Kota Bandung, Idisi Online – Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, sekaligus menyimpan optimisme tinggi terhadap arah pembangunan kota.
Survei Teropong Daerah Kota Bandung yang dilakukan pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 terhadap 400 responden ini mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja wali kota sebesar 65,9 persen.
Jika dirinci, sebanyak 7,3 persen responden menyatakan sangat puas dan 58,6 persen puas. Sementara itu, 28,8 persen responden menyatakan tidak puas, 2,0 persen sangat tidak puas, serta 3,3 persen lainnya tidak menjawab atau tidak tahu.

Selain tingkat kepuasan, survei juga mengukur penilaian terhadap citra kepemimpinan Wali Kota Bandung selama satu tahun terakhir.
Hasilnya, sebanyak 73,1 persen responden memberikan penilaian positif, yang terdiri dari 7,8 persen sangat baik dan 65,3 persen baik. Adapun 21,6 persen responden menilai buruk, sementara sisanya tidak menjawab.
Di sisi lain, tingkat optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan Kota Bandung tercatat sebesar 81,4 persen.
Angka ini terdiri dari 12,9 persen responden yang menyatakan sangat optimistis dan 68,5 persen optimistis. Sementara itu, 14,5 persen responden menyatakan tidak optimistis, 2,2 persen sangat tidak optimistis, serta sebagian kecil lainnya tidak memberikan jawaban.
Peneliti Litbang Kompas, Christian MM, menyampaikan bahwa hasil survei tersebut menunjukkan adanya upaya konsolidasi dalam satu tahun pertama pemerintahan.
“Survei persepsi publik ini menunjukkan adanya upaya konsolidasi dan penguatan arah pembangunan di Kota Bandung. Meski terdapat beberapa catatan pada bidang ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang dinilai masih belum optimal, hasil ini menunjukkan adanya apresiasi publik yang nyata terhadap kerja-kerja konkret yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Humas Kota Bandung, Kamis 16 April 2026.
Penilaian positif masyarakat juga tercermin pada sejumlah sektor layanan publik.
Survei mencatat tingkat kepuasan terhadap layanan kesehatan mencapai 85,9 persen, administrasi kependudukan sebesar 84,3 persen, serta pendidikan sebesar 83,8 persen.
Selain itu, sektor infrastruktur kota memperoleh tingkat kepuasan sebesar 80,8 persen, sementara sektor transportasi mencapai 77,9 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa sebagian besar layanan publik dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, survei juga memberikan catatan penting bagi Pemkot Bandung untuk terus melakukan penguatan, khususnya pada sektor ekonomi dan tata kelola pemerintahan.
Pada sektor ekonomi, tingkat kepuasan masyarakat tercatat sebesar 53,5 persen. Hal ini menunjukkan perlunya akselerasi program yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, aspek tata kelola pemerintahan juga menjadi perhatian, terutama dalam hal peningkatan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat menilai kondisi Kota Bandung dalam satu tahun terakhir semakin membaik, terutama pada aspek inklusivitas sosial, ketertiban umum, serta pembangunan infrastruktur kota yang mendukung aktivitas warga.
Menanggapi hasil survei tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa tingkat optimisme masyarakat menjadi mandat bagi pemerintah untuk terus menghadirkan kerja nyata.
“Kami bersyukur melihat tingkat optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan Kota Bandung yang mencapai lebih dari 81 persen. Kepercayaan ini menjadi mandat bagi kami untuk terus menghadirkan kerja nyata yang lebih terukur dan berdampak. Survei ini menunjukkan bahwa peningkatan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan dan administrasi kependudukan, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Farhan.
Ia menegaskan, ke depan Pemkot Bandung akan terus memperkuat sektor ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pembangunan infrastruktur agar semakin merata dan berkualitas.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat penguatan ekonomi, peningkatan
kesejahteraan, serta percepatan pembangunan infrastruktur kota agar semakin merata dan berkualitas, sehingga setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Pemkot Bandung juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Dengan capaian tersebut, Pemkot Bandung menjadikan hasil survei ini sebagai dasar evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat arah pembangunan kota ke depan. (ray)
Sumber Humas Pemkot Bandung









