RAGAM

Masih Ada Di Kab. Sukabumi ..!! (Rumah Tak Layak Huni, Makan Bisa Hari Ini Dan Entah Untuk Esok)

×

Masih Ada Di Kab. Sukabumi ..!! (Rumah Tak Layak Huni, Makan Bisa Hari Ini Dan Entah Untuk Esok)

Sebarkan artikel ini


Kab. Sukabumi – IDISIONLINE.COM | Hanya keajaiban dari Tuhan yang di harapkan oleh umi Entin, ketika tempat tinggalnya sudah nyaris tidak berwujud sebagai rumah lagi, dan apalah artinya harus berharap akan datangnya bantuan dari Pemerintah, karena sudah belasan tahun kondisi rumahnya yang sangat tidak layak huni tak pernah tersentuh. Padahal menurut warga setempat umi Entin adalah warga Pribumi. Jangankan Pemerintah tingkat Kabupaten, setingkat desapun entah kemana selama ini.

Inilah sebuah potret buram kehidupan yang dirasakan seorang ibu janda paruh baya bernama Entin S (51) warga Kampung Dangdeur RT 027/008, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

@IdisiaOnline
Gulir untuk membaca

Umi Entin sapaan akrab ibu janda tua, yang saat ini tinggal bersama cucunya dan anaknya Wildan (36) di rumah bilik bambu yang hampir roboh akibat termakan usia. Bila hujan turun, bocor disetiap sudut rumah, apalagi bagian sudut dapur dan jamban (kamar mandi) sudah ambruk tak berdinding. Basah kuyupun sudah tidak aneh bagi umi Entin.

Kondisi rumah umi sudah belasan tahun seperti ini, sudah tidak aneh lagi setiap kali turun hujan deras apalagi dibarengi angin kencang, bocor air hujan dari atas atap di setiap sudut rumah. Lampu listrik juga baru empat bulan ini, itupun ngambil dari KWH tetangga sebelah dengan iuran seikhlasnya. Sebelumnya, pake lampu minyak atau lilin untuk menerangi pada malam hari saja,” Umi Entin menuturkan dalam bahasa sunda,  saat disambangi di rumahnya, Kamis (25/03/21).

Ironisnya lagi, Umi Entin mengaku dari dulu belum pernah tersentuh bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), baik dari Pemerintah Desa (Pemdes), maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bahkan Program Pemprov meski sudah pernah meminta ketua RT untuk diajukan. 

Info Lainnya  Tindak Pidana Pengeroyokan, Korban Meninggal Dunia

 “umi mah masih keneh tiasa usaha” (umi masih bisa kerja) tegas Umi.

“Umi tidak mampu untuk memperbaiki kondisi kerusakan rumah, cuma bisa berdoa dan tawakal dengan kondisi rumah yang seperti ini. Untuk makan sehari-hari pun, menunggu panggilan tetangga untuk mencuci pakaian dengan upah Rp 20-50 ribu. Itupun kalo ada,” papar Umi Entin.

Adapun bantuan program pemerintah yang masih dirasakan Umi Entin sampai saat ini. Dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 350 ribu/ tiga bulan. Tetapi untuk tahun ini, Umi mengaku belum ada kabar bakal menerima pencairan PKH, padahal sudah waktunya.

Alhamdulillah ada bantuan dari PKH sebanyak 350 ribu dari dulu, tapi udah dua bulan belum ada pencairan. Sekarang dikolektifkan untuk pencairanya, kalo dulu dikantor pos dan harus mengantri. Meski tidak sama nominalnya dengan penerima PKH yang lain, umi hanya bisa bersyukur,” jelas Umi.

Umi Entin berharap, ada uluran tangan dari penggerak sosial maupun pemerintah setempat, untuk bisa menoleh kondisi sebenarnya dan membantu perbaiki rumahnya yang dirasakan sudah pada keropos sebagian besar kontruksi rumah bilik bambunya ini.

Umi hanya bisa berharap dan berdoa saja, semoga ada hamba Allah maupun dari pihak pemerintah yang membantu perbaiki rumah ini. Agar ketika hujan tidak lagi bocor dimana-mana,” harap Umi Entin.***

Reporter : Agus Pren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!