KBB, IO – Jumlah pendaftar pada tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di SMKN 1 Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, hampir mencapai kuota yang telah ditetapkan sekolah untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Ketua SPMB SMKN 1 Cipongkor, Carman, mengatakan hingga Kamis (11/6/2026), jumlah calon murid baru yang mendaftar telah mencapai sekitar 228 orang. Jumlah tersebut sesuai dengan daya tampung yang disediakan sekolah setelah adanya penambahan kuota sebagai sekolah penyangga.
“Awalnya kapasitas setiap kelas sebanyak 36 siswa. Karena SMKN 1 Cipongkor ditetapkan sebagai sekolah penyangga, kuota ditambah menjadi 38 siswa per kelas sehingga total daya tampung mencapai 228 siswa, termasuk kuota penyangga,” ujar Carman kepada wartawan.

Meski jumlah pendaftar telah mendekati kuota yang tersedia, pihak sekolah masih menunggu hasil resmi PCMB yang dijadwalkan diumumkan pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurut Carman, panitia sekolah hingga saat ini belum mengetahui secara pasti bentuk pengumuman yang akan muncul pada akun masing-masing calon murid. Hal tersebut telah dikonsultasikan kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan KCD. Karena ini sistem baru, mereka juga belum mengetahui seperti apa redaksi pengumuman yang akan muncul pada akun calon murid,” katanya.
Ia berharap seluruh pendaftar dapat diterima, mengingat masih terdapat beberapa jalur penerimaan yang kuotanya belum terisi penuh. Jika memungkinkan, kuota yang tersisa dapat dialihkan ke jalur yang jumlah pendaftarnya telah melebihi kapasitas.
“Mudah-mudahan kuota yang masih kosong bisa dilimpahkan ke jalur yang sudah penuh sehingga seluruh pendaftar dapat diterima di SMKN 1 Cipongkor. Jika kuota 228 siswa sudah terpenuhi di sistem, nantinya tinggal menunggu persetujuan siswa untuk melakukan daftar ulang pada tahap berikutnya,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara sekolah, pendaftar terbanyak berasal dari MTs Swasta Cicangkang Hilir dengan jumlah sekitar 60 orang. Selain itu, pendaftar juga banyak berasal dari SMPN 1 Cipongkor dan SMPN 2 Cipongkor. Sementara sisanya berasal dari berbagai SMP dan MTs swasta yang berada di wilayah Kecamatan Cipongkor.
Carman menjelaskan, berdasarkan data pendampingan yang diperoleh dari KCD Pendidikan Wilayah VI, SMKN 1 Cipongkor bersama SMAN 1 Cipongkor mendapat tugas melakukan sosialisasi dan pendampingan PCMB kepada sekitar 32 sekolah tingkat SMP dan MTs di wilayah tersebut. Masing-masing sekolah mendampingi sekitar 16 SMP dan MTs.
Namun demikian, pihak sekolah melihat masih cukup banyak lulusan SMP dan MTs yang belum mengisi data pemetaan maupun belum menentukan pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK.
“Masih ada lulusan SMP dan MTs yang belum mengisi data pemetaan. Untuk yang melanjutkan pendidikan juga masih relatif sedikit. Kemungkinan ada berbagai faktor yang memengaruhi, mulai dari kondisi ekonomi hingga alasan lainnya,” ungkap Carman.
Ia menambahkan, masa perpanjangan PCMB dinilai cukup membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Menurutnya, banyak orang tua dan calon murid yang masih membutuhkan pendampingan dalam memahami mekanisme PCMB dan SPMB yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Perpanjangan waktu ini sangat membantu karena masyarakat, terutama di lingkungan kampung, masih perlu pendampingan terkait proses PCMB dan SPMB yang menggunakan sistem baru,” pungkasnya.
Rep. Asted







