TebingTinggi,idisionline.Com-Manager PTPN IV Regional 1 Kebun Rambutan membantah adanya perdamaian dalam kasus dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan Manager Kebun Rambutan, Bambang Sitorus melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi terkait pemberitaan dugaan perdamaian antara pelaku pencurian dengan pihak pengamanan kebun.
“Kasus pencurian tersebut sudah kami laporkan ke Polsek Tebing Tinggi dan masih berlanjut. Sampai saat ini tidak ada perdamaian dengan pelaku,” tulis Manager Kebun Rambutan dalam pesan yang diterima, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, informasi yang beredar terkait perdamaian diduga berkaitan dengan persoalan lain di luar kasus pencurian TBS.
Menurutnya, pelaku bernama Harianto alias Burjek disebut keberatan karena mengaku mendapat tindakan pemukulan dari oknum satpam saat diamankan.
Karena itu, pelaku disebut meminta perdamaian dengan petugas keamanan terkait dugaan pemukulan tersebut, bukan perdamaian perkara pencurian sawit.
“Info yang saya dengar, pelaku keberatan karena menurut dia ada satpam memukul dirinya, sehingga dia menuntut perdamaian dengan satpam, bukan damai dalam kasus pencurian,” jelasnya.
Manager Kebun Rambutan kembali menegaskan bahwa laporan dugaan pencurian TBS yang telah dibuat ke Polsek Tebing Tinggi hingga kini masih terus diproses dan tidak pernah diselesaikan secara damai.
“Kasus pencurian yang kami laporkan tidak ada perdamaian dan masih berlanjut,” tegasnya.







