Untuk membaca, gulir ke bawah!
Berita

Polemik Desil, Saat Kemiskinan Dipandang Relatif

×

Polemik Desil, Saat Kemiskinan Dipandang Relatif

Sebarkan artikel ini

Oleh: Reni Sumarni

Kabar berita yang tengah beredar di masyarakat saat ini tentang penetapan bantuan pemerintah yang disesuaikan dengan angka desil, imbasnya masyarakat semakin resah karena ketakutan tidak mendapat bantuan.
Padahal jelas ekonomi saat ini sedang dalam masa sulit.
Masyarakat mulai ragu dengan hasil desil mereka yang tercatat di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Meskipun pemerintah menyatakan bahwa angka desil bukan ukuran absolut kemiskinan, akan tetapi nyatanya masyarkat resah. Apalagi yang terdata angka desil 9 dan 10 maka ditetapkan sebagai warga yang mampu dan tidak berhak mendapat bantuan. Padahal bisa saja ada kekeliruan saat mendata saking banyaknya warga dan membuat petugas sensus pun kadang bisa salah melaporkan data.



Aturan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan faktanya hanya membuat polemik di tengah masyarakat yang tidak ada hentinya. Untuk apa pemerintah terus melakukan pendataan tapi pada dasarnya bantuan tetap tidak dirasakan dan diterima masyarakat bahkan kemiskinan terus meningkat?

Terjadinya polemik ini tidak lain dan tidak bukan karena sistem yang diterapkan bukan dari Islam. Setiap masalah yang ada bukan dicari akar masalahnya tapi malah semakin menambah masalah baru. Sistem kapitalis telah gagal membuat rakyat sejahtera karena definisi miskin dalam kapitalis dinilai dari angka bukan dari kenyataan. Sementara angka bisa di manipulasi, meskipun  fakta rakyat yang kelaparan jelas terbukti bahkan yang berujung pada kematian.

Di sisi lain, standar kaya yang dibeberkan oleh pemerintah membuat rakyat Indonesia semakin geram, dimana gaji seorang kepala keluarga tiga juta perbulan bahkan dua juta sudah dikategorikan kaya dan tidak berhak mendapat bantuan. Padahal dari penghasilan dua juta perbulan mereka harus menghidupi 4 atau 3 jiwa bahkan bisa lebih dari itu. Sungguh hidup di tengah sistem kapitalis membuat akal manusia diluar nalar.

Sistem ekonomi kapitalistik di Indonesia membuat kepemilikan SDA kita berpindah kepada pihak kapitalis atau oligarki dimana keuntungan pengelolaan SDA hasilnya bukan untuk rakyat tapi untuk para oligarki. Alhasil kemiskinan akan terus jadi problem di negeri ini karena pemasukan negara yang bersumber dari SDA hasilnya seharusnya untuk rakyat,nyatanya masuk ke dalam kantong para oligarki.

Semua ini menunjukkan kebijakan yang ditetapkan pemerintah tidak bisa memberikan solusi jangka panjang. Yang ada semua itu hanyalah tambal sulam. Perubahan ekonomi rakyat sejahtera bukan hanya diberi bantuan saja, akan tetapi kebutuhan yang lainnya harus terpenuhi, dengan cara rakyat mudah menjangkau kebutuhan-kebutuhan mereka. Sepertinya mustahil masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan di negeri ini bisa memenuhi seluruh kebutuhan hanya dari bantuan pemerintah saja.

Solusi yang ditawarkan Islam untuk mengatasi polemik desil semata-mata bukan dilihat dari angka. Siapapun yang dalam keadaan sulit memenuhi kebutuhan asasi, terkategori miskin. Dan jelas bahwa seorang pemimpin atau kepala negara beserta jajarannya adalah raa’in yaitu bertugas melayani dan mengurusi urusan umat guna memenuhi seluruh kebutuhan rakyat tanpa terkecuali.

Negara atau pemerintahan Islam tahu akan fungsi mereka di tengah umat, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan rakyat pemerintah Islam sudah menyediakan dana dalam sebuah lembaga yaitu baitul mal, yang akan disalurkan ke setiap tempat atau kepada masyarakat yang membutuhkan. Dan kategori yang berhak mendapat bantuan atau zakat dalam Islam tentunya jelas yaitu kehidupannya dibawah standar layak.

Sumber Daya Alam dalam Islam juga tentunya akan dikelola oleh negara dan hasilnya untuk kemaslahatan umat, hingga pada akhirnya rakyat tidak akan ada yang hidup dalam kemiskinan. Kesejahteraan akan didapatkan apabila negara benar dalam mengurusi SDA. Tertoreh dalam sejarah, saat daulah Islam tegak saat itu, negara bingung mencari fakir miskin untuk diberi harta dari baitul mal dan nyatanya saat itu masyarakat hidup dalam kesejahteraan dan tidak ada yang menjadi penerima zakat dari baitul mal.

Tentu saja berbeda dengan kondisi saat ini banyak rakyat yang membutuhkan bantuan tapi negara tidak memiliki harta untuk diberikan kepada rakyatnya. Dari sini kita bisa lihat bagaimana sistem Islam diterapkan hingga ke penjuru dunia dan nyaris saat Islam tegak kesejahteraan bisa dirasakan oleh rakyatnya. Bahkan seorang pemimpin negara sekelas Umar bin Khatab rela memanggul sendiri gandum untuk diberikan kepada seorang ibu yang tidak memiliki makanan sedikit pun untuk keluarganya.

Hanya Islamlah satu-satunya solusi untuk segala macam persoalan umat. Tapi untuk mewujudkan semua itu bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan  menegakkan kembali syariat Islam yaitu dengan dakwah  untuk memahamkan kepada umat agar mau diterapkan sistem Islam. Dan bukan hal yang mustahil Islam diterapkan sehingga hidup umat akan sejahtera. Dan itu sudah terbukti pada masa kepemimpinan Islam yang berawal dari tegaknya Islam di Madinah atas perjuangan Rasulullah saw dan kaum Muslim tentunya. Wallahu A’lam bishshowab.

Info Lainnya  Sebanyak 90 Pengurus Kadin Kab Bandung Periode 2019 - 2024 Dilantik dan dikukuhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Idisi Online

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 838000638

article 838000639

article 838000640

article 838000641

article 838000642

article 838000643

article 838000644

article 838000645

article 838000646

article 838000647

article 838000648

article 838000649

article 838000650

article 838000651

article 838000652

article 838000653

article 838000654

article 838000655

article 838000656

article 838000657

article 838000658

article 838000659

article 838000660

article 838000661

article 838000662

article 838000663

article 838000664

article 838000665

article 838000666

article 838000667

article 838000668

article 838000669

article 838000670

article 838000671

article 838000672

article 838000673

article 838000674

article 838000675

article 838000676

article 838000677

article 838000678

article 838000679

article 838000680

article 838000681

article 838000682

article 838000683

article 838000684

article 838000685

article 838000686

article 838000687

article 838000688

article 838000689

article 838000690

article 838000691

article 838000692

article 838000693

article 838000694

article 838000695

article 838000696

article 838000697

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

article 238000461

article 238000462

article 238000463

article 238000464

article 238000465

article 238000466

article 238000467

article 238000468

article 238000469

article 238000470

article 238000471

article 238000472

article 238000473

article 238000474

article 238000475

article 238000476

article 238000477

article 238000478

article 238000479

article 238000480

article 238000481

article 238000482

article 238000483

article 238000484

article 238000485

article 238000486

article 238000487

article 238000488

article 238000489

article 238000490

article 238000491

article 238000492

article 238000493

article 238000494

article 238000495

article 238000496

article 238000497

article 238000498

article 238000499

article 238000500

article 238000501

article 238000502

article 238000503

article 238000504

article 238000505

article 238000506

article 238000507

article 238000508

article 238000509

article 238000510

article 238000511

article 238000512

article 238000513

article 238000514

article 238000515

article 7700246

article 7700247

article 7700248

article 7700249

article 7700250

article 7700251

article 7700252

article 7700253

article 7700254

article 7700255

article 7700256

article 7700257

article 7700258

article 7700259

article 7700260

article 7700261

article 7700262

article 7700263

article 7700264

article 7700265

article 7700266

article 7700267

article 7700268

article 7700269

article 7700270

article 7700271

article 7700272

article 7700273

article 7700274

article 7700275

article 7700276

article 7700277

article 7700278

article 7700279

article 7700280

article 7700281

article 7700282

article 7700283

article 7700284

article 7700285

article 2000431

article 2000432

article 2000433

article 2000434

article 2000435

article 2000436

article 2000437

article 2000438

article 2000439

article 2000440

article 2000441

article 2000442

article 2000443

article 2000444

article 2000445

article 2000446

article 2000447

article 2000448

article 2000449

article 2000450

article 2000451

article 2000452

article 2000453

article 2000454

article 2000455

article 2000456

article 2000457

article 2000458

article 2000459

article 2000460

article 2000461

article 2000462

article 2000463

article 2000464

article 2000465

article 2000466

article 2000467

article 2000468

article 2000469

article 2000470

article 2000471

article 2000472

article 2000473

article 2000474

article 2000475

article 2000476

article 2000477

article 2000478

article 2000479

article 2000480

article 2000481

article 2000482

article 2000483

article 2000484

article 2000485

article 2000486

article 2000487

article 2000488

article 2000489

article 2000490

article 2990581

article 2990582

article 2990583

article 2990584

article 2990585

article 2990586

article 2990587

article 2990588

article 2990589

article 2990590

article 2990591

article 2990592

article 2990593

article 2990594

article 2990595

article 2990596

article 2990597

article 2990598

article 2990599

article 2990600

article 2990601

article 2990602

article 2990603

article 2990604

article 2990605

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2990611

article 2990612

article 2990613

article 2990614

article 2990615

article 2990616

article 2990617

article 2990618

article 2990619

article 2990620

article 10000416

article 10000417

article 10000418

article 10000419

article 10000420

article 10000421

article 10000422

article 10000423

article 10000424

article 10000425

article 10000426

article 10000427

article 10000428

article 10000429

article 10000430

article 10000431

article 10000432

article 10000433

article 10000434

article 10000435

article 10000436

article 10000437

article 10000438

article 10000439

article 10000440

article 10000441

article 10000442

article 10000443

article 10000444

article 10000445

article 10000446

article 10000447

article 10000448

article 10000449

article 10000450

news-1701