SUKABUMI – idiaionline.com || Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang biasanya menopang sejumlah program sosial dan kesehatan, kini merosot tajam. Dari lebih Rp. 8 miliar tahun lalu, kini hanya tersisa sekitar Rp3,7 miliar. Tahun anggaran 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Sukabumi. Hal ini merupakan PR besar buat Pemkot Sukabumi yang harus berpikir keras.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melalui Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) segera menggelar monitoring dan evaluasi (monev) terhadap perangkat daerah penerima DBHCHT.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah benar-benar digunakan sesuai aturan dan memberi manfaat nyata,” ujar Kepala Bidang PSDA Bappeda, Erni Agus Riyani, melalui JF Perencana Ahli Muda Nina Wardhani. Beli vitamin dan suplemen
Regulasi terbaru dari Kementerian Keuangan, yakni PMK Nomor 72 Tahun 2024, menegaskan minimal 40 persen DBHCHT harus dialokasikan untuk sektor kesehatan. Sisanya diarahkan pada kesejahteraan masyarakat dan penegakan hukum di bidang cukai. Artinya, pengawasan tak hanya sebatas administrasi, tetapi juga menyentuh dampak langsung bagi warga.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Validasi data dilakukan agar penerima manfaat tepat sasaran, termasuk mengantisipasi perubahan status seperti meninggal dunia atau pindah domisili
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari, menambahkan bahwa pemahaman teknis terhadap aturan terbaru sangat penting agar tidak terjadi kekeliruan.
Anggaran pada Dinas Kesehatan difokuskan untuk peningkatan layanan dan pengadaan alat kesehatan, Diskumindag untuk mendorong UMKM, sedangkan Satpol PP diarahkan pada penegakan hukum terhadap rokok ilegal,” jelasnya.
Meski dana menyusut, komitmen pengawasan tetap kuat. Hasan menegaskan, sepanjang tahun anggaran 2026, evaluasi akan terus dilakukan agar pemanfaatan DBHCHT tetap on track, akuntabel, dan berdampak langsung pada masyarakat. “Kami memastikan setiap rupiah DBHCHT digunakan secara efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.***
Reporter : Agus Pren






