Oleh : Elut Haikal
Peta Politik Indonesia di era Kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini yang baru satu (1) tahun berjalan, dibayangi pengaruh kekuatan Politik Eksternal dan Internal secara perlahan yang siap menghadang Program Kerjanya, dengan Tekad Menuju Indonesia bersih KKN dan Oligarki
Namun dibalik setiap Rejim Reformasi, selalu ada Ambisi Kekuasaan laen, yang menunggu kelemahan untuk menjatuhkan, mengobok obok satu dengan yg lainya tanpa pandang bulu, dalam satu bingkai kedaulatan pemerintahan yang syah.
Sekalipun Bangsa dan Negara, mereka Tak peduli siapa akan jadi Korban, asal tujuan ambisi politik mereka tercapai, hal ini kadang di pengaruhi oleh Poilitk Luar negri yang memiliki kepentingan sama, yaitu, Strategi Pengaruh Ekonomi, Sumber Alam, Sumber Penduduk sebagai sasaran dari bagian daya cenngkram nya dengan menggunakan tangan tangan Potensi anak bangsa yang menjadi budak penghianat
Begitulah bingkai wajah asli NKRI, bentukan pola pikir politik Reformasi adalah diantara buah pemikiran dari Halusinasi sekenario politk yg ingin peralihan kekuasaan dan pembersihan KKN diera Orde Baru ke Reformasi, dengan slogan yang lebih indah Fantastis menjanjikan Kejujuran, keterbukaan, keadilan hingga Kesejahtraan yang di tawar kan untuk menuju Adil Makmur, tetapi isinya hanya perubahan balik nama saja semodel sebutan Babu dengan sebutan lebih kren Baby Sister, namun isinya justru lebih parah.
Catatan dari perjalanan Reformasi ini apanya yang Hebat ?? Dibawah pimpinan BJ Habibi Timur Leste Lepas dari pangkuan NKRI dibawah Pengaruh tekanan Politik Strategi luar negri
Berlanjut dgn Gusdur terjadi Skandal Gate dana Hibah
Dibawah Pimpinan Mega Wati terjadi Dugaan Kasus Skandal Jual Indosat, Gas, Korupsi BLBI ke tangan Asing, dan Jual Pulau, Begitu pula era Pimpinan SBY Dugaan Skandal EKTP Hambalang, CENTURY. LAPINDO, serta Korupsi oleh Kroninya, berlanjut era JOKOWI dengan dugaan Skandal yang lebih parah Ambil PREPORT, Ambil MAHAKAM, ROKAN, NEWMONT, INCA,
era Jokowi menjamurnya ketidak Adilan Aparat Penegak Hukum (APH) hampir disegala bidang, yang dinilai Tajam kebawah tumpul ke atas, dari mulai penindakan terhadap kasus maraknya Narkoba, Perjudian, Pemerasan, Penyelundupan, Perdagangan Gelap, Penyerobotan lahan Laut, Hutan Tambang, Kekerasan, dll.
Hampir penegakan hukum lumpuh total
Hal ini justru dilakukan lebih masiv oleh Kalangan Elit Politisi, Eksekutif dan Legislatif diperparah dengan melibatkan yang mengatas namakan Tokoh Reformasi, Agama, Budayawan, Masyarakat, Cendekiawan
Nepotisme makin di pertontonkan ke Publik dengan Mengangkat Turunan nya atau anak semata wayang dan para Kroni oleh Peminpin² kita model Pawaris Tahhta untuk duduk di Singga Sana kerajaan yang terang2 ngan menciptakan PEODAL² baru yang tanpa kerja dan Jasa Karya terhadap Bangsa dan Negara dgn kukuasaan orang tua, dgn mudah dapat kan kedudukan baik di Partai, Organisasi atau pun di Jabatan tertinggi,
Inilah warisan yang terus menerus menjadi Estapet kepemimpinan yang di sugguh kan pada Bangsa ini dari Pusat Hingga Pemeritah Daerah.
Halusinasi yang tidak karuan, dari Lakon peran kebenaran yang akan memberikan kepuasan bagi masyarakat dan penganut nya, walhasil Reformasi yang visi misi tujuannya melenyapkan KKN & OLIGARKI, semodel hidangan siap saji dan lezat dar patamorgana yang tak pernah ada ujud.
Repormasi berjalan maju berderap bukan mencapai untung yg melimpah ruah adil makmur, , tetapi mencapai buntung selama 24 tahun,
Miris bagi pemimpin saat ini dengan Kondisi krisis Ke Uangan, Hutang Besar, Kerusakan dan Penguasaan SDA yang sewenang wenang, kerusakam Politik, kerusakan SDM, Serba Amburadul, hingga krisis sosial pada Moral, Ahlak dan Etika, Krisis kepercayaan Politik, Agama disegala bidang yang terus di maen kan dibelakang layar saat ini, untuk mengguncang pemerintahan Indonesia oleh dua arah internal dan external. Dengan Lakon peran Isyu Moral, Politk, Ekonomi, SARA, RASIS, AGAMA, MERDEKA yang ingin memisahkan diri dari NKRI, melalui sarana Medsos yang dianggap jitu.
ini semua faktor Internal bangsa.
Semodel Benang Benang kusut yang tidak karuan mana ujung mana pangkal
Belum Faktor Pengaruh Eksternal dari Kekuatan Negara Adikuasa cs yang terus membayangi langkah gerak haluan bangsa kita dari sejak kemerdekaan baik secara idiologi, Politik, militer, ekonomi sebagai alat bantu untuk memastikan orientasi keberpihakan kita kepada mereka untuk menjadi bagian sekutunya.
Dengan modal NOMBLOK , politik keberpihakan kita pada posisi rentan menjadi Rebutan untuk di pengaruhi ibarat perawan yang sedang bersolek.
gerak langkah pemerintah Indonesia dibawah Prabowo politik luar negrinya tampil melesat lantang dengan berbagai konsep perdamaian yang di usulkan menarik perhatian mereka, dengan kekuatan militer yg cukup solid dan kuat atas dukungan rakyat kita terhadap perdamaian dunia, secara khusus disadari atau tidak, dengan usulan ikut menciptakan perdamaian Dunia Indonesia brani lantang masuk pada kancah Strategi Global Nato, Amerika yaitu pada kepentingan penguasaan wiliyah Eropa Timur di Ukraina dan Palestina dibawah pengaruh cita² Strategi Globak Israel cs Amerca Nato, dikawasan Timur Tengah, untuk Mendirikan Israel Raya, di anggap mengguncang sistem kerja politik militer mereka.
Pak Prabowo rupanya tidak saja diluar negri di dalam negripun terus bergerak pada pembersihan KKN dan Oligarki dalam Komitmentnya untuk kembali ke UUD 45 di kancah Reformasi, terus aktip membenahi penataan negaranya, tentu hal ini harus didukung oleh rakyat seutuhnya.
Rakyat tidak terkotak kotak oleh kepentingan politik dalam Negri, tetapi memiliki satu visi misi Indonesia mandiri maju berdiri dikaki sendiri.
Tanpa dukungan dari rakyat dan Terutama Partai politik yang kerjanya Devide at Empera dihawatirkan malah bertolak belakang hingga memudahkan fihak asing masuk dengan mudah, mempengaruhi dan mengobok obok bangsa ini ?
Mampu kah Pemerintah saat ini dibawah kepemimpinan Prabowo dgn tekad yang kuat mengembalikan Keadaan gangguan dan memberatas KKN dan Oligarki yang akut seperti kangker ini ??












