Karawang, Idisi Media- Seolah tak ada hentinya persoalan Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) yang diberangkatkan secara ilegal/unprosedural dengan negara tujuan Timur Tengah.
Sejumlah kasus terungkap, kendati adapula yang masih ngendap. Seperti halnya yang dituturkan Herman (45 Tahun). Suami dari PMI bernama Karnasih bin Adul Warga Lemah Abang, Karawang.
Penuturan Herman yang ditemui dikantor Forum Perlindungan Pekerja Migran (FPMI) Karawang, Senin (10/07). Herman mengaku dibohongi sponsor, sehingga istrinya terbang ke Negara Saudi Arabia secara ilegal/unprosedural.
“Istri saya diberangkatkan oleh PT Anugerah melalui sponsor bernama Ida Rosida, warga dusun Selang, Desa Ciwaringin Lemah Abang, Karawang. Tanpa mendapat persetujuan saya selaku suami” Tutur Herman.
Lebih lanjut Herman menyesalkan tindakan sponsor yang seolah lepas tanggung jawab saat istrinya bermasalah di sana dan minta di pulangkan.
“Dengan keberangkatan diluar prosedur dan larangan penempatan PMI di Timur Tengah pada Bulan April 2023. Setelah istri saya di sana, dikabarkan bermasalah dan ingin pulang, sponsor malah lepas tangan” keluhnya.
Herman mengakui telah sering komplain kepada sponsor untuk ada solusi istrinya bisa pulang, namun selalu tidak digubris.
Melalui bantuan FPMI Karawang permasalahan yang menimpa istri Herman di adukan untuk mendapat solusi. bahkan tidak sampai disitu, Herman telah menyiapkan berkas laporan.
“Saya minta di fasilitas FPMI untuk menindaklanjuti laporan kepada pihak berwenang BP3MI, Polda Jabar dan Satgas Sikat Sindikat. Berkas laporannya telah saya siapkan. Agar istri saya dapat terselamatkan dan para sindikat segera dijerat” tegas Herman.
Sejauh ini pihak Perusahaan keberangkatan ataupun sponsornya belum dapat terkonfirmasi memberi keterangan.
***Heryawan Azizi




