Medan, idisionline.com – Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menggelar kegiatan berbuka puasa bersama, sekaligus bersilahturahmi dengan seluruh kader Pemuda Pancasila saat bulan Ramadhan Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Al Musannif, Komplek Perumahan Cemara, Jalan Cemara, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Minggu 8 Maret 2026.
Silaturahmi dan berbuka puasa bersama ini dipimpin langsung oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Utara Musa Rajekshah, (ijek).
Dalam kegiatan ini turut hadir Sekretaris Wilayah Ikbal Hanafi Hasibuan dan Bendahara Apin BK.dan
seluruh MPC Se Sumut, dan kader Pemuda Pancasila melaksanakan buka bersama di Masjid Al Musannif, Ajib Shah tokoh politikus senior golkar Sumut.
Musa Rajekshah mengatakan, kegiatan berbuka puasa bersama sekaligus silaturahmi antar kader Pemuda Pancasila bertujuan untuk menguatkan hubungan antar kader organisasi, dalam kata sambutannya.
“Kita melaksanakan kegiatan berbuka puasa bersama, bentuk kecintaan sesama kader untuk menjaga hubungan erat silahturahmi kita semua. Kita bisa meningkatkan hal-hal baik di bulan suci Ramadhan ini. Agar menjadi bekal kita nanti kembali kepada Allah SWT,” kata Musa Rajekshah.
Pria yang karib disapa Bang ijek ini juga meminta kepada seluruh kader Organisasi Pemuda Pancasila dapat menciptakan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Pemuda Pancasila sampai dengan saat ini selalu memberikan dukungan kepada pemerintah, dimulai dari pengawasan terhadap program-program yang menyentuh kepada masyarakat.
“Kepada seluruh masyarakat, seluruh kader organisasi, organisasi yang tercinta kita ini dapat memanfaatkan kepada masyarakat. Dan bisa dirasakan manfaatnya kepada masyarakat. Kita selalu mendukung seluruh program pemerintah,” kata Ijeck.
Bagi seluruh kader Pemuda Pancasila di Sumut, Ijeck tidak mentolerir jika ada yang terlibat dalam peredaran Narkoba . Selain itu, kader-kader yang menganggu ketertiban masyarakat, menurutnya juga akan ditindak sesuai dengan aturan.
“Hal-hal yang bersangkutan dalam narkoba tidak ada pembelaan apapun bagi kader Pemuda Pancasila,” jelasnya.
Menurut Ijeck, hal wajar bila kader terlibat perkelahian, apalagi hal tersebut terjadi karena melakukan pembelaan terhadap organisasi Pemuda Pancasila.
“Perkelahian itu kalau niat untuk mempertahankan organisasi wajib untuk membela. Jangan jadi anggota PP gak berani membela kebenaran dan masyarakat terutama kepada organisasi,” katanya.
Di akhiri dengan buka bersama dan sholat magrib hingga taraweh berjmaah.






