SUKABUMI – idisionline.com || Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) 2 Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi yang digelar di Ruang Pertemuan Bappeda Kota Sukabumi.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari, mengatakan rakor tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 100.3.3.3/Kep.51/Bappeda/2026 tentang Pembentukan Tim Penanganan TPT.
“Pembahasan difokuskan pada penyusunan program kerja Pokja 2 Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Tenaga Kerja. Pokja ini penting untuk memperkuat sinkronisasi program penanganan pengangguran di Kota Sukabumi,” ujar Hasan, Senin (31/8).
Pokja 2 dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Kelembagaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Kota Sukabumi.
Sejumlah instansi dan lembaga dilibatkan, di antaranya Dinas Tenaga Kerja, UPT Balai Latihan Kerja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, KCD Pendidikan Wilayah V.
Dari unsur pendidikan tinggi hadir UMMI, Universitas Nusa Putra, Institut Citra Buana Indonesia, Sekolah Vokasi IPB, Politeknik Sukabumi, BSI, dan HIPKI.
Hasan menjelaskan, sinergi lintas sektor diarahkan untuk membangun keterhubungan antara kebutuhan dunia kerja, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dan pencari kerja.
“Salah satu agendanya adalah menyusun dokumen pemetaan kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Sekaligus mendata sektor-sektor unggulan daerah yang membutuhkan tenaga kerja,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis data ini penting agar program pelatihan tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan pasar kerja dan sektor unggulan di daerah.
“Dengan keterlibatan unsur pendidikan, pelatihan, pemerintah dan dunia kerja, kami berharap terbentuk ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi. Sekaligus membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat Kota Sukabumi,” pungkasnya.***










