Bandung-Idisionline.com
Lahan Pojok Edukasi Bersih Sampah (POKASIH) persampahan yang berada di Kampung Ragas Desa Ciluluk Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, kini kondisinya sudah bersih dari tumpukan sampah yang menggunung.
Hal tersebut terpantau selama sepekan ini berkat kerja sama secara koperhensip antara muspika yang ada dengan pihak DLH Kabupaten Bandung, UPTD Persampahan Wilayah Rancaekek, Kader BBS, PMR Ragas, Linmas, Pol PP, Personil Kecamatan, Pemdes Desa Ciluluk, serta mendapatkan bantuan alat berat eskapator (beko) dari PT Kahatex yang berada di wilayah desa tersebut.
Selama beberapa bulan dilokasi tersebut sempat terjadi penumpukan sampah akibat dimanpaatkan ulah orang tak bertanggung jawab yang secara diam membuang sampah sembarangan. Namun Berkat upaya dari pihak setempat dalam perhatian terhadap wilayah kini kondisi dilokasi lahan Pokasih tersebut sudah terbilang zero waste.

Sementara itu Camat Cikancung Maksum S.Sos membenarkan hal tersebut serta sempat mengatakan, “mulai hari esok untuk mengantisipasi terjadinya kembali penumpukan sampah di lahan tersebut,
pihak kecamatan selaku pasilitator akan melakukan langkah langkah bentuk sosialisasi guna mendorong terhadap pihak Desa dalam mengoptimalkan lahan Pokasih tersebut,” Katanya, Senin (1/2/2021).
Adanya bentuk upaya pihak Desa Ciluluk yang membuat Peraturan desa ( perdes ) terkait optimalisasi lahan Pokasih tersebut. Pihak kami sangat mengapresiasinya, dimana nantinya kepada setiap orang / pihak yang membuang sampah ke POKASIH Ragas akan dikenakan tarip Retribusi sesuai Perdes,”Kata Maksum.
“Warga pembuang sampah dikenakan tarif restribusi 10 ribu /karung”.
Sementara ditambahkanya, dalam clausul Perdes tersebut masyarakan luar Kecamatan Cikancung dikenakan tarip yang berbeda,”Terangnya

Masih menurut Camat Cikancung, ” sementara untuk setiap Desa maupun setiap RW diharapkan membuat titik layanan serta terlebih dahulu melakukan bentuk MOU dengan DLH Kabupaten Bandung,sehingga dalam pengangkutan bentuk sampah residu dapat berjalan lancar.
Juga terhadap warga masyarakat agar sebelumnya dapat melakukan bentuk upaya pemilahan sampah sejak dari setiap rumah.
Agar sampah menjadi nilai ekonomis dan sampah tidak akan menjadikan masalah, sebab sampah’ dapat menjadi berkah seandainya ada bentuk kreatip serta inovatif dengan didorong kepedulian yang tingi terhadap kebersihan lingkungan,.Tutup Camat Cikancung***
Taryana Budiman





