Bandung – Idisi Online
Komara Nugroho harus menerima rasa kekecewaan akibat buntut status Wa yang mengaploud iklan dan lingk berita pengajuan pendaptaran bacaleg partai lain.
Apa yang menjadi harapan dan cita-citanya, dalam menganspirasikan dan membantu warga masyarakat kecil sirna, akibat sebuah status wa yang dianggap Komara tidak mengandung kebencian apalagi merugikan partainya sendiri yaitu PSI.
Komara Nugraha Suprato sebagai kader Partai PSI sekaligus bacaleg dapil 5 di kab.Bandung merasa heran dan aneh pada saat menerima pesan singkat melalui wa mendapatkan surat pemberhentian dari DPC Partai PSI Kabupaten Bandung, yang ditandatangani oleh ketua DPD PSI Kab. Bandung, Slamet Pinuji beserta sekretaris Geoffrey C. Tapiheru yang berisi terkait pemberitahuan surat keputusan pemberhentian sebagai anggota dan /atau bacaleg PSI Kab. Bandung pada Pemilu 2024.
Komara mengatakan, bahwa dirinya dipecat dari Partai PSI sekaligus dari bacaleg yang terhitung dari tanggal 15 mei, padahal saya tanggal 12 Mei kemarin baru diajukan pendaptaran bacaleg ke KPU bersama pengurus partai dan bacaleg lain. Ungkapnya.
“Aneh..kok Partai sekelas PSI dengan gampang pecat anggota tanpa di mintai klarifikasi dulu, saya pasang status Wa partai lain hanya untuk motivasi dan penyemangat saya sebagai bacaleg, bahwa partai-partai lain juga sudah ajukan Bacalon nya, bukan berarti saya mendukung partai itu,” Ujar Komara saat di wawancara awak media Rabu (17/5/2023).
Sebagai partai PSI yang Solidaritas anti intoleran juga anti korupsi, seharusnya pengurusnya bisa bijak dalam mengambil keputusan, apalagi kepada kader partai sendiri.
“Kan bisa memanggil dulu untuk di mintai maksud yang sebenarnya bukan main pecat saja, bahkan surat pemberhentian di sampaikan Hanya dengan melalui pesan wa SD aja,” ujar Komara.
“Saya sagat bangga menjadi anggota PSI tadinya, dan saya siap berkorban demi PSI menuju partai ini lebih hebat sehingga saya siap menjadi bacaleg juga, saya selalu sosialisasikan setiap saya melangkah bersama ibu saya,” ucapnya
Hal senada di sampaikan oleh ibu kandungnya Sukarwati yang saat ini sudah berusia 71 tahun.
“Saya sebagai ibunya sangat bersedih atas pemberhentian anak saya, karna saya tau Komara anak saya tidak pernah melakukan kesalahan yang merugikan apalagi sampai menjelekan partai PSI,” Ujarnya.
Apa yang sudah kami lakukan bersama anak saya, dalam memperkenalkan PSI kami sangat tulus dan bangga, bahwa PSI kedepanya saya yakin bisa membawa perubahan buat keluarga saya dan masyarakat.
Kami sudah banyak berkorban baik tenaga, dan pikiran bahkan materi dalam menyuarakan PSI di desa-desa, kita sudah banyak silaturahmi ke masyarakat di dapil 5 jadi saya berharap ketua dan pengurus untuk meninjau lagi keputusannya karena saya yakin anak saya yang tidak salah, pungkasnya.
Ketika di mintai klarifikasinya melalui pesan Whats-App Ketua DPD ypartai Solidaritas Indonesia (PSI) Slamet Pinuji tidak memberikan klarifikasi, bahkan tidak membalas pesan whats-App saat dimintai alasan pemecatan kepada Komara Nugraha Suprapto sebagai kader partai sekaligus sebagai bacaleg. tutup.
Reporter : Jay, Editor : Jun




