Pontianak, IO – Usai viralnya pernyataan sikap dari Aliansi Generasi Muda Dayak Bersatu (AGMDB) Kalimantan Barat di media sosial yang mempertanyakan sikap tegas KPK RI terhadap beberapa permasalahan korupsi yang terjadi di Kalimantan Barat yang menyeret nama Gubernur Kalbar, H. Ria Norsan.
Leonardo Ade Irawan yang kerap disapa Leo Kumbang selaku Juru Bicara Aliansi saat ditemui awak media Minggu (17/05) menyampaikan pendapatnya bahwa apa yang disampaikan di media tersebut merupakan murni inisiatif masing-masing organisasi yang terdiri dari Bala Saribu, Pantak 7 Talino, Dayak Ganteng Bapage, Tangkitn Janawi dan beberapa organisasi kepemudaan lainnya.
“Jadi tidak benar bahwa kami menggunakan nama organisasi Pemuda Dayak Kalimantan Barat (PDKB) karena tidak semua pemuda Dayak itu bergabung di organisasi itu dan tidak semua apa yang disampaikan ketua PDKB merupakan perwakilan Pemuda Dayak di Kalbar secara keseluruhan” tegas Leo.
Selain itu, gerakan yang menginginkan Kalimantan Barat aman, damai dan kondusif ini adalah gerakan murni yang diinisiasi masing-masing organisasi. Kalbar harus lebih kondusif dari berbagai persoalan terkhusus persoalan korupsi.
“Gerakan kami ini murni inisitif kami, tidak ada arahan maupun instruksi dari berbagai pihakmaupun tokoh-tokoh lainnya seperti yang dituduhkan kepada kami. Kami memandang bahwa apa yang dilakukan KPK adalah sebuah perbuatan yang tidak juga dapat dibenarkan. Mengandung permasalahan. Dan hampir di setiap perbincangan selalu ada pembahasan mengenai hal itu terlebih di media sosial. Kami khawatirnya ke depan bisa malah menimbulkan persoalan lain. Kami ingin Kalbar ini tenang, damai sehingga Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dapat bekerja dengan leluasa dalam hal pembangunan di Kalbar” terang Leo
Untuk itu, Leo berpesan kepada semua pihak untuk tidak berkomentar dan berspekulasi berbagai macam karena apa yang dilakukan adalah demi keberlangsungan Kalimantan Barat yang lebih baik, aman dan damai dari pro kontra yang terjadi selama ini.
“Kami hanya minta ketegasan KPK, itu saja. Benar kata kan Benar, salah kata kan Salah. Tidak ada embel-embel lain. Mengenai Adat yang akan dijalankan, kami minta jangan ikut campur masalah adat kami. Tidak selamanya adat itu jahat atau buruk tapi ada juga adat itu sebagai bentuk penegasan. Jadi, jangan kebakaran jenggotlah” tutup Leo







