Garut, www.idisionline.com/- Pasar Lewo yang merupakan pasar Desa Sukaratu Kecamatan Malangbong, Garut. Terletak dipinggir jalan provinsi dengan potensi yang cukup ramai bahkan hingga picu kemacetan pada hari hari tertentu.
Sekurangnya terdapat 300 Pedagang tetap pada pasar tersebut, belum lagi pedagang Kaki lima yang tak terhitung jumlahnya pada hari Rabu pasar tumpah hingga penuhi trotoar.

Sementara retribusi yang dikenakan kepada tiap pedagang kios senilai Rp.2000/ hari dan Rp. 1000 bagi pedagang Kaki lima. Nilai yang cukup fantastis jika diakumulasikan tiap tahun sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes).
Ironisnya retribusi yang cukup besar itu disinyalir tidak masuk kepada Kas Desa, terbukti PADes Sukaratu tiap tahunnya hanya tercatat 32 Juta saja. Padahal potensi pendapatan dari sumber lain seperti carik dan lainnya juga ada.
Ikhwal tersebut terkuak saat awak media lakukan pemantauan, Selasa (16/05/2023). Saat sambangi kantor Desa Sukaratu hendak lakukan konfirmasi terkait hal itu, Kades Asep Gunawan tidak dapat ditemui.
Dihubungi melalui sambungan selulernya, Asep Gunawan berkilah sedang diluar kota seolah enggan memberi informasi terkait hal itu.
“Saya sedang di Tasik kang, Akang dari mana” kilahnya singkat tanpa mau melanjut komunikasi.
Pernyataan tegas terkait pasar Lewo dilontarkan Kepala Bidang Pasar Disperindag ESDM kabupaten Garut, Asep Mulyana saat berhasil terkonfirmasi.
“Persoalan pasar Lewo memang pelik, berulangkali kami tegur dan minta dibentuk panitia untuk ajukan pembangunan melalui Kepala Desa. Hingga saat ini tidak digubris” tegas Asep.
Ditandaskan Kabid Pasar dalam keterangannya menyatakan bahwa Pasar Lewo adalah pasar Desa milik warga masyarakat.
“Itu adalah pasar Desa yang jadi asset Desa milik warga masyarakat bukan milik perorangan. Kalaupun terjadi pembangunan nanti pedagang eksisting yang harus lebih jadi prioritas, bukan jual beli kios.” Tandasnya
Dengan potensi penyumbang PADes yang cukup besar, sejatinya pasar Lewo dapat menjadi penunjang untuk mendongkrak perekonomian warga Desa Sukaratu. Kema aliran retribusi pasar itu selama ini…??
*** Jaelani / Yusuf




