Idisi Online || Kab Bandung
Minggu (22/8/2021) Gabungan Kelompok Tani yang berada di Desa Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, dibantu sebagian warga masyarakat yang berada di RW 6 Kp. Pintuloji, RW 12 Kp. Pajagalan, RW 11 Kp. Sindangsari terjun ke Sungai Cibatur untuk laksanakan kerjabakti. Kegiatan juga dibantu oleh Babinsa Desa Banjaran Kulon, Serma Kiki dan Bhabinkamtibmas Desa Banjaran Kulon, Bripka Obay.
Adapun tujuan kerjabakti tersebut disampaikan Sekretaris Desa Banjaran Kulon, Asep Puad Muhamad yang juga sebagai bagian dari Kelompok Tani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk melakukan Normalisasi aliran Sungai Cibatur yang bermuara ke Sungai Ci Banjaran.

Saluran Cibatur merupakan saluran yang dibutuhkan untuk areal pertanian di Wilayah Desa Banjaran Kulon dan Desa Tarajusari.
Dan sekarang sedang ada pengaturan untuk tata guna airnya, agar air tersebut benar terasa tertata dan terpakai untuk warga masyarakat petani di Desa Tarajusari dan Desa Banjaran Kulon.
Dalam rangka situasi musim kemarau, tetap produktifitas hasil pertanian masih bisa terjaga.
Dan harapan itu untuk peningkatan produktivitas hasil pertanian.
Kelompok Tani di Desa Banjaran Kulon ada Dua, Kelompok Tani Tataliwargi, diketuai oleh Dede Rasiman, dan Kelompok Tani Mandiri yang diketuai oleh H. Eman dan di Desa Banjaran Kulon ini, ada Perkumpulan Petani Pemakai Air, ada tiga yang pertama Rahayu Tani yang menguasai wilayah Sungai Cibatur, pa Mamat Rahmat ke sebelah Utara Stasion ada P3A Mukti Tani yang diketuai oleh Yayat Hidayat, di bagian tengah ada P3A Gemar Tani diketuai oleh Puad Muhammad.
Di Desa Banjaran Kulon luas areal Pertanian kurang lebih ada 35-40 Hektar kalau Desa Tarajusari bisa mencapai 50 hektar lebih
Diwilayah Desa Banjaran Kulon panen bisa mencapai tiga kali terkecuali di Desa Tarajusari ini situasional saja, tapi kalau dipersentasikan lebih besar panen satu tahun tiga kali, apalagi dengan varitas bibit padi yang sekarang umurnya pendek.
Pada kesempatan tersebut dijumpai Ketua Kelompok Tani Tataliwargi, Dede Rasiman kepada awak media mengatakan, kegiatan kerjabakti untuk normalisasi saluran Sungai Cibatur biasanya rutin dilakukan, tiga bulan sekali, sehubungan cuacanya kemarau juga kelihatannya agak mandeg, sehingga saya menggerakkan anggota untuk melancarkan saluran air, terang Dede Rasiman.
Dulu luas lahan pertanian di Desa Banjaran Kulon ada 189 hektar sekitar tahun 1970an sehubungan perkembangannya terdapat bangunan perumahan dibuat gedung sekolah, bangunan pemukiman, di Desa Banjaran Kulon tinggal 35 hektar dan di wilayah Desa Tarajusari 60 hektar.
Saat ini saluran Irigasi Cibatur mengaliri areal pertanian untuk 95 Hektar, jelas nya.
Selain kelompok tani yang ada juga telah dibentuk KWT yaitu Kelompok Wanita Tani Tataliwargi yang berdomisili di Desa Banjaran Kulon dan Desa Tarajusari.
Untuk kapasitas panen dipengaruhi oleh Dua Musim, Musim Hujan dan Kemarau, yang sudah-sudah 5 ton /hektar gabah basah.
Diakhir wawancara, Dede Rasiman berharap bahwa untuk meningkatkan produktivitas pertanian khususnya di Wilayah Desa Banjaran Kulon, pihak Pemerintah Desa Banjaran Kulon selaku Pembina dapat memberikan uluran bantuannya.
Reporter : Dadang HKS





