Kota Cirebon, Idisi Online ā Suhaya, tenaga pendidikan bagian Tata Usaha di SMPN 14 Kota Cirebon mengeluhkan besaran penghasilan yang diterimanya setiap bulan. Selama 18 tahun mengabdi, gaji yang ia terima masih sebesar Rp1.200.000 per bulan.
Hal itu disampaikan Suhaya saat ditemui di sekolah pada Senin, 3 Agustus 2026. Sebagai tenaga paruh waktu, ia merasa penghasilan tersebut sangat minim untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah meningkatnya biaya hidup.

“Sudah 18 tahun saya mengabdi di sekolah ini. Tapi sampai sekarang tidak ada kenaikan penghasilan. Dengan gaji Rp1,2 juta per bulan, sangat pas-pasan untuk kebutuhan keluarga, apalagi ekonomi sekarang semakin meningkat,” ujarnya.
Suhaya berharap ada perhatian dan kebijakan dari Presiden maupun Gubernur Jawa Barat agar penghasilan tenaga pendidikan non-ASN seperti dirinya bisa disesuaikan minimal dengan Upah Minimum Regional.
“Semoga apa yang menjadi harapan kami bisa didengar,” pungkasnya.
Minimnya kesejahteraan tenaga honorer dan tenaga pendidikan non-ASN memang masih menjadi persoalan di sejumlah sekolah. Padahal mereka memiliki peran penting dalam menunjang operasional pendidikan sehari-hari.
Pewarta: Agus Kardono







