IDISI ONLINE, BANDUNG BARAT — Sejumlah orang tua siswa baru di SMA Negeri 1 Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, menyampaikan keberatan terkait pembelian atribut sekolah yang disebut mencapai Rp95.000.
Keberatan tersebut disampaikan karena biaya atribut dinilai menjadi salah satu tambahan pengeluaran yang harus dipenuhi orang tua pada tahun ajaran 2026/2027.
Selain persoalan biaya atribut, orang tua siswa sebelumnya juga menerima imbauan untuk membeli satu paket seragam sekolah baru. Imbauan tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Dalam pesan itu disebutkan, pembelian seragam baru dilakukan untuk menjaga keseragaman pakaian siswa. Sementara seragam lama yang masih layak digunakan dapat disimpan sebagai cadangan.
“Beli saja satu paket yang baru, supaya seragam semuanya. Yang bekas tidak sama, biar untuk cadangan.”
Pembelian seragam baru tersebut juga disebut sebagai bentuk rasa syukur orang tua karena anak mereka telah diterima sebagai siswa SMANSASIN.
Namun, sejumlah orang tua kemudian mempertanyakan pembelian atribut sekolah senilai Rp95.000. Mereka berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan mengenai jenis atribut, rincian biaya, serta mekanisme pengadaannya.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan siswa sekaligus pengeluaran yang harus dipenuhi oleh orang tua.
Hingga Jumat, 14 Agustus 2026, pihak SMA Negeri 1 Sindangkerta belum memberikan keterangan resmi terkait keberatan orang tua maupun pembelian atribut tersebut.
Klarifikasi dari pihak sekolah diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas dan berimbang, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Pada akhirnya, pemenuhan kebutuhan sekolah diharapkan tetap memperhatikan kepentingan peserta didik, kemampuan ekonomi orang tua, serta ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan pendidikan. (Tim Liputan)








