Opini Publik

Indonesia Tahun 2026 Dalam Tantangan Pengaruh Politik Internal dan Eksternal pada Krisis Militer dan Ekonomi Global

×

Indonesia Tahun 2026 Dalam Tantangan Pengaruh Politik Internal dan Eksternal pada Krisis Militer dan Ekonomi Global

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Oleh : Elut Haikal

Peta Politik Indonesia di era Kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini yang baru satu (1) tahun berjalan, dibayangi pengaruh kekuatan Politik Eksternal dan Internal secara perlahan yang siap menghadang Program Kerjanya, dengan Tekad Menuju Indonesia bersih KKN dan Oligarki
Namun dibalik setiap Rejim Reformasi, selalu ada Ambisi Kekuasaan laen, yang menunggu kelemahan untuk menjatuhkan, mengobok obok satu dengan yg lainya tanpa pandang bulu, dalam satu bingkai kedaulatan pemerintahan yang syah.

Sekalipun Bangsa dan Negara, mereka Tak peduli siapa akan jadi Korban, asal tujuan ambisi politik mereka tercapai, hal ini kadang di pengaruhi oleh Poilitk Luar negri yang memiliki kepentingan sama, yaitu, Strategi Pengaruh Ekonomi, Sumber Alam, Sumber Penduduk sebagai sasaran dari bagian daya cenngkram nya dengan menggunakan tangan tangan Potensi anak bangsa yang menjadi budak penghianat

Begitulah bingkai wajah asli NKRI, bentukan pola pikir politik Reformasi adalah diantara buah pemikiran dari Halusinasi sekenario politk yg ingin peralihan kekuasaan dan pembersihan KKN diera Orde Baru ke Reformasi, dengan slogan yang lebih indah Fantastis menjanjikan Kejujuran, keterbukaan, keadilan hingga Kesejahtraan yang di tawar kan untuk menuju Adil Makmur, tetapi isinya hanya perubahan balik nama saja semodel sebutan Babu dengan sebutan lebih kren Baby Sister, namun isinya justru lebih parah.

Catatan dari perjalanan Reformasi ini apanya yang Hebat ?? Dibawah pimpinan BJ Habibi Timur Leste Lepas dari pangkuan NKRI dibawah Pengaruh tekanan Politik Strategi luar negri
Berlanjut dgn Gusdur terjadi Skandal Gate dana Hibah
Dibawah Pimpinan Mega Wati terjadi Dugaan Kasus Skandal Jual Indosat, Gas, Korupsi BLBI ke tangan Asing, dan Jual Pulau, Begitu pula era Pimpinan SBY Dugaan Skandal EKTP Hambalang, CENTURY. LAPINDO, serta Korupsi oleh Kroninya, berlanjut era JOKOWI dengan dugaan Skandal yang lebih parah Ambil PREPORT, Ambil MAHAKAM, ROKAN, NEWMONT, INCA,

Info Lainnya  Terowongan NANJUNG (Part 1)

era Jokowi menjamurnya ketidak Adilan Aparat Penegak Hukum (APH) hampir disegala bidang, yang dinilai Tajam kebawah tumpul ke atas, dari mulai penindakan terhadap kasus maraknya Narkoba, Perjudian, Pemerasan, Penyelundupan, Perdagangan Gelap, Penyerobotan lahan Laut, Hutan Tambang, Kekerasan, dll.

Hampir penegakan hukum lumpuh total
Hal ini justru dilakukan lebih masiv oleh Kalangan Elit Politisi, Eksekutif dan Legislatif diperparah dengan melibatkan yang mengatas namakan Tokoh Reformasi, Agama, Budayawan, Masyarakat, Cendekiawan

Nepotisme makin di pertontonkan ke Publik dengan Mengangkat Turunan nya atau anak semata wayang dan para Kroni oleh Peminpin² kita model Pawaris Tahhta untuk duduk di Singga Sana kerajaan yang terang2 ngan menciptakan PEODAL² baru yang tanpa kerja dan Jasa Karya terhadap Bangsa dan Negara dgn kukuasaan orang tua, dgn mudah dapat kan kedudukan baik di Partai, Organisasi atau pun di Jabatan tertinggi,

Inilah warisan yang terus menerus menjadi Estapet kepemimpinan yang di sugguh kan pada Bangsa ini dari Pusat Hingga Pemeritah Daerah.
Halusinasi yang tidak karuan, dari Lakon peran kebenaran yang akan memberikan kepuasan bagi masyarakat dan penganut nya, walhasil Reformasi yang visi misi tujuannya melenyapkan KKN & OLIGARKI, semodel hidangan siap saji dan lezat dar patamorgana yang tak pernah ada ujud.
Repormasi berjalan maju berderap bukan mencapai untung yg melimpah ruah adil makmur, , tetapi mencapai buntung selama 24 tahun,

Miris bagi pemimpin saat ini dengan Kondisi krisis Ke Uangan, Hutang Besar, Kerusakan dan Penguasaan SDA yang sewenang wenang, kerusakam Politik, kerusakan SDM, Serba Amburadul, hingga krisis sosial pada Moral, Ahlak dan Etika, Krisis kepercayaan Politik, Agama disegala bidang yang terus di maen kan dibelakang layar saat ini, untuk mengguncang pemerintahan Indonesia oleh dua arah internal dan external. Dengan Lakon peran Isyu Moral, Politk, Ekonomi, SARA, RASIS, AGAMA, MERDEKA yang ingin memisahkan diri dari NKRI, melalui sarana Medsos yang dianggap jitu.

Info Lainnya  Keluarga Besar MAN 1 Kota Sukabumi Mengucapkan Dirgahayu Kota Sukabumi Ke - 112

ini semua faktor Internal bangsa.
Semodel Benang Benang kusut yang tidak karuan mana ujung mana pangkal

Belum Faktor Pengaruh Eksternal dari Kekuatan Negara Adikuasa cs yang terus membayangi langkah gerak haluan bangsa kita dari sejak kemerdekaan baik secara idiologi, Politik, militer, ekonomi sebagai alat bantu untuk memastikan orientasi keberpihakan kita kepada mereka untuk menjadi bagian sekutunya.
Dengan modal NOMBLOK , politik keberpihakan kita pada posisi rentan menjadi Rebutan untuk di pengaruhi ibarat perawan yang sedang bersolek.

gerak langkah pemerintah Indonesia dibawah Prabowo politik luar negrinya tampil melesat lantang dengan berbagai konsep perdamaian yang di usulkan menarik perhatian mereka, dengan kekuatan militer yg cukup solid dan kuat atas dukungan rakyat kita terhadap perdamaian dunia, secara khusus disadari atau tidak, dengan usulan ikut menciptakan perdamaian Dunia Indonesia brani lantang masuk pada kancah Strategi Global Nato, Amerika yaitu pada kepentingan penguasaan wiliyah Eropa Timur di Ukraina dan Palestina dibawah pengaruh cita² Strategi Globak Israel cs Amerca Nato, dikawasan Timur Tengah, untuk Mendirikan Israel Raya, di anggap mengguncang sistem kerja politik militer mereka.

Pak Prabowo rupanya tidak saja diluar negri di dalam negripun terus bergerak pada pembersihan KKN dan Oligarki dalam Komitmentnya untuk kembali ke UUD 45 di kancah Reformasi, terus aktip membenahi penataan negaranya, tentu hal ini harus didukung oleh rakyat seutuhnya.

Rakyat tidak terkotak kotak oleh kepentingan politik dalam Negri, tetapi memiliki satu visi misi Indonesia mandiri maju berdiri dikaki sendiri.
Tanpa dukungan dari rakyat dan Terutama Partai politik yang kerjanya Devide at Empera dihawatirkan malah bertolak belakang hingga memudahkan fihak asing masuk dengan mudah, mempengaruhi dan mengobok obok bangsa ini ?

Info Lainnya  Pemajuan Kebudayaan Melalui Revitalisasi Substansi Berbasis Partisipasi

Mampu kah Pemerintah saat ini dibawah kepemimpinan Prabowo dgn tekad yang kuat mengembalikan Keadaan gangguan dan memberatas KKN dan Oligarki yang akut seperti kangker ini ??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

article 0000091

article 0000092

article 0000093

article 0000094

article 0000095

article 0000096

article 0000097

article 0000098

article 0000099

article 0000100

article 0000101

article 0000102

article 0000103

article 0000104

article 0000105

article 0000106

article 0000107

article 0000108

article 0000109

article 0000110

article 0000111

article 0000112

article 0000113

article 0000114

article 0000115

article 0000116

article 0000117

article 0000118

article 0000119

article 0000120

artikel 0000106

artikel 0000107

artikel 0000108

artikel 0000109

artikel 0000110

artikel 0000111

artikel 0000112

artikel 0000113

artikel 0000114

artikel 0000115

artikel 0000116

artikel 0000117

artikel 0000118

artikel 0000119

artikel 0000120

artikel 0000121

artikel 0000122

artikel 0000123

artikel 0000124

artikel 0000125

artikel 0000126

artikel 0000127

artikel 0000128

artikel 0000129

artikel 0000130

artikel 0000131

artikel 0000132

artikel 0000133

artikel 0000134

artikel 0000135

pengadilan 000086

pengadilan 000087

pengadilan 000088

pengadilan 000089

pengadilan 000090

pengadilan 000091

pengadilan 000092

pengadilan 000093

pengadilan 000094

pengadilan 000095

pengadilan 000096

pengadilan 000097

pengadilan 000098

pengadilan 000099

pengadilan 000100

pengadilan 000101

pengadilan 000102

pengadilan 000103

pengadilan 000104

pengadilan 000105

article 3000061

article 3000062

article 3000063

article 3000064

article 3000065

article 3000066

article 3000067

article 3000068

article 3000069

article 3000070

article 3000071

article 3000072

article 3000073

article 3000074

article 3000075

article 3000076

article 3000077

article 3000078

article 3000079

article 3000080

article 3000081

article 3000082

article 3000083

article 3000084

article 3000085

article 3000086

article 3000087

article 3000088

article 3000089

article 3000090

article 3000091

article 3000092

article 3000093

article 3000094

article 3000095

article 3000096

article 3000097

article 3000098

article 3000099

article 3000100

article 3000101

article 3000102

article 3000103

article 3000104

article 3000105

article 3000106

article 3000107

article 3000108

article 3000109

article 3000110

article 3000111

article 3000112

article 3000113

article 3000114

article 3000115

article 3000116

article 3000117

article 3000118

article 3000119

article 3000120

article 2000081

article 2000082

article 2000083

article 2000084

article 2000085

article 2000086

article 2000087

article 2000088

article 2000089

article 2000090

article 2000091

article 2000092

article 2000093

article 2000094

article 2000095

article 2000096

article 2000097

article 2000098

article 2000099

article 2000100

article 2000101

article 2000102

article 2000103

article 2000104

article 2000105

article 2000106

article 2000107

article 2000108

article 2000109

article 2000110

invoice 00055

invoice 00056

invoice 00057

invoice 00058

invoice 00059

invoice 00060

invoice 00061

invoice 00062

invoice 00063

invoice 00064

invoice 00065

invoice 00066

invoice 00067

invoice 00068

invoice 00069

invoice 00070

invoice 00071

invoice 00072

invoice 00073

invoice 00074

invoice 00075

invoice 00076

invoice 00077

invoice 00078

invoice 00079

invoice 00080

invoice 00081

invoice 00082

invoice 00083

invoice 00084

invoice 00085

invoice 00086

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

article 238000411

article 238000412

article 238000413

article 238000414

article 238000415

article 238000416

article 238000417

article 238000418

article 238000419

article 238000420

article 238000421

article 238000422

article 238000423

article 238000424

article 238000425

article 238000426

article 238000427

article 238000428

article 238000429

article 238000430

article 238000431

article 238000432

article 238000433

article 238000434

article 238000435

article 238000436

article 238000437

article 238000438

article 238000439

article 238000440

article 238000441

article 238000442

article 238000443

article 238000444

article 238000445

article 238000446

article 238000447

article 238000448

article 238000449

article 238000450

article 238000451

article 238000452

article 238000453

article 238000454

article 238000455

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

artikel 0000136

artikel 0000137

artikel 0000138

artikel 0000139

artikel 0000140

artikel 0000141

artikel 0000142

artikel 0000143

artikel 0000144

artikel 0000145

news-1701