panitia, esensi dari pesta demokrasi tingkat rukun warga ini bukan sekadar urusan mencoblos di bilik suara, melainkan momentum untuk melahirkan figur pelayan masyarakat yang berintegritas.
“Tentu harapan kita semua adalah memiliki pemimpin RW yang amanah, jujur, dan terbuka dengan masyarakatnya. Sosok yang bisa memberikan edukasi yang baik dan mampu membawa warga RW 04 ke arah yang lebih maju dan makmur,” tuturnya penuh harap.
Menariknya, di tengah kesiapan panitia menggelar pemungutan suara secara sportif, Asep Fadilah secara jujur menyelipkan sebuah sudut pandang demi menjaga kohesi sosial di lingkungannya.
Menurutnya, terkadang kontestasi politik bahkan di tingkat RW sekalipun, berpotensi memicu gesekan emosional antar-tetangga.
Oleh karena itu, jika pada akhirnya tidak ada pemilihan langsung karena tercapainya mufakat atau aklamasi, hal tersebut dipandang sebagai jalan yang baik untuk merawat kebersamaan.
“Ketika terjadi pemilihan, itu memang hak demokrasi. Namun dari hati terdalam, harapan saya sih mudah-mudahan ada musyawarah mufakat, sehingga tidak perlu sampai ada pemilihan langsung yang memicu persaingan tajam,” ungkap Asep secara bijak.
Langkah ini, lanjut Asep, dirasa penting demi mengutamakan nilai-nilai kekeluargaan di atas segalanya.
“Ini semua demi menjaga kekeluargaan yang utuh agar menjadi lebih baik lagi. Kita ingin memastikan tidak ada perseteruan atau perpecahan di antara warga hanya karena dinamika politik sesaat,” pungkasnya.
Dibalik Layar Pesta Demokrasi RW 04 Karang TengahKesiapan dan kondusivitas jalannya penjaringan ini tidak lepas dari kerja keras Tim 9 Panitia Pemilihan RW 04, yang diawaki oleh Asep Fadilah (Ketua), Entang, Ai Sopiyan, Jaja Jaenudin, Ableh, Carda, Ade, Irvan pramudia dan Iyet.



