Kota Sukabumi, Idisi Online – Akhir-akhir ini banyak modus penipuan yang dilakujan oleh pengguna Aplikasi Grab Mart, berdampak kerugian terhadap pengemudi Grab.
Modus yang dilakukan yaitu berpura-pura belanja melalui Aplikasi Grab dan menjanjikan pembayaran kepada Pengemudi Grab.
Mereka pelaku sudah tidak punya perasaan iba sama sekali pada pengemudi yang sedang menggais rejeki siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan hidup nya.
Sebagaimana diakui Faisal seorang Pengemudi Grab agen Maxim, yang kebetulan ketemu dengan awak media di TKP salah satu Mini Market mengatakan, bahwa dia barusan sudah terkena tipu oleh pemesan ketika mau melakukan penagihan ke kasir di salah satu Mini Market yang ada didaerah Nyomplong, Kel. Nyomplong Kec. Warodoyong Sukabumi Kota.
Ia ditolak oleh kasir setelah menunjukan indentitas pemesan, yang janjinya akan membayar di mini market, tetapi wal hasil tidak mengirimkan uang atau transfer ke mini market yang dituju.
Adapun kronologis kejadian disampaikan korban sebagai berikut, Dimana modusnya setelah barang pesanan diterima, kemudian memesan lagi roko dan lain nya yang dianggap kurang, tuturnya.
Dalih uang akan dikirim melalui aflikasi untuk ditransfer ke mini market yang dituju, kemudian pemesan menunggu sisa pesanan di lokasi pinggir jalan di depan salah satu Kantor Polsek, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
Setelah si korban membeli barang sisa sesuai pesanan nya kemudian menunjukan no hp dan aflikasi pelaku sudah dimatikan terlebih dahulu, otomatis barang senilai Rp 300.000 (Tiga Ratus Ribu) yang sudah dibeli oleh korban dibawa kabur.
Untung saja kasir masih bijaksana barang yang sudah dibelinya saat itu dibatal kan, adapun modus sipelaku dengan alasan itu sering terjadi.
Menurut Kasir tidak mentransfer uang.
Barulah si korban sadar bahw dia telah kena tipu oleh si pemesan.
Sambil berkaca-kaca dan bingung ucap nya lirih, “duuh mana itu uang dapet ngumpulin, pemesan nya cewe yang saya ga curiga depan kantor polsek, bener-bener itu dasar orang niat jahat, biadab sambil pergi meninggalkan mini market dan sekaligus pamit.”
Sementara menurut Kasir yang saat itu kami konfirmasi mangatakan, “kejadian semacam itu banyak memakan korban akhir-akhir ini, sudah hampir satu bulan, Kejadian ini bukan pengemudi grab yang itu saja, sudah hampir lebih dari 3 orang pengemudi Grab yang datang kesini kena tipu. Pemesan nya pura-purq sedang berada nginep di hotel mewah, korban lebih gede lagi hampir Rp 1000.000 (satu juta),
lebih kasian lagi,” tuturnya.
“Menurut saya sebaiknya pengemudi lebih hati-hati kalo ada pesenan belanja online via grab posisi oranya ditempat umum seperti di hotel, depan Kantor Polsek dll, yang dianggap korban supaya tidak curiga,” kilah nya.
Kasian nemang nasib mereka yang jadi korban penipuan orang tidak bertanggung jawab dan tak punya rasa iba ini, harus segera diberantas dan diketahui keberadaan nya oleh pihak aparat yang berwenang agar tidak memakan banyak korban lagi.***Reporter Elut Haikal








